Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Kompas.com - 24/10/2025, 17:25 WIB
Dwinh

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, segera memiliki destinasi baru bernama Sentra Fauna dan Kuliner. Tempat ini menghadirkan ruang ekonomi baru dengan konsep wisata kuliner dan edukasi fauna.

Lokasinya tepat berada di pinggir jalan strategis dan ramai, yaitu Jalan Raya Lenteng Agung dan tak jauh dari Stasiun Lenteng Agung. Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung diharapkan dapat menjadi magnet wisata baru di Jakarta Selatan.

Rika (36), warga sekitar lokasi, mengaku penasaran dengan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Setiap hari, ia melewati tempat itu dan menyadari sudah ada bangunan baru berbentuk kios-kios.

“Yang saya tahu di sini pindahan dari Barito. Katanya mau dikumpulkan di sini supaya lebih rapi. Penasaran jadinya seperti apa kalau sudah jadi nanti,” kata Rika kepada Kompas.com, Kamis (23/10/2025).

Ia berharap Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung bisa memberikan nuansa baru serta dampak positif bagi pedagang dan warga. Rika juga berharap tempatnya dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung, seperti taman dan area bermain.

“Mungkin ditambah pohon atau area hijau biar pengunjung betah dan hewan-hewan juga tidak kepanasan. Terus, penting juga dijaga soal kesehatan hewannya, biar nggak cuma tempat jual beli, tapi juga jadi sentra yang memperhatikan kesejahteraan satwanya. Kalau itu bisa dijaga, saya yakin tempat ini bakal jadi ikon baru Lenteng Agung,” jelas Rika.

Baca juga: Sentra Fauna Lenteng Agung Rampung Dibangun, Bisa Langsung Dihuni Pedagang

Senada dengan Rika, Gita (24), juga antusias dengan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Jika sudah rampung, ia tertarik berkunjung bersama teman-temannya.

“Tertarik untuk lihat hewan-hewan yang ada di sini. Kalau ada tempat makan juga, semakin enak untuk nongkrong kalau sore atau malam hari,” kata Gita.

Ia juga berharap Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dapat menjadi sarana edukasi hewan yang baik, seperti mengetahui cara merawat hewan, khususnya burung.

“Semoga juga disediakan area parkir yang memadai, untuk mobil ataupun motor. Lokasinya parkir yang tidak terlalu jauh akan memudahkan pengunjung untuk datang,” jelas Gita.

Tak hanya dari warga sekitar, salah satu pedagang kuliner, Mujiyati, juga menaruh harapan yang sama. Ia ingin setelah memilih kios barunya di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, usahanya semakin lancar. 

“Kami ingin memulai lagi dengan semangat baru di tempat ini. Semoga rezekinya lebih baik, pembelinya ramai, dan sentra ini bisa jadi tempat yang hidup. Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI yang sudah menyiapkan tempat selayak ini,” kata Mujiyati, seperti dikutip dari Beritajakarta.id, Jumat (17/10/2025).

Baca juga: Ini Rencana Penataan Pedagang di Alun-alun Selatan Yogyakarta

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta melakukan penataan pedagang dari kawasan Taman Barito ke Lenteng Agung sejak Agustus 2025. Langkah ini sebagai bagian dari penataan kawasan Barito yang akan dibangun Taman Bendera Pusaka. Proses pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung telah mencapai 96 persen dan segera dioperasikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, setelah pembangunan selesai, para pedagang dapat langsung menempati lokasi baru. Menurutnya, para pedagang sudah menyetujui rencana penataan karena telah disosialisasikan sebelumnya.

“Saya sudah minta, kalau memang sudah selesai, pedagang segera berjualan di sana. Sementara, kami juga memastikan agar lokasi baru memiliki fasilitas memadai dan strategis karena dekat dengan stasiun kereta,” kata Pramono, seperti diberitakan oleh Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan, pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas usaha baru yang modern dan nyaman.

“Kami berupaya untuk menghadirkan fasilitas usaha yang lebih tertata dan berdaya saing tinggi bagi para pelaku UMKM. Di sana para pelaku usaha, termasuk yang selama ini berjualan di kawasan Barito, akan mendapatkan tempat yang lebih layak dan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” kata Ratu, seperti dikutip dari Jakarta.go.id, Selasa (14/10/2025).

Baca juga: Sentra Fauna Lenteng Agung Rampung Dibangun, Bisa Langsung Dihuni Pedagang

Pengembangan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibagi menjadi lima zona, yaitu Zona A, B, C, D, dan E. Setiap zona memiliki peruntukannya sendiri dengan total 125 kios. Zona A terdiri dari 22 kios untuk kuliner, Zona B untuk Amphitheater (sekitar 70 seat), Zona C & D berjumlah 74 kios burung serta hewan, dan Zona E terdiri dari 29 kios untuk parsel dan kuliner tambahan.

Selain area untuk para pedagang, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari area parkir yang luas, musala, toilet, hingga area pertunjukan seni dan budaya di area amphitheater.

“Dengan dukungan fasilitas, pelatihan, dan promosi yang terintegrasi melalui program Jakprenuer, kami harap mereka bisa berkembang lebih besar dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang baru,” papar Ratu.

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibangun di atas lahan sekitar 7.500 meter per segi, 2.000 meter di antaranya dialokasikan untuk pedagang Barito. Tiap kios dilengkapi pintu rolling door dan listrik, sehingga pedagang dapat langsung menempati kios untuk berjualan. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Jakarta Maju Bersama
Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com