Kemeriahan Acara Puncak HUT Ke-498 Kota Jakarta, Refleksi dan Motivasi Menuju Kota Global Berbudaya

Kompas.com - 23/06/2025, 15:54 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan warga berbondong-bondong berkumpul di Monumen Nasional (Monas) pada Minggu (22/6/2025) pagi. Monas, yang biasanya dipenuhi warga yang berolahraga, pagi itu juga diramaikan oleh para tamu undangan yang datang untuk mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta. Mereka berkumpul di Silang Monas Barat yang menjadi lokasi upacara. 

Beberapa tamu undangan tampak berbaris rapi. Ada yang mengenakan pakaian adat Betawi dengan kebaya encim dan koko maupun seragam kerja, seperti petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga anak-anak berseragam sekolah. Mereka berbaris sejajar dengan para defile sambil menunggu persiapan acara rampung.

Sementara itu, di area depan panggung, telah disediakan area khusus untuk para tamu yang terdiri dari para pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. Tentu saja tidak ketinggalan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno.

Baca juga: Beda Pandangan Pramono dengan Budayawan soal Ondel-ondel Mengamen

Acara dimulai pukul 7.30 WIB. Suasana semakin khidmat ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Setelah itu, ada tarian kolosal yang menceritakan sejarah Jakarta, mulai dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga akhirnya menjadi Ibu Kota.

Tiba saat pemberian amanat, Pramono menyampaikan pesan-pesannya untuk Jakarta. Pada momen itu, ia mengatakan bahwa HUT ke-498 Jakarta bukan hanya tentang pergantian usia, tetapi sekaligus sebagai refleksi atas perjalanan panjang, tantangan, dan arah masa depan Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam perayaan HUT ke-498 Jakarta.DOK. Kompas.com Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam perayaan HUT ke-498 Jakarta.

“Saya berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran Pemprov DKI Jakarta. Kota ini tidak pernah berhenti berbenah. Pembangunan hadir di setiap sudut kota, memperkuat infrastruktur, membentuk wajah baru, dan menjadi rumah bagi jutaan orang,” kata Pramono.

Ia menambahkan, visi dan pembangunan Pemprov DKI Jakarta pada periode 2025-2029 adalah mewujudkan Jakarta Kota Global Berbudaya sekaligus pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menyejahterakan seluruh warga.

“Upaya besar sedang diarahkan untuk mengantarkan Jakarta masuk top 50 kota besar dunia. Perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta yang mengusung Jakarta Kota Global dan Berbudaya mencerminkan komitmen pertumbuhan dan transformasi Jakarta sebagai Kota Global selalu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal,” lanjut Pramono.

Setelah pemberian amanat selesai, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan musik oleh Rara Idol. Suasana yang tadinya formal berubah menjadi santai ketika Pramono dan beberapa pejabat lain ikut berdendang dan bergoyang seiring lagu.

Kemeriahan HUT ke-498 Kota Jakarta ikut dirasakan oleh Dini Febriyani, salah satu dari 300 warga undangan resmi Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membuka pendaftaran bagi 300 orang pertama yang ingin menyaksikan langsung upacara HUT ke-498 Kota Jakarta.

Baca juga: Pemprov Jakarta Diminta Percepat Proyek Giant Sea Wall, tapi Jangan Rugikan Warga Pesisir

Kepada Kompas.com, Dini mengaku ini adalah pengalaman pertamanya hadir pada upacara kenegaraan. Ia merasa bangga karena bisa mengikuti kemeriahan acara tersebut secara langsung. “Baru pertama kali ini saya ikut upacara yang resmi. Seru banget karena dari awal saya mendaftar memang niat ingin lihat. Ternyata acaranya meriah sekali,” kata Dini.

Saking niatnya, ia sampai melakukan survei kendaraan umum menuju Monas dari rumahnya yang berlokasi di Kenari, Salemba, Jakarta Pusat. Ia mengaku belum terlalu paham daerah Monas jika naik kendaraan umum.

“Saya sengaja ke sini H-1 karena takut pas hari H salah lokasi. Beruntungnya, panitia sangat membantu dengan memberikan arahan, termasuk memberikan peta lokasi dan mempermudah proses registrasi,” ucap Dini.

Sebagai warga yang besar dan tumbuh di Jakarta, ia merasakan pembangunan yang semakin maju, terutama di sektor transportasi. Ia pun berharap pemerintah dapat terus melakukan pemerataan pembangunan.

Baca juga: Dorong Sinkronisasi Pembangunan Desa, Wakil Ketua DPR Gelar Dialog Lintas Level Pemerintahan

“Saya berharap pencapaian Jakarta bisa menjadi acuan kota-kota lain karena dari sisi transportasi sudah bagus sekali. Semoga Jakarta makin baik dan sukses dalam membangun segala aspek sebagai Kota Global,” ujar Dini.

Pertunjukkan seni ondel-ondel di malam puncak perayaan HUT ke-498 Jakarta.DOK. Kompas.com Pertunjukkan seni ondel-ondel di malam puncak perayaan HUT ke-498 Jakarta.

Tidak hanya saat upacara, kemeriahan HUT ke-498 Kota Jakarta juga dirasakan di beberapa lokasi perayaan, seperti di Taman Lapangan Banteng. Lokasi ini menjadi tempat puncak pelaksanaan HUT Jakarta dengan pertunjukan musik dari penyanyi top, seperti Andien, Sandy Sandoro, Wali, JKT48, dan Juicy Luicy.

Pukul 16.00 WIB, warga sudah mulai memadati area Taman Lapangan Banteng yang telah dihias dengan berbagai ornamen khas Betawi. Di tengah lapangan, berdiri panggung megah yang menjadi pusat acara.

Salah satu warga pengunjung adalah Robi. Ia mengajak kedua anaknya untuk merasakan kemeriahan perayaan HUT ke-498 Jakarta. Ia dan anaknya mengidolakan JKT48. 

Baca juga: Modifikasi Yamaha Fazzio ala Zee Eks JKT48, Gaya Kalcer Pencinta Kucing

“Konsep acara sudah oke. Panggung dan hiasan-hiasannya sudah bagus, meriah khas Jakarta. Overall, sudah oke banget,” kata Robi.

Senada, Rina sengaja datang dari Pademangan ke Lapangan Banteng untuk merasakan kemeriahan acara. Bersama tiga anggota keluarganya, ia memiliki agenda khusus, yaitu ingin bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.

“Saya lihat ada info ulang tahun Jakarta dari teman. Saya ke sini dan ingin lihat Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Senang sekali karena melihat langsung Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur ketika diarak sama ondel-ondel sampai ke arah panggung,” kata Rina.

Selain penampilan para artis, puncak acara HUT ke-498 dimeriahkan pesta kembang api. Warga yang antusias tidak lupa mengabadikan momen tersebut sambil memberikan tepuk tangan meriah. Perayaan malam puncak HUT ke-498 Kota Jakarta dimeriahkan dengan berbagai event seperti bazar UMKM dan festival budaya. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com