Besok Pagi, Ribuan Pesilat dan Penari Siap Meriahkan Jakarta dalam Warna

Kompas.com - 05/07/2025, 14:08 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta akan menggelar “ Jakarta dalam Warna” pada Minggu (6/7/2025) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Acara yang bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day ini menghadirkan pertunjukan budaya kolosal yang meriah dengan ribuan penampilan khas budaya Betawi.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, “Jakarta dalam Warna” merupakan bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya, kreativitas seni, dan dinamika masyarakat ibu kota. Acara ini juga menjadi ajang promosi dan pelestarian warisan budaya Betawi kepada masyarakat luas, baik domestik maupun mancanegara.

“Jakarta dalam Warna bukan sekadar ajang seni dan budaya, tetapi juga wadah bagi semua elemen masyarakat untuk merayakan kreativitas, toleransi, dan semangat kebersamaan. Di tengah pesatnya perkembangan kota, keindahan Jakarta tetap terletak pada keberagaman budayanya,” kata Marulina, dikutip dari jakarta.go.id, Kamis (3/7/2025).

Marulina menambahkan, pelaksanaan “Jakarta dalam Warna” juga menjadi upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung visi Kota Global Berbudaya. 

Baca juga: Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Trotoar Masih Tak Ramah Pejalan

”Jakarta dalam Warna” melibatkan kolaborasi lintas komunitas dan institusi dengan menghadirkan keberagaman budaya lokal dalam format yang atraktif dan inklusif. Tak kurang dari 5.000 pesilat dan lebih dari 2.000 penari tradisional Jakarta turut memeriahkan acara ini.

Acara akan dibuka dengan penampilan marching band dari Jakarta Drum Corps bersama dengan ondel-ondel raksasa. Selanjutnya, akan tampil atraksi dari Devile Pesilat, yang menghadirkan pesilat dari berbagai perguruan dengan jurus kolosal khas silat Betawi serta aksi pematahan 100 hebel.

Rangkaian berikutnya diisi dengan tarian kolosal Betawi yang dibawakan secara serentak. Puncaknya adalah kolaborasi koreografi antara pesilat dan penari, memadukan gerakan silat dengan tarian tradisional.

“Jakarta dalam Warna” juga akan dimeriahkan oleh penampilan sejumah artis ternama, seperti Happy Salma, Ufa Sofura, Ayu Ting Ting, dan Jiung Band. Sementara itu, Maudy Koesnaedi, Mandra, dan Indra Herlambang akan menjadi pemandu acara hingga selesai.

Baca juga: Hwang In Youp Fan Meeting, Indra Herlambang: Aktor Paling Fan Service di Dunia

Merayakan Jakarta dalam warna budaya

Pertunjukan seni khas Betawi, Ondel-ondel.DOK. Pemprov DKI Jakarta Pertunjukan seni khas Betawi, Ondel-ondel.

“Jakarta dalam Warna” menjadi ajang yang kental dengan nuansa budaya, menyatukkan warisan silat khas Betawi, tarian, dan kreativitas modern. Acara ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Betawi melalui berbagai penampilan terbaik para pengisi acara.

Salah satu pengisi acaranya adalah aktris Prisia Nasution yang akan memperagakan jurus-jurus silat khas Betawi. Prisia memang dikenal sebagai praktisi bela diri yang aktif. 

“Ajak semua keluarga datang untuk meramaikan acara ini. Ketemu di sana, ya,” kata Prisia, Jumat, (4/7/2025).

Selain itu, Ufa Sofura juga mengajak warga untuk hadir dalam acara ini. Ia akan tampil bersama Happy Salma dalam kolaborasi narasi dan gerak dengan sentuhan budaya lokal Betawi.

“Jangan lupa datang ke Jakarta dalam Warna 2025 pas car free day, ya. Jam 06.00 pagi sudah mulai,” ujar Ufa.

Baca juga: Ayu Ting Ting Sudah Pulang Setelah 4 Hari Dirawat di Rumah Sakit

Pedangdut Ayu Ting Ting, yang akan tampil di panggung utama, juga mengajak warga untuk datang, bahkan sejak pagi. Ayu akan tampil bersama Jiung Band sebagai salah satu highlight dalam rangkaian acara Jakarta dalam Warna 2025.

“Pokoknya ajak Encang, Encing, Nyak, Babe. Kita ramaikan bareng,” seru Ayu.

Dengan banyaknya penampilan seni yang meriah, Rini, salah satu warga Salemba, mengaku tertarik untuk hadir.

“Sepertinya saya akan datang dengan kakak saya. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah. Sekalian CFD-an,” kata Rini kepada Kompas.com, Jumat.

Salah satu penampilan yang ia nantikan adalah atraksi pematahan hebel oleh para pesilat. Sebagai seseorang yang pernah belajar bela diri, Rini ingin menyaksikan atraksi tersebut secara langsung.

Baca juga: Penerjun Payung yang Jatuh Saat Atraksi di HUT Bhayangkara Alami Patah Tulang

“Ingin lihat atraksi pematahan hebel. Saya juga ingin melihat Prisia (karena) penasaran nanti penampilannya akan seperti apa,” ujar Rini.

Menurut Rini, acara kebudayaan seperti “Jakarta dalam Warna” perlu lebih sering dihadirkan. Ia berharap, acara ini dapat mengingatkan kembali bahwa Jakarta memiliki banyak budaya menarik yang patut diperkenalkan kepada generasi muda.

“Saya suka kalau Jakarta mengadakan event kebudayaan seperti ini. Tidak cuma megah dan meriah, tapi juga sekaligus memperkenalkan budaya Betawi di pusat keramaian kepada warga dari berbagai kalangan dan usia,” ucap Rini. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com