Penerima KJP Plus Gratis Masuk Tempat Wisata Edukatif, Orangtua Siswa Makin Bahagia

Kompas.com - 26/06/2025, 16:31 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung telah mengesahkan pemberian akses gratis ke sejumlah tempat wisata edukatif kepada siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Kebijakan ini dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi para siswa, sekaligus memperkenalkan pada kekayaan budaya dan sejarah Jakarta.

“Jadi, anak-anak penerima KJP Plus bisa masuk ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) secara gratis. Bukan hanya TMII yang kami gratiskan, tetapi juga ke (Taman Margasatwa) Ragunan, Ancol, dan Monumen Nasional (Monas), dan museum-museum,” kata Pramono.

Langkah tersebut turut didukung oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Rany Mauliani.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan langkah strategis dalam memperkaya pengalaman belajar siswa di luar sekolah, yaitu dengan mengenal lebih dalam budaya dan kekayaan bangsa.

“Oleh karena itu, DPRD Jakarta akan terus berkomitmen untuk mendukung anggaran dan kebijakan yang menunjang pendidikan gratis, berkualitas, dan inklusif untuk anak Jakarta,” kata Rany. 

Baca juga: Tanggapi Putusan MK soal Pendidikan Gratis, Muhammadiyah: Harus Realistis dan Pahami di Lapangan

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pemutakhiran data penerima KJP Plus. Dari pemutakhiran yang dilakukan, jumlah penerima KJP Plus pada 2025 meningkat dibanding tahun lalu dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,2 triliun.

Adapun pemberian akses gratis ini telah diluncurkan sejak April setelah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto mengatakan, pembukaan akses gratis ke Ancol diharapkan dapat memberikan dampak baik untuk siswa.

“Program KJP gratis masuk Ancol diharapkan dapat menambah keceriaan dan kegembiraan warga Jakarta dalam berwisata di Ancol Taman Impian,” kata Winarto.

Penggunaan KJP Plus untuk masuk ke tempat wisata secara gratis sangat mudah. Siswa hanya perlu membawa kartu KJP Plus yang masih aktif ke tempat wisata yang ingin dikunjungi.

Baca juga: Libur Sekolah, Pengelola Tempat Wisata Diimbau Perhatikan Keselamatan Pengunjung

Di loket masuk, petugas akan mengecek kesamaan data antara pengunjung dengan identitas yang tertera di kartu KJP Plus. Selanjutnya, siswa dapat langsung masuk untuk menikmati fasilitas yang tersedia di sana, seperti area pantai, naik bus wara-wiri, jogging track, dan Ecopark. 

Bermanfaat bagi para siswa

ilustrasi anak SD yang bisa kembali bersekolah berkat bantuan dana pendidikan KJP Plus.canva.com ilustrasi anak SD yang bisa kembali bersekolah berkat bantuan dana pendidikan KJP Plus.

Program KJP Plus merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan pendidikan yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Program ini sangat membantu para penerima KJP Plus agar mampu menyelesaikan pendidikan, meski keadaan perekonomian kurang memungkinkan.

Hal itu diungkapkan oleh Reni, salah satu orang tua murid penerima KJP Plus. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin ini mengaku sangat terbantu dengan KJP Plus yang diterima oleh anaknya.

Adapun anak Reni sudah menerima bantuan KJP Plus sejak kelas 2 sekolah dasar hingga kini telah menginjak kelas 2 sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Alhamdulillah, anak saya selalu menerima KJP Plus dari SD sampai sekarang. Tidak pernah terputus dan tidak pernah dipersulit (proses pendaftaran ulang),” kata Reni kepada Kompas.com, Rabu (25/6/2025).

Baca juga: Demi Pemerataan Kualitas Pendidikan, Pemprov DKI Jakarta Tambah Kuota Penerima KJP Plus dan KJMU

Terkait pemberian akses gratis ke tempat wisata kepada penerima KJP Plus, ia sangat mendukung program tersebut karena dapat membantu siswa masuk ke tempat wisata gratis. Anaknya, Mesi, juga telah memanfaatkannya untuk berkunjung ke Museum Nasional.

“Waktu itu anak saya sudah pakai ke Museum Nasional sama teman-temannya. Di sana, katanya, sudah ada petugas yang mengarahkan. Jadi, tinggal kasih kartu KJP Plus, nanti petugas langsung gesek ke mesin electronic data capture (EDC) khusus KJP Plus. Ya, daripada ke mal,” ucap Reni.

Selain itu, kata dia, anaknya juga menggunakan KJP Plus untuk naik Transjakarta secara gratis saat berangkat dan pulang sekolah. Reni menilai, layanan KJP Plus ini juga mempermudah anaknya untuk berangkat sekolah sendiri.

“Anak saya jadi mandiri karena bisa berangkat sekolah sendiri. Kebetulan akses menuju sekolahnya dilewati Transjakarta. Jadi, saya tidak perlu antar,” jelas Reni.

Baca juga: Halte Transjakarta dengan Sepeda Statis, Dinilai Inovatif tapi Tak Tepat Sasaran

Ia pun berharap agar pemerintah terus melanjutkan program KJP Plus. Terlebih program lanjutan KJP Plus, yaitu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang ia rencanakan akan dipakai untuk anaknya berkuliah.

Kartu KJP PlusPemprov DKI Jakarta Kartu KJP Plus

“Dari pihak sekolah sudah mengingatkan ada KJMU untuk kuliah nanti. Alhamdulillah, harapan saya agar anak bisa dipermudah menjadi sarjana. Saya dan Mesi sangat terbantu dengan dana bantuan dari pemerintah. Saya sangat berterima kasih,” papar Reni.

Senada dengan Reni, Wiwik, salah satu orangtua yang juga anaknya mendapat KJP Plus mengatakan bahwa program ini memberikan banyak manfaat bagi para siswa. Tidak hanya keperluan sekolah, dana yang dikirimkan ke KJP Plus ia pergunakan pula untuk membeli sembako murah.

“Saya gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan sembako. Sangat membantu untuk anak saya dan keluarga. Apalagi sekarang semua serba mahal,” kata Wiwik.

Baca juga: Hari Keluarga Nasional 29 Juni, Sejarah dan Temanya Tahun 2025

Terkait pemberian akses gratis ke tempat wisata, Wiwik mengaku dirinya belum mencoba fasilitas tersebut. Namun, ia akan mencobanya dalam waktu dekat selama libur sekolah tahun ajaran baru.

“Jujur, saya belum pernah coba, tapi dari orangtua murid lain sudah ada yang coba. Bagus, ya, kalau bisa gratis ke Ancol. Mungkin nanti saya akan ajak anak saya ke sana. Mumpung lagi liburan,” ujar Wiwik.

Tempat wisata yang digratiskan bagi pemegang KJP Plus yaitu Ancol Taman Impian, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti, Museum M.H. Thamrin, Museum Joang ’45, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Museum Betawi, Rumah Si Pitung, Taman Benyamin Sueb, dan Museum Arkeologi Onrust. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com