Tangani Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Sejumlah Langkah Ini

Kompas.com - 01/02/2025, 08:14 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini tengah serius mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda dan merugikan masyarakat.

Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, banjir terjadi bukan hanya dari faktor alam, tetapi juga akibat kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya optimal.

Namun, sebut wanita yang akrab disapa Mbak Ita itu, dua faktor utama yang berpengaruh besar adalah curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.

Kota Semarang sering mengalami curah hujan tinggi, terutama pada Januari–Februari. Hal ini diperparah dengan fenomena cuaca global seperti La Nina dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan intensitas hujan dalam waktu singkat,” terang Mbak Ita melalui siaran persnya, Jumat (31/1/2025).

Baca juga: Atasi Genangan di Kecamatan Genuk, Pemkot Semarang Tambah 2 Pompa Darurat

Selain faktor cuaca, drainase perkotaan yang belum optimal juga diakui menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa titik di Kota Semarang

“Sistem drainase di beberapa wilayah mengalami sedimentasi, penyempitan saluran, dan penyumbatan akibat sampah. Selain itu, beberapa rumah pompa di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) belum beroperasi maksimal sehingga memperlambat pembuangan air,” lanjutnya.

Banjir yang terjadi di Kota Semarang juga dipicu oleh meluapnya sungai-sungai utama, seperti Sungai Banjir Kanal Barat, Sungai Banjir Kanal Timur, dan Sungai Tenggang akibat debit air yang meningkat saat hujan deras.

Oleh karenanya, Pemkot Semarang mulai menjalankan berbagai program jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir yang ada.

Baca juga: Pemkot Semarang Buka 2 Klinik Hewan, Ini 4 Layanannya

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum telah menambah pompa portable di titik-titik rawan banjir seperti Kaligawe, Muktiharjo Raya, dan Terminal Terboyo.

Langkah lain, berupa pengoptimalan Rumah Pompa Trimulyo, Tenggang, dan Sringin guna mempercepat pembuangan air ke laut.

“Sungai-sungai utama dan saluran drainase perkotaan terus kita lakukan pengerukan dan normalisasi untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengurangi sedimentasi dan penyumbatan,” terang Mbak Ita.

Adapun untuk jangka panjang, Pemkot Semarang melakukan perbaikan dan pembangunan tanggul laut serta percepatan proyek Tanggul Laut Semarang-Demak.

Baca juga: Tunjukkan Solidaritas, Pemkot Semarang Kerahkan Tim K9 untuk Evakuasi Korban Banjir dan Longsor Pekalongan 

Selain itu, melalui kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemkot Semarang secara aktif memberikan peringatan dini cuaca ekstrem melalui berbagai platform digital, termasuk aplikasi InfoBMKG dan media sosial.

Langkah lainnya, yakni revitalisasi dan peningkatan sistem drainase, pembangunan saluran drainase baru, serta perbaikan sistem drainase lama di wilayah perkotaan.

“Penerapan teknologi drainase vertikal (sumur resapan) dan biopori juga kita galakkan guna meningkatkan daya serap air ke dalam tanah,” tutur Mbak Ita.

Pembangunan waduk dan kolam retensi juga dilakukan sebagai upaya untuk menampung air sementara sebelum dialirkan ke laut.

Di samping itu, Pemerintah Kota Semarang juga berencana membangun waduk tambahan di Semarang Selatan dan Timur untuk mempercepat proses pengendalian banjir.

Baca juga: Sambut Imlek 2025, Pemkot Semarang Hiasi Kota dengan Ratusan Lampion 

“Tidak kalah penting juga adalah penerapan moratorium alih fungsi lahan resapan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan resapan air,” tegasnya.

Mbak Ita menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan prioritas utama dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Kami terus berupaya memperbaiki infrastruktur, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan," ungkapnya.

Adapun Pemkot Semarang menilai bahwa kolaborasi menjadi hal penting dalam penanganan banjir. Oleh sebab itu, kerja sama dengan BBWS, Kementerian PUPR, dan BMKG penting untuk mempercepar program pengendalian banjir.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkot Semarang Resmikan Embung Geomembran

Selain itu, juga sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) dalam mempercepat pembangunan tanggul laut Semarang-Demak guna mengatasi banjir rob secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan masalah banjir di Kota Semarang dapat dikendalikan secara efektif dan berkelanjutan.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Semarang
Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Semarang
Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Semarang
Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Semarang
Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Semarang
Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Semarang
Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Semarang
10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

Semarang
Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Semarang
Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Semarang
Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Semarang
Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Semarang
Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Semarang
Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Semarang
Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke