JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, segera memiliki destinasi baru bernama Sentra Fauna dan Kuliner. Tempat ini menghadirkan ruang ekonomi baru dengan konsep wisata kuliner dan edukasi fauna.
Lokasinya tepat berada di pinggir jalan strategis dan ramai, yaitu Jalan Raya Lenteng Agung dan tak jauh dari Stasiun Lenteng Agung. Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung diharapkan dapat menjadi magnet wisata baru di Jakarta Selatan.
Rika (36), warga sekitar lokasi, mengaku penasaran dengan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Setiap hari, ia melewati tempat itu dan menyadari sudah ada bangunan baru berbentuk kios-kios.
“Yang saya tahu di sini pindahan dari Barito. Katanya mau dikumpulkan di sini supaya lebih rapi. Penasaran jadinya seperti apa kalau sudah jadi nanti,” kata Rika kepada Kompas.com, Kamis (23/10/2025).
Ia berharap Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung bisa memberikan nuansa baru serta dampak positif bagi pedagang dan warga. Rika juga berharap tempatnya dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung, seperti taman dan area bermain.
“Mungkin ditambah pohon atau area hijau biar pengunjung betah dan hewan-hewan juga tidak kepanasan. Terus, penting juga dijaga soal kesehatan hewannya, biar nggak cuma tempat jual beli, tapi juga jadi sentra yang memperhatikan kesejahteraan satwanya. Kalau itu bisa dijaga, saya yakin tempat ini bakal jadi ikon baru Lenteng Agung,” jelas Rika.
Baca juga: Sentra Fauna Lenteng Agung Rampung Dibangun, Bisa Langsung Dihuni Pedagang
Senada dengan Rika, Gita (24), juga antusias dengan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Jika sudah rampung, ia tertarik berkunjung bersama teman-temannya.
“Tertarik untuk lihat hewan-hewan yang ada di sini. Kalau ada tempat makan juga, semakin enak untuk nongkrong kalau sore atau malam hari,” kata Gita.
Ia juga berharap Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dapat menjadi sarana edukasi hewan yang baik, seperti mengetahui cara merawat hewan, khususnya burung.
“Semoga juga disediakan area parkir yang memadai, untuk mobil ataupun motor. Lokasinya parkir yang tidak terlalu jauh akan memudahkan pengunjung untuk datang,” jelas Gita.
Tak hanya dari warga sekitar, salah satu pedagang kuliner, Mujiyati, juga menaruh harapan yang sama. Ia ingin setelah memilih kios barunya di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, usahanya semakin lancar.
“Kami ingin memulai lagi dengan semangat baru di tempat ini. Semoga rezekinya lebih baik, pembelinya ramai, dan sentra ini bisa jadi tempat yang hidup. Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI yang sudah menyiapkan tempat selayak ini,” kata Mujiyati, seperti dikutip dari Beritajakarta.id, Jumat (17/10/2025).
Baca juga: Ini Rencana Penataan Pedagang di Alun-alun Selatan Yogyakarta
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta melakukan penataan pedagang dari kawasan Taman Barito ke Lenteng Agung sejak Agustus 2025. Langkah ini sebagai bagian dari penataan kawasan Barito yang akan dibangun Taman Bendera Pusaka. Proses pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung telah mencapai 96 persen dan segera dioperasikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, setelah pembangunan selesai, para pedagang dapat langsung menempati lokasi baru. Menurutnya, para pedagang sudah menyetujui rencana penataan karena telah disosialisasikan sebelumnya.
“Saya sudah minta, kalau memang sudah selesai, pedagang segera berjualan di sana. Sementara, kami juga memastikan agar lokasi baru memiliki fasilitas memadai dan strategis karena dekat dengan stasiun kereta,” kata Pramono, seperti diberitakan oleh Kompas.com, Jumat (3/10/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan, pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas usaha baru yang modern dan nyaman.
“Kami berupaya untuk menghadirkan fasilitas usaha yang lebih tertata dan berdaya saing tinggi bagi para pelaku UMKM. Di sana para pelaku usaha, termasuk yang selama ini berjualan di kawasan Barito, akan mendapatkan tempat yang lebih layak dan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” kata Ratu, seperti dikutip dari Jakarta.go.id, Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Sentra Fauna Lenteng Agung Rampung Dibangun, Bisa Langsung Dihuni Pedagang
Pengembangan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibagi menjadi lima zona, yaitu Zona A, B, C, D, dan E. Setiap zona memiliki peruntukannya sendiri dengan total 125 kios. Zona A terdiri dari 22 kios untuk kuliner, Zona B untuk Amphitheater (sekitar 70 seat), Zona C & D berjumlah 74 kios burung serta hewan, dan Zona E terdiri dari 29 kios untuk parsel dan kuliner tambahan.
Selain area untuk para pedagang, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari area parkir yang luas, musala, toilet, hingga area pertunjukan seni dan budaya di area amphitheater.
“Dengan dukungan fasilitas, pelatihan, dan promosi yang terintegrasi melalui program Jakprenuer, kami harap mereka bisa berkembang lebih besar dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang baru,” papar Ratu.
Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibangun di atas lahan sekitar 7.500 meter per segi, 2.000 meter di antaranya dialokasikan untuk pedagang Barito. Tiap kios dilengkapi pintu rolling door dan listrik, sehingga pedagang dapat langsung menempati kios untuk berjualan. (Rindu Pradipta Hestya)