Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Kompas.com - 22/05/2026, 20:37 WIB
Ruby Rachmadina,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Persoalan sampah di ibu kota semakin kompleks. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengelolaannya dari hulu sampai hilir. 

Strategi tersebut dijalankan melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengembangan bank sampah, hingga optimalisasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Langkah ini diharapkan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara signifikan, sekaligus membangun sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Saat ini, volume sampah Jakarta mencapai sekitar 7.400-8.000 ton per hari. 

Baca juga: Pemilahan Sampah, Pemprov DKI Diminta Siapkan Mesin Pengolah Sampah di Kelurahan

Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi fondasi penting. Menurutnya, pemisahan sejak awal memudahkan proses pengolahan sekaligus meningkatkan kualitas material yang masih dapat dimanfaatkan.

“Kita optimalkan pemilahan dari rumah tangga (sumber), lalu mengelola sampah anorganik di fasilitas RDF,” ujar Dudi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, kualitas RDF sangat dipengaruhi oleh jenis material yang masuk ke fasilitas pengolahan.

“Semakin baik karakteristik sampah, dalam hal ini didominasi material anorganik, maka kualitas produk RDF semakin tinggi,” katanya.

Untuk itu, Pemprov DKI terus mendorong masyarakat membiasakan pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Baca juga: Dari Organik hingga B3, Ini Sistem Baru Pengelolaan Sampah di Jakarta

RDF Lengkapi Pengolahan Sampah di Hilir

Selain memperkuat pengelolaan dari sumber, Pemprov DKI mengembangkan fasilitas RDF sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah di hilir.

Menurut Dudi, RDF menjadi fasilitas pengolahan sampah berskala besar untuk mengurangi volumenya sebelum dikirim ke TPST Bantargebang.

“Kondisi TPST Bantargebang telah mendekati daya tampung maksimumnya. Saat ini RDF menjadi satu-satunya fasilitas pengolahan sampah berskala besar di dalam kota yang dapat mereduksi beban TPST Bantargebang,” ujarnya.

Saat ini, RDF Rorotan memiliki kapasitas mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari. Adapun kapasitas operasional yang berjalan saat ini masih sekitar 400-700 ton per hari. Angka ini ditargetkan meningkat secara bertahap menjadi 1.000 ton per hari hingga akhir 2026.

Baca juga: Soal Syarat Dana Hibah Rp 100 Juta, Ketua RW di Bekasi: Kami Sudah Punya Bank Sampah

Bank Sampah Jadi Penggerak Warga

Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, Pemprov DKI juga terus mendorong pengembangan bank sampah di berbagai wilayah. Kehadiran bank sampah diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan material yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu contoh bank sampah ada di Kampung Edukasi Wisata Bhinneka, RT 014 RW 006, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penggagas Kampung Edukasi Wisata Bhinneka Joko Sarjono (60) mengatakan, warga di wilayahnya terbiasa mengelola sampah secara terpisah sebelum disetorkan ke bank sampah.

“Nanti sampah organik mereka kumpulkan, kemudian dibawa ke sini (bank sampah Kampung Edukasi Wisata Bhinneka), lalu ditimbang dan dicatat berapa beratnya di buku tabungan,” ungkapnya.

Menurut Joko, bank sampah tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenali jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Baca juga: RDF Rorotan Jakarta Nantinya Hanya Terima Sampah Anorganik yang Sudah Dipilah

“Kalau RDF mau berjalan maksimal, pemilahan sampah dari rumah tangga memang harus diperkuat. Di sinilah peran bank sampah penting, karena masyarakat diajarkan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih punya nilai ekonomi bisa didaur ulang, sementara sampah residu baru masuk ke pengolahan seperti RDF,” jelas Joko.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Warga Rasakan Manfaat Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Siti (42), warga Kebon Kosong, mengaku mulai rutin membawa sampah anorganik ke bank sampah.

“Sekarang kalau yang masih bisa dijual biasanya saya bawa ke bank sampah. Jadi sampah di rumah juga enggak numpuk,” katanya.

Menurut Siti, kehadiran bank sampah membuat warga semakin memahami bahwa sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan.

Baca juga: Tak Lagi Bertumpu pada Bantargebang, Ini Strategi Jakarta Kelola Sampah

“Awalnya, saya pikir sampah ya langsung dibuang saja. Tapi setelah ikut bank sampah jadi tahu ternyata banyak sampah yang masih bisa dimanfaatkan lagi,” urainya.

Siti berharap semakin banyak warga yang ikut melakukan pemilahan sejak dari rumah agar jumlah sampah yang dibuang dapat terus berkurang.

“Kalau semua warga mau mulai pilah sampah, pasti sampah yang dibuang juga berkurang. Lingkungan jadi lebih bersih,” katanya.

RDF Perlu Didukung Warga

Pengamat Mahawan Kurniasa menilai, RDF memiliki potensi besar untuk membantu Jakarta mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir.

“RDF cukup potensial, tetapi posisinya harus tepat: bukan energi utama, melainkan energi alternatif transisional dari fraksi sampah yang tidak bisa lagi dicegah,” kata Mahawan.

Baca juga: RDF Rorotan Jakarta Nantinya Hanya Terima Sampah Anorganik yang Sudah Dipilah

Ia menjelaskan, banyak daerah mulai melirik RDF karena menghadapi tantangan yang serupa, mulai dari meningkatnya volume sampah, tingginya biaya pengangkutan, hingga kebutuhan industri terhadap bahan bakar alternatif. 

“Pemerintah pusat juga menempatkan RDF sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada TPA,” papar Mahawan.

Meski demikian, ia menekankan pemilahan sampah tetap menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Dalam hal ini, peran warga sangat besar. Tanpa keterlibatan masyarakat, sulit untuk menyelesaikan persoalan sampah di ibu kota. Jadi, semua pihak harus terlibat,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com