Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Kompas.com - 01/10/2025, 17:39 WIB
Dwinh

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Ungkapan “usia hanyalah angka” mungkin bisa menggambarkan apa yang dilakukan Sutarto. YouTuber berumur 70 tahun ini tetap haus pengetahuan. Ia semangat ikut pelatihan artificial intelligence (AI) di Sekolah Lansia Senior School Pintar (SSP) di Jakarta.

Sutarto tahu informasi tentang sekolah lansia dari petugas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan Pasar Rebo saat mengikuti kegiatan kemasyarakatan.

“Tentunya pengalaman di sekolah lansia menambah ilmu, kawan, dan membuka interaksi sesama kawan. Saya juga menerima ilmu baru. Pengalaman ini sangat berkesan,” jelas Sutarto kepada Kompas.com, Selasa (30/92025). 

Meski sudah berusia senja, Sutarto tetap antusias mengikuti kegiatan di sekolah lansia. Ia juga merasa dimudahkan oleh panitia yang sigap membantu dan memudahkan para lansia dalam mengikuti pelajaran.

Senada dengan Sutarto, Ilah Karmilah juga mengaku mendapat pengalaman baru selama di sekolah lansia. Ia mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan pelatihan tentang penyakit di usia senja. Menurutnya, ilmu tersebut dapat membantunya mengenal kondisi tubuh yang tidak lagi muda. 

“Saya memang senang berkegiatan positif. Pertama, pastinya untuk kesehatan. Kedua, bisa bertemu dengan teman-teman lansia. Kebetulan juga keluarga mendukung,” kata Ilah yang tinggal di Kelurahan Kampung Rambutan.

Baca juga: Apa Alasan Transjakarta Ubah Bus Rute Kampung Rambutan-Blok M Jadi Minitrans?

Sebagai informasi, sekolah lansia merupakan pendidikan non-formal berbasis masyarakat khusus lansia yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta. Saat ini, terdapat 10 sekolah lansia yang berada di Jakarta dengan peserta mencapai 381 orang untuk metode belajar tatap muka

Terdapat 65 Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) program literasi digital di 65 kelurahan yang dilakukan secara daring dan luring. Sebanyak 1.624 orang menjadi peserta pelatihan literasi digital dan baru saja diwisuda setelah menempuh pendidikan selama sepuluh bulan.

Ibu Ilah Karmilah di wawancara petugas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).
DOK. Pemprov DKI Jakarta Ibu Ilah Karmilah di wawancara petugas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).

Semangat para lansia diapresiasi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menilai, lansia yang bersekolah mempunyai keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas hidup. Sekolah lansia memberi ruang untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, dan saling bertukar informasi.

“Menurut saya, bukan ijazahnya (yang terpenting), melainkan prosesnya. Tadi ada ibu berusia 87 tahun dan bapak berusia 80 tahun yang masih mengikuti sekolah. Ini menunjukkan bahwa sekolah lansia benar-benar menjadi kebutuhan bagi warga Jakarta,” kata Pramono saat memberi sambutan dalam Wisuda Akbar SPP di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (18/9/2025), seperti dikutip dari Jakarta.go.id.

Melihat antusias peserta, Pramono meminta DPPAPP DKI Jakarta agar terus mengembangkan sekolah lansia supaya bisa diikuti oleh lebih banyak peserta. 

“Mudah-mudahan sekolah lansia dan program kami lainnya dapat meringankan kehidupan mereka. Saya menginstruksikan jajaran DPPAPP DKI Jakarta untuk mengembangkan program ini agar semakin banyak lansia yang bisa ikut. Kalau bisa hadir di semua kelurahan,” ujar Pramono.

Baca juga: Dana Transfer Daerah Terancam Dipotong, Pramono: Tunggu Putusan Kemenkeu

Sementara itu, Kepala DPPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah mengatakan, Wisuda Akbar Sekolah Lansia SSP merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan nyata kepada lansia sekaligus menjadi momentum kebahagiaan dan kebanggaan atas keberhasilan menyelesaikan pembelajaran. 

“Sebagai kelompok rentan, lansia perlu mendapat perhatian serius. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak sepanjang hayat, tanpa batas usia,” kata Iin lewati siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut, Iin menjelaskan, Wisuda Akbar Sekolah Lansia SSP sangat ditunggu-tunggu oleh peserta. Bahkan, Wisuda Akbar SSP juga telah mendapat sertifikat The 20th Anniversary Active Aging Conference In Asia Pacific dari Fukuoka, Jepang. 

Sekolah Lansia SSP juga ditunjuk sebagai delegasi Indonesia untuk menampilkan “Introduction of Initiative in East Jakarta: Senior School Pintar”. 

“Wisuda ini meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri lansia melalui apresiasi formal. Apalagi, dengan hadirnya Pak Gubernur, pelaksanaan wisuda ini akan menjadi kenangan terindah dan tidak terlupakan bagi lansia,” ucap Iin. 

Baca juga: Uma Oma Cafe Bakal Buka di Menteng, Rekrut Lebih Banyak Karyawan Lansia

Iin juga menegaskan, jajaran DPPAPP DKI Jakarta sedang menyusun peraturan gubernur (pergub) untuk sekolah lansia agar dapat meningkatkan kualitas hidup lansia agar lebih bermartabat, mampu berkontribusi dalam masyarakat, dan berperan dalam pembangunan sosial. 

“Program ini dirancang agar tercipta lansia tangguh di lingkungan keluarga yang nyaman. Sekolah lansia merupakan sarana memperkuat lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif di masyarakat. Harapannya, kualitas hidup lansia meningkat sekaligus mewujudkan masyarakat yang inklusif bagi semua usia,” jelas Iin. 

Sebagai informasi, sekolah lansia merupakan bagian dari pelaksanaan Bina Keluarga Lansia (BKL), program yang dikembangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia maupun keluarga yang memiliki lansia. 

Adapun pada metode pembelajaran, lansia diberikan pengetahuan mengenai kesehatan, pola hidup sehat, gizi, kebugaran, kesehatan jiwa, keterampilan sederhana, tips penggunaan teknologi, seni, senam, dan kegiatan lainnya. Pembelajaran dilakukan dengan dua metode, tatap muka maupun hybrid

Sekolah lansia juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, hingga media. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Buka 31 Proyek Potensial, JIF 2025 Targetkan Investasi Rp 430,9 Triliun

Jakarta Maju Bersama
Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Pembukaan Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet TB Simatupang, Gratis Hingga Oktober 2025

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com