Gercep Tangani Banjir, Pemprov DKI Diapresiasi Pengamat

Kompas.com - 09/07/2025, 16:30 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta gerak cepat (gercep) menangani banjir yang terjadi di sejumlah daerah akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari wilayah hulu awal pekan ini.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengambil langkah cepat dan tanggap darurat, termasuk pengoperasian ratusan pompa, penyesuaian pintu air, serta pendistribusian bantuan bagi warga terdampak.

"Saya telah menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk bergerak cepat menangani banjir, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA). Semua pompa air telah dioperasikan, pintu-pintu air disesuaikan, dan kami harapkan genangan segera surut," kata Pramono, seperti dikutip dari Jakarta.go.id, Minggu (6/7/205).

Pramono juga menegaskan, jajarannya terus menyisir daerah rawan banjir untuk melakukan langkah preventif, salah satunya melalui pengerukan sungai di berbagai titik di Jakarta.

Ia bahkan turun langsung meninjau proses pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah di Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur. Pengerukan dilakukan pada aliran sungai sepanjang 5.300 meter untuk meningkatkan daya tampung agar air tidak meluap saat curah hujan tinggi.

"Jajaran Dinas SDA dan para wali kota di lima wilayah telah berkoordinasi untuk memantau dan melakukan langkah cepat dalam menangani genangan. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Dinas SDA dan para wali kota dapat membuahkan hasil yang baik dalam penanganan banjir," ujar Pramono.

Baca juga: Pramono Akan Koordinasi dengan Kepala Daerah Bodebek Atasi Banjir Jakarta

Ia juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem drainase, termasuk mengatasi berbagai sumbatan saluran agar daya tampung air semakin optimal.

“Saya mohon maaf kepada warga yang masih terdampak banjir kemarin. Kami akan bekerja keras dan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk penanganan ke depannya," ucap Pramono.

Sebagai informasi, genangan sempat terjadi di 53 rukun tetangga (RT) pada lima wilayah kota dengan ketinggian air mencapai tiga meter di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat lebih dari 250 warga mengungsi.

Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, dan pakaian layak pakai. Masyarakat diminta tetap waspada dan memanfaatkan kanal pelaporan seperti Jakarta Siaga 112, media sosial, dan aplikasi JAKI.

Pendekatan regional bisa jadi solusi

Penanganan banjir oleh Pemprov DKI Jakarta mendapat perhatian khusus dari pengamat tata kota, Nirwono Yoga. Ia mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang langsung bertindak cepat mengatasi banjir.

“Saya rasa kita perlu mengapresiasi respons cepat yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam menangani banjir, seperti dengan menyedot air dan membuat tempat pengungsian bagi warga yang terdampak,” kata Nirwono kepada Kompas.com, Rabu (9/7/025).

Ia juga menyoroti pendekatan regional yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini karena banjir di Jakarta tak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga karena daerah resapan, seperti di Bogor dan Depok, semakin berkurang.

“Mengatasi banjir di Jakarta tidak cukup hanya dengan memperbaiki saluran air, tetapi juga aliran dari hulu,” ucap Nirwono.

Meski pendekatan regional diperlukan, Nirwono berharap Pemprov DKI punya rencana jangka panjang. Menurutnya, penambahan waduk atau embung sudah baik, akan tetapi perlu ada pelebaran ruas sungai karena saat ini tak lagi mampu menampung curah hujan tinggi.

Baca juga: 3 Cara Pantau Banjir Jakarta Secara Online dan Realtime

Ia juga mendesak pemerintah melakukan normalisasi empat sungai utama di Jakarta, yaitu Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Pesanggrahan, dan Sungai Angke. Program ini diharapkan bisa selesai dalam waktu lima tahun.

“Rencana jangka pendek sudah dilakukan, yaitu mengatasi genangan dengan menyedot air. Rencana jangka menengahnya, pemerintah fokus pada normalisasi empat sungai. Untuk jangka panjang adalah rencana pengendalian banjir se-Jabodetabek yang melibatkan pemerintah pusat,” ujar Nirwono. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com