Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Kompas.com - 04/04/2026, 10:31 WIB
Agung Dwi E

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta difasilitasi oleh undangan Wali Kota Jakarta Timur menggelar forum diskusi dengan warga sekitar Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan pada Jumat (13/2/2026).

Agenda tersebut dihadiri jajaran Wali Kota Jakarta Timur, camat dan lurah se-Kecamatan Cakung, perwakilan DLH Jakarta, serta warga sekitar. Pertemuan ini membahas penataan kawasan di lingkungan Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung serta masukan warga terkait pengoperasian RDF Plant Rorotan.

Kepala DLH Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya terus membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat. Ia berkomitmen bahwa setiap tahap pengoperasian dilakukan secara hati-hati, berbasis data, dan mengutamakan perlindungan lingkungan.

“Prinsip kehati-hatian akan menjadi pegangan kami. Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat,” kata Asep, seperti dikutip dari Beritajakarta.id, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. DLH Jakarta juga memastikan tidak menutup mata terhadap keresahan warga.

“Masukan dari masyarakat sekitar menjadi alarm penting bagi kami untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Baca juga: RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Bentuk tim kerja pemantauan

Berdasarkan Keputusan Sekretariat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 18 Tahun 2026 yang diterima Kompas.com, Selasa (4/3/2026), DLH Jakarta membentuk Tim Kerja Pemantauan Kegiatan Pengoperasian RDF Plant Jakarta.

Keanggotaan tim terdiri atas pengarah, ketua, sekretaris, dan anggota, yang melibatkan Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST), Inspektur Provinsi DKI Jakarta, serta para pejabat wilayah seperti wali kota Jakarta Timur dan wali kota Jakarta Utara.

Unsur kecamatan dan kelurahan juga dilibatkan, termasuk camat dan lurah di wilayah terdampak. Camat Cilincing dan camat Cakung turut menjadi anggota tim.

Di tingkat kelurahan, lurah Cilincing, lurah Cakung, lurah Rorotan, lurah Cakung Timur, serta lurah Ujung Menteng juga bertindak sebagai anggota.

Warga turut diberi peran dalam tim ini. Unsur pengurus RW 06, 07, 08, dan 09 Kelurahan Rorotan dilibatkan sesuai usulan Wali Kota Jakarta Utara.

Dari wilayah Jakarta Timur, pengurus RW 07, 08, 10, dan 14 Kelurahan Cakung Timur serta RW 07 Kelurahan Ujung Menteng ikut menjadi anggota tim.

Selain itu, unsur konsorsium dari PT Wijaya Karya Tbk dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk juga masuk dalam daftar anggota.

Setiap unsur memiliki peran berbeda. Pengarah melakukan koordinasi dan monitoring evaluasi, ketua melaporkan hasil kerja tim secara berkala, dan sekretaris menyusun rencana kerja serta menerima aspirasi warga.

Unsur warga berperan mendorong pemilahan sampah rumah tangga serta melakukan pemantauan operasional dan pengendalian lingkungan setiap satu bulan sekali.

Sementara itu, unsur konsorsium bertanggung jawab memastikan teknologi pengolahan sampah serta alat pengendali emisi dan kebauan beroperasi optimal selama masa kontrak.

Baca juga: Pramono Targetkan RDF Rorotan Olah 1.000 Ton Sampah, Kurangi Beban Bantargebang

SOP pengangkutan dan pengolahan sampah

DLH Jakarta juga menerapkan standard operating procedure (SOP) khusus untuk memastikan pengoperasian RDF Plant Rorotan berjalan sesuai standar dan meminimalkan potensi gangguan, termasuk bau dan distribusi sampah.

SOP tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni SOP pengangkutan sampah dan SOP pengolahan sampah.

SOP pengangkutan sampah

Tahap pertama dilakukan pengawasan di sumber sampah atau tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R) dengan prioritas pada sampah anorganik dan organik berkadar air rendah.

Tahap awal menargetkan 500 ton sampah per hari selama 15 hari, kemudian meningkat menjadi 1.000 ton per hari selama 30 hari berikutnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Tahap kedua mengatur spesifikasi armada. Truk kompaktor yang digunakan harus berasal dari Tahun Anggaran 2024 dan 2025, dengan seal gate dalam kondisi baik dan tidak bocor.

“Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk kompaktor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” papar Asep.

Tahap ketiga adalah pengecekan teknis armada di dua titik check point di Ujung Jalan Bekasi Raya dan Ujung Jalan Marunda Makmur.

“Pengawasan turut dilakukan melalui dua pos pantau yang ditempatkan di akses utama, dari arah Jakarta Timur dan Jakarta Utara,” ucap Asep.

SOP pengolahan sampah

SOP pengolahan sampah difokuskan pada kesiapan fasilitas dan pengendalian lingkungan. Pertama, seluruh personel wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan.

Kedua, pengendalian bau dilakukan melalui sistem ducting, fan, advanced oxidation, reaktor scrubber, dan filter karbon aktif.

Ketiga, untuk pengendalian emisi, perangkat di tiga line utama harus berfungsi optimal, seperti rotary dryer, cyclone fan, ID fan, water scrubber, baghouse filter, wet scrubber, wet electrostatic precipitator, carbon active, dan stack.

Keempat, monitoring kualitas udara dilakukan melalui delapan unit Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang berlokasi di beberapa titik, mulai dari Metland Menteng, SDN Rorotan 3 Pagi, SDN Cakung Timur 05, Rusun Rorotan, Jakarta Garden City Shinano, SMKN 4 Jakarta Utara, Taman Sungai Kendal, hingga Taman RW 09 Rorotan.

Kelima, dilakukan pengawasan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar berjalan normal, dengan kondisi cover geomembrane kedap udara serta memastikan mesin beroperasi dengan baik.

Tahap terakhir adalah final check pada pengemasan RDF guna mencegah kebocoran sebelum dikirim ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com