Pemkot Semarang Pastikan Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Plumbon Dimulai Desember

Kompas.com - 21/10/2024, 10:29 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

Ilustrasi salah satu sungai di Kota Semarang.DOK. Humas Pemkot Semarang Ilustrasi salah satu sungai di Kota Semarang.

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi masalah banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng), khususnya di Kecamatan Tugu.

Setelah normalisasi Sungai Beringin, kini perhatian beralih ke Sungai Plumbon, yang pembebasan lahannya dijadwalkan dimulai pada Desember 2024.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan bahwa anggaran untuk normalisasi Sungai Plumbon sudah disediakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 170 miliar.

“Meskipun anggarannya sudah tersedia, kami masih menunggu proses pembebasan lahan,” jelas Mbak Ita, sapaan akrabnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (21/10/2024).

Baca juga: Kantor Kemenko Kumham, Kementerian Hukum dan Kementerian Impas Bakal Ada di Satu Area

Dia juga menambahkan bahwa Pemkot Semarang akan mendapatkan dukungan dari kementerian untuk mempercepat proyek tersebut.

Mbak Ita optimis bahwa proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada Desember, sehingga lelang untuk normalisasi dapat dilakukan pada awal 2025.

“Desember kita pastikan bisa rampung, karena sudah ada bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR untuk anggaran pembebasan lahan,” tuturnya.

Sembari menunggu pembebasan lahan, Mbak Ita meminta pemangku wilayah untuk melakukan antisipasi dengan pembersihan gulma dan pengangkatan sedimentasi.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Gulma Tumbuh di Pekarangan Rumah Tanpa Bahan Kimia

Kegiatan serupa, kata dia, juga telah dilakukan di Kecamatan Genuk, tepatnya di Sungai Sringin dan Tenggang.

“Saya minta pak camat agar melakukan pembersihan gulma dan sedimentasi. Di Genuk, Alhamdulillah setelah hujan deras selama tiga jam, tidak ada genangan,” ujar Mbak Ita.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dan BBWS telah melakukan penguatan pada beberapa titik tanggul yang rawan jebol di Sungai Plumbon, yang memisahkan dua kelurahan, yaitu Mangunharjo dan Mangkang Kulon.

“BBWS dan DPU juga telah memperkuat tanggul yang rawan jebol, harapannya tentu bisa mengantisipasi banjir,” imbuhnya.

Baca juga: Banjir karena Tanggul di Aceh Tamiang Jebol, 2.066 Warga Harus Mengungsi

Camat Tugu Abdul Haris juga menegaskan pentingnya normalisasi segera dilakukan, mengingat masyarakat sudah sering menanyakan kepastian proyek tersebut.

“Memang sangat mendesak, warga sudah jenuh dan khawatir akan banjir,” ucapnya.

Haris menjelaskan bahwa terdapat 40 bidang tanah di Mangkang Kulon dan 270 bidang tanah di Mangunharjo yang sudah didata untuk mendapatkan ganti untung dari pembebasan lahan.

“Kemungkinan akan ada penambahan ukuran, namun kami pastikan bahwa proses ganti untung selesai pada bulan Desember. Sehingga tahun depan, harapan kami proyek ini dapat mulai dikerjakan,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Apresiasi Pegiat Pendidikan Nonformal, Wali Kota Semarang Salurkan Bisyaroh kepada 6.572 Penerima
Apresiasi Pegiat Pendidikan Nonformal, Wali Kota Semarang Salurkan Bisyaroh kepada 6.572 Penerima
Semarang
Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Arus Mudik Lancar, Walkot Semarang Tinjau Sejumlah Titik
Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Arus Mudik Lancar, Walkot Semarang Tinjau Sejumlah Titik
Semarang
Sesuai Janji Kampanye, Dana Operasional Rp 25 Juta untuk RT di Kota Semarang Dicairkan Juli 2025
Sesuai Janji Kampanye, Dana Operasional Rp 25 Juta untuk RT di Kota Semarang Dicairkan Juli 2025
Semarang
Antisipasi Longsor saat Libur Lebaran, Pemkot Semarang Instruksikan Lurah Tingkatkan Kewaspadaan
Antisipasi Longsor saat Libur Lebaran, Pemkot Semarang Instruksikan Lurah Tingkatkan Kewaspadaan
Semarang
Walkot Semarang Tegaskan Alokasi APBD di Kecamatan Tak Disunat, tapi Dialihkan untuk Hal Lebih Penting
Walkot Semarang Tegaskan Alokasi APBD di Kecamatan Tak Disunat, tapi Dialihkan untuk Hal Lebih Penting
Semarang
Pemkot Semarang Alihkan Anggaran untuk Beasiswa, Walkot Agustina: Pendidikan Harus Merata
Pemkot Semarang Alihkan Anggaran untuk Beasiswa, Walkot Agustina: Pendidikan Harus Merata
Semarang
Semarang Inklusif Kian Nyata, BRT Trans Semarang Tambah Fasilitas Disabilitas
Semarang Inklusif Kian Nyata, BRT Trans Semarang Tambah Fasilitas Disabilitas
Semarang
Kota Semarang Raih Penghargaan dari Setara Institute, Walkot Agustina: Jadi Penyemangat Wujudkan Kota Inklusif
Kota Semarang Raih Penghargaan dari Setara Institute, Walkot Agustina: Jadi Penyemangat Wujudkan Kota Inklusif
Semarang
Peduli Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Mulai Pembangunan Rumah Inspirasi
Peduli Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Mulai Pembangunan Rumah Inspirasi
Semarang
Walkot Semarang Bebaskan Retribusi Ruang Publik, Warga Bisa Gunakan Kantor Kecamatan dan Kelurahan Gratis
Walkot Semarang Bebaskan Retribusi Ruang Publik, Warga Bisa Gunakan Kantor Kecamatan dan Kelurahan Gratis
Semarang
Walkot Semarang Agustina Segera Cairkan Bantuan Rp 25 Juta per RT dan Dana PKK
Walkot Semarang Agustina Segera Cairkan Bantuan Rp 25 Juta per RT dan Dana PKK
Semarang
Cek Kondisi Banjir Genuk, Walkot Agustina: Penanganan Banjir Akan Jadi Prioritas Nomor Satu
Cek Kondisi Banjir Genuk, Walkot Agustina: Penanganan Banjir Akan Jadi Prioritas Nomor Satu
Semarang
Jelang Idul Fitri, Walkot Semarang Agustina Jamin Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil
Jelang Idul Fitri, Walkot Semarang Agustina Jamin Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil
Semarang
100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan Beasiswa di SPMB 2025
100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan Beasiswa di SPMB 2025
Semarang
Agustina-Iswar Luncurkan Program 100 Hari Pertama, Ini Tiga Prioritasnya
Agustina-Iswar Luncurkan Program 100 Hari Pertama, Ini Tiga Prioritasnya
Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke