Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Kompas.com - 28/10/2025, 14:38 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta terus mengupayakan peningkatan kesehatan warga. Salah satunya melalui program Kampung Siaga TBC untuk mengentaskan penyakit Tuberkulosis (TBC).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Kampung Siaga TBC sebagai wilayah percontohan dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, hingga edukasi masyarakat terkait tuberkulosis (TBC). Ia menekankan pentingnya peran aktif perangkat warga seperti RW di tingkat kelurahan dalam menekan penyebaran penyakit ini.

“Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat gerakan Kampung Siaga TBC sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menemukan dan mendampingi pasien hingga sembuh. Kami berkomitmen menyediakan layanan TBC yang terpadu, mudah diakses, dan gratis,” ujar Rano, dikutip dari Jakarta.go.id, Kamis (23/10/2025).

Melalui program ini, masyarakat diharapkan terlibat langsung dalam penanganan TBC. Relawan, kader, perangkat wilayah, hingga keluarga pasien didorong untuk aktif berperan.

“Peran warga sangat penting. TBC bisa disembuhkan asal pasien mendapat dukungan penuh dari lingkungannya. Ini praktik baik yang harus ditularkan ke seluruh Jakarta,” tegas Rano.

Baca juga: Tekan Kasus Tuberkulosis, Pemkot Jakut Bentuk Kampung Siaga TBC di 31 Kelurahan

Ia juga menyoroti masih adanya stigma negatif terhadap penderita TBC yang membuat banyak pasien enggan berobat.

“Padahal, TBC bisa sembuh. Justru mereka yang sedang berobat butuh semangat dan dukungan agar lekas pulih. Gerakan ini dimulai dari kampung, demi mewujudkan Jakarta Bebas TBC 2030,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan, penemuan kasus TBC di Jakarta meningkat signifikan. Pada 2022 tercatat 45.861 kasus, naik 102 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2023 jumlahnya mencapai 60.420 kasus, dan pada 2024 sebanyak 66.072 kasus. Hingga Oktober 2025, ditemukan 45.468 kasus.

“Kami terus memperkuat kolaborasi agar program Kampung Siaga TBC semakin efektif dalam meningkatkan deteksi kasus dan mempercepat eliminasi TBC,” ujar Ani.

Selain penguatan Pencarian Kasus Aktif (Active Case Finding), Dinkes juga melakukan skrining berbasis masyarakat dan memanfaatkan Aplikasi JakScan untuk mempercepat deteksi dini.

Baca juga: Menkes Beberkan Capaian 1 Tahun Prabowo-Gibran: Cek Kesehatan Gratis hingga Eliminasi TBC

Dukungan juga datang dari pengamat tata kota Nirwono Joga. Ia menilai pendekatan komunitas seperti Kampung Siaga TBC sangat tepat.

“RT dan RW lebih memahami kondisi warganya, termasuk lingkungan dan kebiasaan yang bisa memicu penularan. Penanganan TBC bukan hanya soal pengobatan, tapi juga perbaikan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Nirwono, DPRD DKI juga tengah membahas penganggaran untuk menata kawasan padat dan kumuh agar lebih sehat. Anggaran itu diharapkan disetujui dalam RAPBD 2026, sehingga program penataan kawasan dan pemberantasan TBC dapat dimulai tahun depan.

“Kawasan kumuh yang rawan TBC akan menjadi prioritas. Targetnya, dalam lima tahun seluruh wilayah tertata dan bebas TBC,” tuturnya.

Ia menambahkan, sosialisasi juga perlu digencarkan untuk membangun pemahaman warga mengenai penyebab dan pencegahan TBC.

“Gerakan ini harus dijalankan dengan prinsip 3M. Mudah karena melibatkan komunitas, Murah tanpa biaya tinggi, dan Meriah dengan partisipasi masyarakat luas. Hasilnya bisa dilihat dari penurunan jumlah penderita dan kawasan rawan TBC tiap tahun,” ujar Nirwono. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Jakarta Maju Bersama
Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com