Cetak SDM Unggul, Pemprov DKI Gencarkan Program Pelatihan Kerja 

Kompas.com - 22/08/2025, 12:40 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.comSumber daya manusia (SDM) berkualitas sangat dibutuhkan dunia kerja. Untuk mewujudkannya, diperlukan beragam pelatihan. Hal inilah yang tengah diupayakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta melalui program pelatihan berbasis kompetensi, Mobile Training Unit (MTU). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, MTU digelar lebih dekat kepada masyarakat sehingga fleksibel dan tepat sasaran.

Ia berharap program ini bermanfaat, khususnya bagi warga Jakarta yang belum bekerja atau punya usaha sendiri.

“MTU betul-betul program yang dibutuhkan di lapangan. Pelatihan ini dilakukan untuk menjawab tantangan dalam mempersiapkan SDM guna mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global,” kata Pramono, seperti dikutip dari Jakarta.go.id, Jumat (2/5/2025).

Pramono menjelaskan, MTU diadakan untuk mempersiapkan SDM unggul. Melihat antusiasme warga yang sangat besar, Pramono optimistis pelatihan yang diberikan akan membawa kebaikan bagi warga Jakarta.

“Kemampuan SDM praktis di lapangan inilah yang kemudian bisa menjadi hal yang diperlukan. Untuk menjawab tantangan global dibutuhkan peningkatan kualitas SDM sebagai kunci utama,” jelasnya.

Baca juga: Festival Pacu Jalur, Pemerintah Akan Tingkatkan SDM dan Fasilitas Umum di Kuansing Riau

Hingga Juli 2025, sebanyak 4.284 orang telah mengikuti MTU yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Adapun program pelatihan yang diberikan adalah pelatihan las, tata rias, teknik komputer, tata busana, sepeda motor, operator komputer, teknik pendingin, tata boga, desain grafis, dan jaringan komputer. Peserta pelatihan akan mendapat sertifikat. 

Salah satu warga yang telah menyelesaikan MTU adalah Yogi Ahmad Faris. Warga Grogol Selatan ini ikut MTU Angkatan I Tahun 2025 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan.

Ia mengaku puas dengan pelatihan ini sebagai bekal melamar pekerjaan. Ia memilih kejuruan operator komputer.

“Semoga saya bisa menyerap ilmunya dengan baik agar nantinya dapat menjadi bekal saya untuk melamar pekerjaan, terutama di bidang komputer,” kata Yogi.

Senada, Fitri Amalia, mengaku senang bisa ikut MTU yang diadakan di Kantor Lurah Cipinang Besar, Jakarta Timur. Ia mengambil pelatihan skill office administration.

Baca juga: Coba Download Chrome di Windows, Microsoft Langsung Pasang Peringatan

“Saya diberikan pengetahuan tentang (Microsoft) Excell, Word, dan Power Point. Di sini, saya dapat banyak ilmu baru yang dulu di sekolah belum banyak dipelajari,” ucapnya, dikutip dari akun @dkijakarta, Senin (11/8/2025).

Di MTU, Fitri juga dilatih untuk mempresentasikan materi kepada sesama peserta. Ia berharap, ilmu yang didapat dari MTU bisa diaplikasikan di dunia kerja. “Semoga (Pelatihan) MTU juga bisa berkembang agar semakin banyak yang ikut karena sangat bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan, Timboel Siregar, menilai MTU sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mempersiapkan diri masuk dunia kerja.

“Kebutuhan peningkatan skill merupakan hal yang mendesak dalam dunia kerja saat ini. Kalau program ini adalah tindakan proaktif dari Pemprov DKI Jakarta, maka harus diapresiasi,” kata Timboel kepada Kompas.com, Kamis (21/8/2025).

Timboel menyarankan agar pemberian materi disesuaikan dengan perkembangan industri. Hal ini akan membantu masyarakat tetap relevan dengan kebutuhan perusahaan.

“Harus ikuti perkembangan ilmunya juga agar peserta pelatihan memiliki kompetensi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah bisa membuat data terkait keahlian seperti apa yang dibutuhkan di setiap industri sehingga modul pelatihan saya bisa disesuaikan,” ujarnya.

Baca juga: Menkomdigi Bakal Buat Kurikulum Pelatihan untuk Pengurus Kopdes Merah Putih

Timboel menyarankan agar Pemprov DKI juga membuka informasi pasar kerja agar memudahkan penyerapan peserta MTU. Lulusan MTU harus tetap didampingi dan didekatkan dengan industri yang sesuai dengan keahlian mereka.

“Data peserta dan keahliannya, lalu salurkan kepada perusahaan yang sedang mencari karyawan dengan kemampuan tertentu. Jadi antara masyarakat dan perusahaan harus dipertemukan,” ucapnya.

Timboel menilai, evaluasi sangat perlu dalam pelaksanaan program ini. Hal ini wajib dilakukan untuk melihat keberhasilan Pelatihan MTU dan dampaknya bagi peserta pelatihan.

“Coba didata, berapa banyak yang ikut pelatihan dan akhirnya diterima kerja. Dari situ kita tahu bagaimana efektivitas program ini. Kalau bisa buatkan skema kredit usaha rakyat (KUR) bagi peserta yang memilih untuk berwirausaha setelah menerima pelatihan. Pilihan ini juga harus didukung karena dapat membuka lapangan kerja untuk masyarakat yang lain,” tutupnya.

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com