Pemkot Semarang Salurkan BLT dari DBHCHT, Mbak Ita: Semoga Menjadi Berkah Bagi Penerima

Kompas.com - 11/09/2024, 20:18 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024 kepada warga kurang mampu dan buruh rokok di Kantor Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (10/9/2024).

Penyaluran tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemkot Semarang kepada pengusaha dan produsen rokok yang telah tertib membayar pajak rokok atau cukai, sehingga manfaatnya dapat kembali disalurkan kepada masyarakat.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya Pemkot Semarang bersama seluruh komponen perusahaan untuk berbagi kepada masyarakat.

“Meskipun nilainya mungkin tidak besar, semoga ini dapat menjadi berkah bagi penerima,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/9/2024).

Baca juga: Salurkan BLT DBHCHT kepada 1.500 Buruh Pabrik Rokok, Mas Dhito: Nominalnya Rp 1 Juta Per Orang

Pada 2024, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang telah menyalurkan BLT DBHCHT tahap I kepada 1.760 buruh rokok dan tahap II kepada 1.732 buruh rokok, dengan tujuan membantu meringankan kebutuhan hidup penerima manfaat.

Mbak Ita juga menyarankan warga untuk menerapkan urban farming sebagai salah satu cara pengendalian inflasi.

“Meskipun kondisi ekonomi saat ini mengalami fluktuasi terkait dengan harga bahan pokok, Alhamdulillah, inflasi di Kota Semarang tetap terkendali dengan baik dibandingkan kota-kota besar lainnya. Kami berharap kondisi ini akan terus berlanjut,” ucapnya.

Semarang Berbagi

Pada kesempatan yang sama, diadakan pula kegiatan Semarang Berbagi yang bertujuan untuk membagikan sembako berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kecamatan Gajahmungkur mendapatkan 655 paket sembako yang dibagikan ke delapan kelurahan. Sebanyak 75 paket sembako diserahkan secara simbolis di tiga kelurahan, yaitu Gajahmungkur, Lempongsari, dan Gebangsari.

“Hari ini kami mengadakan sosialisasi dan focus group discussion (FGD) mengenai DBHCHT serta Semarang Berbagi, mencakup penerima manfaat dari Kecamatan Banyumanik, Gajahmungkur, Tembalang, dan Candisari,” imbuh Mbak Ita.

“Di Kota Semarang, tidak semua bahan baku tersedia secara lokal, sehingga kita perlu melakukan kerja sama antar daerah dan mengoptimalkan lahan yang ada untuk menjaga perekonomian,” sambungnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Predikat Pengelolaan Pengaduan “Sangat Baik”, Mbak Ita Apresiasi Kinerja Jajarannya

Dengan adanya Semarang Berbagi, Mbak Ita berharap perekonomian kota akan lebih baik, inflasi tetap terjaga, dan masyarakat sejahtera.

Ia juga menambahkan bahwa program tersebut bertujuan meringankan kebutuhan masyarakat.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Kami berharap dukungan dari semua pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), untuk mewujudkan kesejahteraan di Kota Semarang. Pemkot Semarang tidak bisa berdiri sendiri tanpa melibatkan seluruh stakeholder,” jelas Mbak Ita.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com