Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Kompas.com - 23/09/2025, 17:38 WIB
Dwinh

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan di Jalan TB Simatupang dan sekitarnya.

Salah satunya dengan uji coba pembukaan lajur kiri Gerbang Tol Fatmawati 2 bagi kendaraan roda empat. Gerbang tol ini dapat diakses gratis dari Jalan Fatmawati menuju Lebak Bulus mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Uji coba tahap pertama telah dilakukan pada Senin (15/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025). Berdasarkan hasil evaluasi selama lima hari, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang pembukaan Tol Fatmawati 2 hingga akhir Oktober 2025. 

“Ini (pembukaan gerbang tol) bisa dilanjutkan sampai akhir Oktober karena terbukti mampu mengurangi kemacetan,” ujar Gubernur Pramono, di Jakarta, pada Sabtu (20/9).

Menurut hasil evaluasi, volume kendaraan pada jam sibuk (peak hours) kemacetan tercatat turun 17 persen. Sebanyak 3.052 kendaraan melintas selama lima hari atau rata-rata 610 kendaraan per hari. 

Baca juga: Fenomena Pasang Strobo dan Sirine di Kendaraan Pribadi: Apa Risikonya?

Volume lalu lintas di Jalan R A Kartini pada jam ramai juga turun, yaitu 3.127,44 satuan mobil penumpang per jam (smp/jam). Padahal, daerah ini biasanya mencapai 3.774,8 smp/jam. Kapasitas ruas jalan juga meningkat sebesar 26 persen.

Adapun volume per kapasitas (volume-to-capacity/VC ratio) turun 21,4 persen, serta kecepatan rata-rata jaringan jalan naik hingga 15,92 persen. Secara keseluruhan, kinerja lalu lintas kawasan TB Simatupang hingga RA Kartini meningkat hingga 18,65 persen.

Pembukaan Gerbang Tol Fatmawati 2 mendapat apresiasi dari pengamat transportasi umum, Sony Sulaksono. Menurutnya, untuk mengatasi kemacetan TB Simatupang, harus dilakukan dengan menambah lajur untuk menggantikan ruas proyek perbaikan.

“TB Simatupang wilayah yang ramai. Ditambah lagi sedang ada perbaikan utilitas yang menyebabkan pengurangan jumlah lajur. Dengan dibukanya Gerbang Tol Fatmawati 2, pengendara bisa dialihkan ke sana agar kepadatan bisa dikurangi,” jelasnya kepada Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Sony juga mendukung keputusan pembukaan Gerbang Tol Fatmawati 2 selama perbaikan berlangsung hingga selesai. 

Baca juga: Gerbang Tol Fatmawati 2 Digratiskan, Macet di TB Simatupang Diklaim Turun 24 Persen

“Pembukaan tol secara gratis dapat terus dilakukan dengan menyesuaikan waktu proyek perbaikan selesai. Sifatnya memang sementara, tapi tetap harus diperhatikan bagaimana kapasitas jalan tol menerima kendaraan tambahan dari gerbang tol kedua. Jangan jadi macet juga,” jelasnya.

Terkait efektivitas, Sony menjelaskan hal ini dapat dilihat berdasarkan kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasi jalan TB Simatupang. Jika kecepatan kendaraan meningkat, artinya kepadatan berhasil dilonggarkan.

“Indikatornya kecepatan kendaraan. Kalau naik, berarti (kemacetan) menurun secara signifikan. Kalau datanya 15,92 persen, artinya ini sudah cukup efektif,” paparnya. “Pemprov DKI juga harus memastikan proyek perbaikan utilitas dapat selesai sesuai target.” 

Untuk mengatasi masalah kepadatan kendaraan di TB Simatupang jangka panjang, Sony menyebut butuh strategi yang lebih komprehensif.

Baca juga: Fenomena Pasang Strobo dan Sirine di Kendaraan Pribadi: Apa Risikonya?

“Pengurangan kendaraan pribadi adalah cara yang dapat dilakukan. Apalagi, sistem transportasi Jakarta sudah sangat baik dan jaringannya juga luas. Pemberlakukan ganjil genap harus terus dilakukan. Tak boleh ada pengecualian kendaraan dan pihak atau golongan tertentu,” usul Sony. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Jakarta Maju Bersama
Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com