Jelang Idul Fitri, Walkot Semarang Agustina Jamin Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil

Kompas.com - 11/03/2025, 10:47 WIB
DWN,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan stok pangan hingga bulan depan.

"Insyaallah stok cukup sampai bulan depan. Kami akan terus memantau agar distribusi merata dan tidak menumpuk di satu titik," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (11/3/2025).

Agustina menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin dalam Operasi Pasar Bahan Pangan Pokok di Kantor Pos Johar, Semarang, Senin (10/3/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian ( Kementan) menggelar operasi pasar guna menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025.

Operasi pasar tersebut diinisiasi PT Pos Indonesia (Persero) dengan menghadirkan 1.050 gerai di berbagai daerah, termasuk 22 gerai di Kota Semarang.

Baca juga: Cegah Lonjakan Harga Jakarta, Pramono Lepas Armada Pasar Murah ke 296 Titik

Agustina optimistis langkah tersebut efektif dalam menekan lonjakan harga di pasaran.

"Salah satu cara mengendalikan harga adalah dengan memotong rantai distribusi, seperti membuka gerai di kantor pos. Di Kota Semarang terdapat 22 gerai Agri Pos," jelasnya.

Agustina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar harga tetap stabil.

"Warga tidak perlu menimbun bahan pokok. Belilah sesuai kebutuhan sehari-hari. Jika ada uang lebih, ya, ditabung atau digunakan untuk kebutuhan lain," tuturnya.

Peran pemerintah dalam stabilisasi harga

Wamentan Sudaryono menegaskan, operasi pasar tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mengatasi lonjakan harga bahan pokok.

Baca juga: Pemerintah Buka Gerai Agri Pos di 22 Kantor Pos Semarang, Begini Syarat Dapat Sembako Murah

"Hingga kini, dari total 4.800 cabang kantor pos di seluruh Indonesia, sudah dibuka 1.050 titik gerai untuk operasi pasar," ujarnya.

Sudaryono juga mengungkapkan, harga beberapa komoditas pangan masih melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Ia mencontohkan, beras medium yang seharusnya Rp 12.500 per kilogram (kg) masih dijual lebih mahal. Begitu pula minyak goreng MinyaKita yang seharusnya Rp 15.700 per liter, tetapi masih ditemukan di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per liter.

"Oleh karena itu, kami mendayagunakan 4.800 cabang kantor pos untuk menjadi gerai sembako dengan harga lebih terjangkau. Misalnya, di gerai kantor pos, beras dijual Rp 12.000 per kg dan minyak goreng MinyaKita Rp 14.700 per liter, lebih murah dari HET," jelasnya.

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menambahkan, gerai Agri Pos menyediakan bahan pokok dengan pembatasan pembelian.

Baca juga: Fahira Idris Sarankan 4 Langkah Cegah Lonjakan Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan

"Satu KTP hanya bisa membeli maksimal 2 kg gula, 2 liter minyak goreng, dan 10 kg beras," ujarnya saat mendampingi wamentan.

Ia juga menyebutkan, terdapat 1.050 gerai Agri Pos di seluruh Indonesia, termasuk 265 gerai di Jawa Tengah dan DIY, serta 22 gerai di Kota Semarang.

Pos Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Bulog, ID Food, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN, untuk memastikan pasokan pangan dengan harga terjangkau.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com