Bentang Harapan JakASA: Refleksi Kepemimpinan Jakarta dari Masa ke Masa

Kompas.com - 02/01/2025, 16:11 WIB
Dwinh,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti (Usakti) Yayat Supriyatna mengatakan bahwa pertemuan sejumlah tokoh penting pemimpin Jakarta dalam acara bertajuk “ Bentang Harapan JakASA” mencerminkan transisi kepemimpinan kota ini dari masa ke masa. 

“Meskipun setiap pemimpin memiliki visi dan misi yang berbeda, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Jakarta sebagai kota yang lebih baik dan sejahtera bagi warganya,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/1/2025).

Seperti diketahui, sejumlah tokoh penting pemimpin Jakarta berkumpul di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta dalam acara “Bentang Harapan JakASA”, Selasa (31/12/2024). Tokoh yang dimaksud, yakni Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Syaiful Hidayat, Sumarsono, hingga Anies Baswedan.

Baca juga: Kerinduan Pegawai Pemprov Jakarta pada Anies Baswedan...

Acara tersebut bukan hanya menjadi ajang formal bagi para mantan gubernur Jakarta untuk menyampaikan harapan dan aspirasi mereka bagi masa depan kota, tetapi juga simbol harmoni dan persatuan yang melintasi generasi kepemimpinan.

Dalam acara Bentang Harapan JakASA, mereka menuliskan harapan masing-masing untuk Jakarta di atas vinil yang dibentangkan di Balai Kota.

“Pertemuan kemarin itu menarik karena mempertemukan antar-generasi kepemimpinan Jakarta. Ini menjadi jembatan yang menunjukkan bagaimana transformasi Jakarta dari masa lalu hingga kini menuju kota global yang lebih maju dan menyongsong usia lima abad,” jelas Yayat.

Baca juga: Bisakah Kota Global Direalisasikan di Indonesia?

Setiap gubernur Jakarta memberikan warna dan nuansa berbeda yang membentuk wajah kota, seperti sekarang ini. Ada yang melanjutkan program-program yang telah berhasil, ada juga yang melakukan pembaruan dan perbaikan.

Meski cara dan pendekatannya berbeda, setiap pemimpin Jakarta memiliki kontribusi penting dalam menjadikan kota ini seperti sekarang.

Yayat menambahkan bahwa perbedaan tersebut menunjukkan kreativitas dan dinamika dalam kepemimpinan.

Menyongsong usia lima abad

Pada kesempatan tersebut, Yayat menyoroti kegiatan countdown menuju usia lima abad Jakarta.

Menurutnya, hitungan mundur tersebut bukan hanya simbol waktu, tetapi juga gambaran langkah maju yang harus terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama seluruh masyarakatnya.

“Kegiatan Bentang Harapan JakAsa adalah silaturahmi yang sangat positif. Kreatif dalam ide bukan berarti harus memutus silaturahmi. Pak Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta (Teguh Setyabudi) sangat berani dalam menggagas ide ini dan menghimpun para mantan gubernur. Kehadiran mereka melambangkan prinsip senasib sepenanggungan dalam kontribusi membangun Jakarta,” ujar Yayat.

Baca juga: Nusron Gandeng Basuki Percepat Pengukuran Tanah di IKN

Menurutnya, Jakarta bukanlah kota yang dibangun dari nol seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), melainkan sebuah kota yang terus berkembang, yang memiliki akar sejarah kuat.

Sejarah panjang Kota Jakarta adalah penanda penting dari masa lalu, yang kini tengah berkembang dengan tantangan dan peluang baru.

“Satu-satunya kota di Indonesia yang proses perubahannya sangat terlihat adalah Jakarta,” imbuh Yayat.

Toleransi dan persatuan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar memberikan apresiasi terhadap kegiatan Bentang Harapan JakAsa.

Ia menilai bahwa pertemuan para mantan gubernur Jakarta semakin menguatkan keyakinan bahwa kota ini dibangun dari nilai-nilai toleransi yang tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Pj Gubernur karena telah menjadikan Jakarta seperti Indonesia kecil. Menghimpun yang berserakan dan menyatukan yang berbeda. Kami sangat berharap Jakarta menjadi kiblat peradaban dunia Islam modern, kiblat percontohan untuk kesetaraan, toleransi antarumat beragama, dan kesetaraan gender,” ucap Nasarudin.

Terkini Lainnya
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Jakarta Maju Bersama
Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Jakarta Maju Bersama
Atasi Persoalan Sampah, Pemprov DKI Perbanyak TPS 3R

Atasi Persoalan Sampah, Pemprov DKI Perbanyak TPS 3R

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com