Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Kompas.com - 17/10/2025, 16:53 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Berkunjung ke kebun binatang pada pagi atau siang hari adalah hal lumrah. Namun, apa jadinya jika berkunjung ke kebun binatang pada malam hari?

Sensasi inilah yang ditawarkan Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR) resmi melakukan uji coba wisata malam bertema Night at The Ragunan Zoo, pada Sabtu (11/10/2025).

Warga pun menyambut positif wisata malam ini. Arienda (38) datang ke Ragunan bersama keluarga. Ia mengaku puas dapat merasakan pengalaman melihat aktivitas hewan nokturnal pada malam hari.

“Saya dan suami memang suka jalan-jalan. Begitu tahu kalau Ragunan buka malam hari, kami langsung ajak anak-anak. Selama ini kan selalu datang pagi atau siang. Jadi, ingin tahu kalau malam hari perbedaannya apa,” kata Arienda kepada Kompas.com, Kamis (16/10/1015).

Tiba pukul 20.00 WIB, Arienda merasakan suasana berbeda. Desiran angin malam membuat kulit lebih dingin. Suasana sangat meriah diiringi cahaya lampu yang banyak terpasang di pinggir jalan.

“Pas sampai, ternyata ramai juga, ya. Ada yang bawa perbekalan dan tikar. Ada yang berjualan juga, jadi kalau mau makan tidak repot. Ramainya seperti siang hari kalau ke sini,” jelas Arienda.

Menurut Arienda, hal yang membedakan saat berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan pada malam hari adalah kehadiran petugas yang memantau situasi. Selain mengamankan lokasi, petugas sigap memberikan informasi mengenai peraturan kunjungan.

Secara keseluruhan, Arienda menilai pembukaan Taman Margasatwa Ragunan pada malam hari memberikan pengalaman baru yang sangat menarik untuk dicoba.

“Ternyata tidak semua area dibuka dan harus didampingi oleh petugas juga dengan rute yang telah ditentukan. Kalau mau berkeliling, harus naik buggy car dengan petugas ke area khusus hewan-hewan nokturnal,” paparnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menjadi daerah yang paling siap dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA). Kompas.com/ Ruby Rachmadina Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menjadi daerah yang paling siap dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA).

Gubernur Pramono menilai Night at The Ragunan Zoo terbukti mampu menarik minat masyarakat.

“Di luar dugaan. Baru hari pertama, antrean sudah terjadi. Untuk itu, saya pikirkan penanganan parkir dalam jangka menengah panjang harus jadi prioritas utama. Jangan sampai kemacetan terjadi setiap malam Minggu di Ragunan,” kata Pramono, seperti diberitakan oleh Kompas.com, Senin (13/10/2025).

Ia menilai, lonjakan jumlah pengunjung pada malam perdana pembukaan menunjukkan daya tarik baru Ragunan. Pramono menyebut banyak warga dari luar Jakarta yang datang ke Ragunan untuk menikmati suasana yang berbeda.

“Ada yang meminta jangan hanya Sabtu malam. Tetapi saya memutuskan untuk buka Sabtu malam saja dulu,” ujar Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri mengatakan, pembukaan Ragunan hingga malam hari bertujuan untuk memperluas akses edukasi satwa sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif.

“Ragunan sebagai alternatif hiburan keluarga di malam hari. Masyarakat kini dapat menikmati suasana hutan kota di malam hari sambil belajar mengenal perilaku hewan, khususnya satwa nokturnal,” ujarnya, seperti dikutip dari Jakarta.go.id.

Baca juga: Pengelola Pertimbangkan Perluas Area untuk Ragunan Night Zoo Berikutnya

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, pelaksanaan Night at The Ragunan Zoo akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan kesiapan fasilitas. Selain menjadi sarana edukasi, Fajar berharap Taman Margasatwa Ragunan dapat menjadi ruang rekreasi yang sehat, aman, dan nyaman.

“Bila berjalan baik, program ini berpeluang menjadi agenda rutin wisata malam kota Jakarta, sebab kota ini butuh ruang publik yang aman dan mendidik,” ucapnya.

Night at The Ragunan Zoo dibuka mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Tarif masuknya, yaitu Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak, dengan waktu pembelian tiket maksimal pukul 21.00 WIB.

UPTMR merancang area yang dapat dikunjungi masyarakat pada malam hari. Rutenya juga sudah dilengkapi dengan peta digital untuk membantu pengunjung. Ada juga pemandu dan penjaga satwa yang siap menjelaskan tentang satwa nokturnal, termasuk mengadakan sesi makan pada waktu tertentu.

Area seluas 1,8 kilometer disiapkan bagi pengunjung yang ingin olahraga atau sekadar bersantai bersama keluarga. UPTMR menyediakan buggy car yang dapat disewa dengan tarif Rp 250.00 per jam untuk lima orang.

Taman Margasatwa Ragunan juga dilengkapi dengan CCTV di sejumlah titik untuk memantau keamanan. Satpol PP Pariwisata rutin berpatroli untuk memastikan keamanan. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com