Upaya Pemprov DKI Siapkan Generasi Penerus untuk Masa Depan Jakarta Lebih Baik

Kompas.com - 15/07/2025, 10:46 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Bukan sekadar kota metropolitan dengan beragam pembangunan infrastruktur yang berkembang, Jakarta juga disiapkan menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk warganya, termasuk anak-anak sebagai benih masa depan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta terus mengupayakan terciptanya lingkungan ramah anak untuk menunjang kehidupan yang lebih baik. Salah satu langkahnya adalah menghadirkan taman yang memberikan layanan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Terbaru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Arutala di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/5/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jakarta melalui pemenuhan kebutuhan hak anak-anak prasejahtera.

“Saya sangat bergembira melihat antusiasme anak-anak dan keinginan keluarga untuk bisa memperbaiki kehidupan mereka. Ibu yang menitipkan anaknya di sini berharap anaknya bisa melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP),” kata Pramono, seperti dikutip dari jakarta.go.id.

Sebanyak 25 anak dari keluarga prasejahtera telah menjadi penerima manfaat TAS Arutala. Di sini, mereka mendapatkan layanan menyeluruh secara gratis, mulai dari makanan, kebutuhan harian, hingga pendidikan berbasis bermain.

“Saya meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta agar ke depan setiap kecamatan memiliki satu TAS,” ujar Pramono.

Baca juga: Melecehkan 60 Lebih Anak Perempuan, Pekerja Penitipan Anak di Australia Dipenjara Seumur Hidup

Sementara itu, Kepala Dinsos DKI Jakarta Iqbal Akbarudin mengatakan bahwa TAS berfungsi seperti tempat penitipan anak (TPA) atau daycare, namun difokuskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dan diberikan secara gratis.

“Anak-anak di sini mendapatkan stimulasi pendidikan, bermain sambil belajar, serta kebutuhan sehari-hari, dari pagi sampai sore. Ini memang dirancang untuk keluarga prasejahtera,” jelasnya.

Sebagai informasi, TAS Arutala merupakan salah satu program 100 hari kerja Pramono dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Program ini diinisiasi oleh Dinsos DKI Jakarta dan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas), dan Forum CSR. Ke depan, Pramono menargetkan pembangunan 44 TAS di seluruh kecamatan di Jakarta.

Salah satu pengelola TAS Arutala, Raras menilai program ini sebagai langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung kesejahteraan anak, khususnya dari keluarga prasejahtera. Apalagi, anak-anak yang terdaftar mendapat layanan penuh, mulai dari makanan dan camilan tiga kali sehari, pemeriksaan kebersihan, stimulasi belajar dan bermain, hingga pengawasan serta edukasi dasar.

“Kami menyediakan layanan daycare gratis, edukatif, dan aman. Anak-anak bisa terlayani dengan baik, sementara orangtua merasa lega karena mendapat dukungan untuk bekerja tanpa rasa khawatir,” kata Raras kepada Kompas.com, Senin (7/7/2025).

Sejak diresmikan oleh Gubernur Pramono pada Mei 2025, Raras mengaku banyak menerima respons positif dari masyarakat. Ia menyampaikan, banyak ibu pekerja sangat terbantu karena anak-anak mereka mendapat asupan gizi dan layanan pendidikan selama dititipkan di TAS Arutala.

Baca juga: BGN: Tinggi Badan Bukan Cuma Masalah Genetik, tapi Juga Asupan Gizi

“Mereka berkata sangat bersyukur dengan kehadiran TAS Arutala. Terlebih fasilitas yang didapatkan secara cuma-cuma dan tidak perlu khawatir ketika sedang bekerja,” ujar Raras.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Raras berharap rencana Gubernur Pramono untuk menghadirkan TAS di setiap kecamatan bisa segera terwujud. Ia juga mengusulkan agar program TAS ke depan dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti wisata edukasi dan pengenalan lingkungan bersama instruktur berpengalaman.

“Saya berharap rasio antara pengasuh dan anak tetap ideal agar memungkinkan lebih banyak stimulasi individu. Selain itu, saya rasa perlu adanya penambahan kuantitas pengasuh yang diimbangi dengan kualitasnya,” ucap Raras.

Hadirkan Fasilitas Ramah Anak di Perkantoran

Selain melalui TAS, dukungan terhadap lingkungan yang ramah anak juga dihadirkan di kantor pemerintahan. Beberapa waktu lalu, Pramono menyampaikan rencana untuk mengoptimalkan taman penitipan anak (TPA) di Balai Kota Jakarta dengan menambah jam operasional. Tujuannya, agar semakin banyak pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang dapat memanfaatkan layanan ini dan merasa aman saat menitipkan anak.

Menurut Pramono, daycare sangat dibutuhkan oleh para ibu bekerja karena mampu memberikan rasa aman dan menjamin anak mendapatkan pendidikan yang layak. Ia pun berencana untuk menambah kapasitas layanan tersebut.

Salah seorang pegawai Balai Kota, Syifa, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut karena bisa menitipkan anak di lokasi tempat ia bekerja.

Baca juga: Pemprov Jakarta Segera Realisasikan Daycare Gratis untuk Perempuan Pekerja

“Saya tahu ada daycare dari teman. Tujuannya, agar anak menambah pengalaman sekaligus bersosialisasi dengan teman sebaya yang ada di sini,” kata Syifa kepada Kompas.com, Senin.

Ia telah menitipkan anaknya di daycare Balai Kota Jakarta sejak usia 1 tahun 4 bulan. Syifa merasa tenang karena anaknya mendapat aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari tidur siang, makan, hingga belajar bersama guru berpengalaman.

Daycare di lingkungan kantor pemerintahan sebaiknya diperbanyak dan didukung dengan penambahan tenaga pengasuh. Hal ini akan sangat membantu orangtua yang bekerja. Selain itu, agar lebih aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Syifa. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com