Dukung Panen Padi Varietas Biosalin, Pemkot Semarang Pastikan Ketersediaan Alsintan dan Saluran Air

Kompas.com - 17/10/2024, 10:13 WIB
Dwi NH,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta saluran-saluran air yang memadai untuk mendukung panen padi biosalin secara optimal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, kata dia, berencana untuk bekerja sama dengan corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan untuk melaksanakan program ini.

"Kami sudah (mengajukan permohonan) dan saat ini sedang dalam proses dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) untuk membuat embung menggunakan geomembrane, serta menyediakan alat bantu cultivator yang belum dimiliki oleh kelompok tani (poktan),” ucap Mbak Ita, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (17/10/2024).

“Bahan bakar yang digunakan berasal dari petrasol, hasil olahan sampah plastik, sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bahan bakar," sambungnya.

Baca juga: Ramai soal Bahan Bakar Lokomotif Kereta Api Disebut Pakai Biosolar Subsidi, Bagaimana Aturannya?

Pernyataan tersebut disampaikan Mbak Ita saat meninjau perkembangan padi varietas biosalin menjelang panen di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Rabu (16/10/2024).

Padi biosalin adalah varietas inovatif yang dirancang untuk beradaptasi dengan kondisi lahan pesisir, di mana kadar garam dalam tanah cukup tinggi. 

Selain ketahanannya terhadap salinitas, varietas tersebut juga memiliki potensi hasil yang tinggi, menjadi solusi bagi petani di daerah yang terpengaruh salinitas.

Padi biosalin yang ditanam di lahan seluas 1 hektar (ha) ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Semarang, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip), serta Kelompok Tani Sumber Rejeki di Mangunharjo, Kecamatan Tugu.

Baca juga: Akses Tugu Muda Semarang Ditutup, Berikut Rute Alternatifnya...

“Alhamdulillah, teman-teman juga bisa melihat hasilnya sangat luar biasa gemuk-gemuk (padinya). Ini hari ke-64 (sejak ditanam), jadi nanti pada Jumat (25/10/2024) akan dilakukan panen dan panen akan menjadi benih,” ucap Mbak Ita.

Sistem penanaman padi biosalin

Pada kesempatan tersebut, Mbak Ita mengungkapkan bahwa ada dua sistem penanaman padi biosalin.

Pertama, kata Mbak Ita, penyemaian terlebih dahulu sebelum ditanam. Kedua, sistem tanam benih langsung (tabila).

Hasil panen tersebut akan dijadikan benih untuk lahan pertanian payau di Jepara dan Batang, bekerja sama dengan Undip.

"Undip juga akan melaksanakan tanam percontohan di Jepara dan Batang. Kami akan melibatkan Kelompok Tani Sumber Rejeki untuk menjual benih ini kepada masyarakat. Jadi, selain untuk konsumsi, mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan benih," tutur Mbak Ita.

Baca juga: Mengintip Teknologi Desalinasi Undip, Ubah Ratusan Liter Air Payau Jadi Layak Konsumsi

Keunggulan varietas padi biosalin juga terletak pada potensi hasil yang lebih banyak. Padi biosalin dapat menghasilkan 6-7 ton per ha, sedangkan padi inpari 32 hanya menghasilkan 3 ton per ha.

Para petani mengungkapkan bahwa perawatan padi biosalin tidak jauh berbeda dengan varietas lainnya.

“Kalau untuk perawatan, saya rasa sama saja dengan inpari atau lainnya. Hanya istilahnya baru saya pupuk satu kali saja karena musim kemarau kekurangan air. Itu memupuk hanya satu kali (hasilnya bagus),” kata anggota Poktan Sumber Rejeki Mangunharjo, Muhson.

Mbak Ita berharap bahwa upaya mengoptimalkan hasil panen padi biosalin ini akan menciptakan efek berganda dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Wabup Rendi Serahkan Bantuan Pupuk dan Alsintan untuk Poktan di Kukar

Terlebih, pemerintah pusat saat ini sedang giat melakukan berbagai inovasi untuk mendukung ketahanan pangan.

"Kami berharap dengan inisiatif ini, petani di kawasan pesisir juga akan memiliki kesejahteraan yang setara dengan petani di daerah yang tidak terpengaruh salinitas," ucap Mbak Ita.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Semarang
Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Semarang
Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Semarang
Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Semarang
Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Semarang
Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Semarang
Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Semarang
10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

Semarang
Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Semarang
Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Semarang
Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Semarang
Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Semarang
Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Semarang
Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Semarang
Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke