Contract Farming, Cara Pemprov DKI Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta

Kompas.com - 20/08/2025, 13:30 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.comKetahanan pangan wajib diwujudkan oleh pemerintah, apalagi di Ibu Kota. Berdasarkan data terkini, Jakarta butuh sekitar 2.580 ton beras per hari atau 941.791 ton per tahun. Padahal, ketersediaan lahan di Jakarta hanya sekira 400 hektare. Angka ini tentu saja tak mencukupi kebutuhan beras warga Ibu Kota. 

Guna mengatasi ketimpangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, melalui PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), melakukan contract farming atau pertanian kontrak. Dalam sistem ini, pembeli dan petani menyepakati persyaratan produksi dan pemasaran, termasuk harga dan kualitas produk. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan contract farming menjaga ketersediaan pangan di Jakarta. Ia mencontohkan, penanaman padi di Karawang, yang mencakup 589 hektare sawah, menghasilkan 1.546 ton beras hingga akhir 2025.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Ini sekaligus membuka peluang baru bagi petani untuk semakin meningkatkan produksi serta kesejahteraannya,” kata Pramono, saat menghadiri panen raya dan penyerahan bantuan sarana pertanian di Karawang, Jawa Barat, seperti dikutip dari Jakarta.go.id.

Dalam kesempatan itu, Pramono berjanji menggaet lebih banyak daerah, terutama yang hasil panennya surplus. Ia menargetkan kerja sama di lahan seluas 7.500 hektare yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Baca juga: Panen Gabah di Lahan Sitaan Korupsi Benny Tjokro Berpotensi Hasilkan Rp 51,48 Miliar

“Dengan demikian, pelayanan publik dapat semakin optimal. Hal ini sekaligus menciptakan kesejahteraan yang lebih adil dan merata,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri panen raya padi di Desa Kutawargi, Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025). Foto: Adi Cahyadi/Humas DKI Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri panen raya padi di Desa Kutawargi, Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025). 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, berharap ada kerja sama di bidang lain untuk memperkuat hubungan antardaerah. “Mudah-mudahan, nanti kita bisa melakukan ekspansi terhadap resi gudang. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Kami menghaturkan banyak terima kasih,” kata Aep.

Pengamat pangan, Khudori, mengatakan contract farming sukses menjaga stabilitas stok pangan di Jakarta. 

“Langkah ini perlu dilakukan karena Jakarta bukan daerah produsen. Cara ini dapat membantu memastikan stok beras cukup,” kata Khudori kepada Kompas.com, Selasa (19/8/2025).

Menurut Khudori, contract farming dapat menyiasati stok beras yang bersifat musiman. Dengan cara ini, harga jual tidak fluktuatif seperti di pasar bebas.

Contract farming memberikan kepastian pasokan volume beras sepanjang tahun yang lebih terjamin. Jadi, bisa mengandalkan dari daerah lain yang telah menjadi bagian dari program ini,” ujar Khudori.

Baca juga: Mahasiswa IPB Latih Petani Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Cair

Khudori berharap Pemprov DKI Jakarta konsisten memberikan pembiayaan modal, seperti bibit, pupuk, dan biaya pengelolaan lahan. Diperlukan juga pendampingan untuk petani dalam mengatasi masalah panen, seperti cuaca, hama, dan potensi kegagalan panen.

“Harus ada agronomis yang secara rutin membantu menyelesaikan masalah teknis di lapangan. Ini perlu dilakukan agar hasil panen memiliki kualitas yang baik dan mampu memenuhi kuantitas produksi,” ucap Khudori.

Menurut Khudori, Pemprov DKI Jakarta, BUMD, dan pemda terkait harus memperhatikan kesejahteraan petani yang ikut terlibat dalam program ini. Seiring berjalannya program, harus ada evaluasi dan perbaikan agar memberikan dampak positif bagi semua pihak.

“Program ini harus memastikan petani mendapatkan nilai lebih, mulai dari peningkatan dari segi teknis hingga produksi. Pada akhirnya, contract farming dapat menarik lebih banyak petani untuk bergabung,” jelas Khudori.

Khudori juga mendorong Pemprov DKI Jakarta terus memperluas program ke daerah di luar Pulau Jawa. Pengawasan benih juga perlu diperhatikan agar kualitas terjaga.

Baca juga: Kepala BRIN: Perlu Inovasi Benih Sawit Berbasis Genomik, Industri Harus Terlibat

“Perlu kolaborasi dengan banyak pihak, seperti akademisi dan pihak lain yang relevan dengan program ini,” tuturnya. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com