100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan Beasiswa di SPMB 2025

Kompas.com - 09/03/2025, 15:48 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah dengan menggandeng sekolah swasta untuk menerima siswa kurang mampu melalui beasiswa.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkot Semarang akan membiayai sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Pemkot mengambil langkah tersebut lantaran kapasitas sekolah negeri terbatas dalam menampung jumlah siswa yang lulus.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kalau pemerintah hanya menghitung daya tampung sekolah negeri ketimbang jumlah lulusan, dipastikan tidak akan cukup untuk menampung siswa di Semarang.

“Kami harus melibatkan sekolah swasta karena daya tampung dan jumlah lulusan tentu tidak sebanding,” katanya dalam acara Ngrobrol Penting Bersama Stakeholder Pendidikan Kota Semarang (Ngopi Bareng) di Grand Edge Hotel Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/3/2025), seperti dikutip dari siaran pers.

Ia pun meminta Dinas Pendidikan Semarang untuk mengatur skema jika ada siswa yang tidak dapat masuk sekolah negeri, khususnya bagi warga kurang mampu.

Baca juga: Pemkot Semarang Mulai Betonisasi Jalan Bergelombang di Shelter BRT Jalan Pemuda

Meski demikian, Agustina mengaku bahwa Pemkot tidak bisa mengintervensi sekolah swasta terkait kebijakan tersebut. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Semarang akan meminta slot beasiswa untuk siswa tidak mampu kepada sekolah swasta.

“Saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk minta slot biar bisa pakai beasiswa. Harus ada gotong royong untuk menyukseskan skema khusus ini,” kata Agustina dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (9/3/2025).

Agustina menambahkan, kebijakan baru tersebut akan direalisasikan pada 100 hari pertama dirinya bekerja sebagai Wali Kota Semarang. Dengan demikian, iklim kondusif pada SPMB 2025 diharapkan bisa kondusif.

Baca juga: Pemkot Semarang Wajibkan Sekolah Kirim Proposal Sebelum Study Tour, Ini Syaratnya

Agustina meyakini, inisiatif tersebut dapat menjadi solusi dari permasalahan kekurangan daya tampung sekolah di Semarang. Menurutnya, problem utama orangtua enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta karena biayanya yang mahal.

Oleh karena itu, pemerintah harus merangkul sekolah swasta sebagai mitra dalam penyelenggaraan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

“Sekolah swasta harus dijadikan mitra untuk menyelenggarakan pendidikan. Salah satunya dengan beasiswa,” ujarnya.

Dinas Pendidikan, lanjut Agustina, akan melakukan perhitungan serta pemetaan anggaran dan jumlah siswa kurang mampu. Kemudian, hasil analisis akan digunakan untuk mendata jumlah siswa yang mendapatkan beasiswa di sekolah swasta.

Selain APBD Semarang, Agustina memastikan bahwa dana beasiswa juga akan diambil dari APBD provinsi serta pengusaha yang memiliki program corporate social responsibility (CSR), khusus beasiswa.

Baca juga: Langsung Ludes! Mudik Gratis Pemkot Semarang Diserbu Warga

Agustina menegaskan bahwa masyarakat miskin atau tidak mampu menjadi prioritasnya sebagai wali kota. Oleh karena itu, ia tidak ingin ada anak putus sekolah karena kesulitan biaya.

“Program sekolah gratis di Semarang kalau baik ya dilanjutkan, kalau kurang ya ditambal. Intinya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah karena biaya,” tutur Agustina.

Kepala Dinas Pendidikan Semarang Bambang Pramusinto menjelaskan bahwa pihaknya sudah merancang beberapa konsep untuk siswa kurang mampu yang tidak memiliki kesempatan di sekolah negeri.

“Wali Kota memberikan arahan, siswa kurang mampu yang tidak lolos seleksi sekolah negeri agar melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta dengan skema atau fasilitasi beasiswa,” ujar Bambang.

Bambang mengaku sudah melakukan pemetaan jumlah anak yang akan mendapatkan bantuan. Selain APBD Semarang, dana bantuan juga bisa diambil dari bantuan CSR.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com