Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Rabu, 22 Juni 2022
Bupati Wonogiri Joko Sutopo memperketat pengawasan hewan ternak yang masuk dan akan dijual di seluruh pasar hewan di Kabupaten Wonogiri dengan mengandalkan strategi baru. Dok. Pemkab Wonogiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo memperketat pengawasan hewan ternak yang masuk dan akan dijual di seluruh pasar hewan di Kabupaten Wonogiri dengan mengandalkan strategi baru.

KOMPAS.com – Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan memperketat pengawasan hewan ternak yang dijual di seluruh pasar hewan untuk menghindari penyakit mulut dan kuku ( PMK).

Pria yang akrab disapa Jekek itu menjelaskan, strategi pengetatan pengawasan menjadi pilihan menjelang perayaan Idul Adha 1443 Hijriah (H). Terlebih, saat ini banyak muslim yang sudah mencari hewan ternak untuk dijadikan kurban.

“Menjelang Idul Adha, setiap hewan yang masuk akan diperiksa satu per satu untuk dipastikan bebas dari PMK. Lalu, dilakukan sterilisasi agar tidak terjadi penularan PMK antar hewan ternak yang dijual di pasar,” jelas Jekek dalam keterangan persnya, Rabu (22/6/2022).

Selain itu, Jekek telah berupaya mengajukan pemberian vitamin bagi hewan ternak yang terkena PMK kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga: Bupati Jekek Minta CPNS dan PPPK Bersinergi Bersama Jawab Tantangan Kabupaten Wonogiri

“Sudah diajukan sebanyak 188 ribu dosis vaksin untuk diberikan ke beberapa hewan ternak yang masih sehat dan bebas dari PMK,” ungkap Jekek.

Sebelumnya, Jekek menutup seluruh pasar hewan hingga satu bulan setelah ditemukan kasus sapi terpapar PMK di Pasar Pracimantoro. Namun, penutupan pasar hewan ini tidak membuat kasus PMK menurun.

“Kami menutup seluruh pasar hewan di Kabupaten Wonogiri dengan harapan akan bisa mengendalikan penularan PMK. Sayangnya, kasus PMK malah semakin naik,” ucap Jekek.

Sebagai informasi, jumlah kasus sapi yang terpapar PMK di Kabupaten Wonogiri mencapai 374 ekor. Dari jumlah ini, terdapat 157 ekor sapi yang sudah dinyatakan sembuh, dua ekor mati di kandang, dan 12 ekor mati setelah dipotong pemiliknya.

Baca juga: 3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Maka dari itu, Bupati Jekek berinisiatif untuk mengganti strategi yang ada sebelumnya untuk mencegah penyebaran PMK.

“Kita memutuskan untuk mengganti strategi dengan melakukan pengawasan di pasar hewan lebih diperketat dan sterilisasi lokasi pasar,” kata Jekek.

Dibukanya kembali pasar tersebut, menurut Jekek, dilakukan karena masifnya permintaan jual-beli hewan ternak memasuki perayaan Idul Adha.

“Banyak warga yang membutuhkan hewan ternak untuk disembelih menjadi kurban, sehingga jual beli hewan ternak mengalami kenaikan yang drastis,” katanya.

Baca juga: Kasus PMK Terus Bertambah, Pemkab Wonogiri Perpanjang Penutupan Seluruh Pasar Hewan

Guna mengatisipasi penyebaran yang semakin tinggi, Jekek telah menyiapkan petugas di pasar untuk melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disenfektan. Sapi-sapi yang masuk pun akan diperiksa agar bebas dari PMK.

“Petugas akan terus melakukan survei pada tiap sapi yang masuk ke pasar. Apabila ada yang terkena PMK akan langsung di kembalikan ke daerah asal. Karena hanya itu otoritas kami dan tidak bisa menyita apalagi menahan,” jelasnya.

Adapun petugas yang bertugas sudah disesuaikan dengan besar kecilnya skala pasar. Apabila skalanya kecil, maka petugasnya sedikit. Begitupun sebaliknya, jika pasar berskala besar, penempatan petugas jadi lebih banyak.

Baca juga: Terkait Pelonggaran Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pemkab Wonogiri Tunggu Regulasi Tertulis Pemerintah Pusat

Ia menambahkan, apabila penutupan pasar hewan terus dilakukan, aktivitas peternak dipastikan akan macet.

Oleh karenanya, strategi baru itu diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan penularan PMK sekaligus langkah untuk memulihkan ekonomi.

“( Strategi baru) ini diharapkan menjadi langkah baik untuk pencegahan dan menaikan ekonomi peternak. Kalau kami tutup, tidak akan ada aktivitas ekonomi, ya kasihan untuk peternak,” katanya.

Meski demikian, Jekek menyayangkan bahwa ada sejumlah pedagang perorangan yang nekat berjualan saat pasar hewan ditutup.

Kondisi itu, sebut dia, berpotensi menyebabkan tidak terkontrolnya sapi-sapi yang dijual kepada warga dari luar daerah.

“Salah satu contoh pedagang yang masih melakukan proses jual beli terjadi di Bulukerto. Proses transaksi tersebut tidak menggunakan media pasar hewan,” ungkapnya.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi
Wonogiri Maju
Bupati Jekek: Dengan
Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit
Wonogiri Maju
Pemkab Wonogiri Komitmen Tuntaskan Penyediaan Rumah Layak Huni, Bupati Jekek: Bantuan Perbaikan RTLH Telah Capai 16.748 Unit
Pemkab Wonogiri Komitmen Tuntaskan Penyediaan Rumah Layak Huni, Bupati Jekek: Bantuan Perbaikan RTLH Telah Capai 16.748 Unit
Wonogiri Maju
Pemkab Wonogiri Segera Saluran BLT DBHCHT, Bupati Jekek: Masing-masing KPM Dapat Rp 1,2 Juta
Pemkab Wonogiri Segera Saluran BLT DBHCHT, Bupati Jekek: Masing-masing KPM Dapat Rp 1,2 Juta
Wonogiri Maju
Hadiri Panen Raya Jahe dan Lengkuas dari Program Pemberdayaan Perempuan, Bupati Jekek: Ini Program Sangat Tepat
Hadiri Panen Raya Jahe dan Lengkuas dari Program Pemberdayaan Perempuan, Bupati Jekek: Ini Program Sangat Tepat
Wonogiri Maju
Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Wonogiri Sebut Pemuda sebagai Tulang Punggung Kejayaan Bangsa
Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Wonogiri Sebut Pemuda sebagai Tulang Punggung Kejayaan Bangsa
Wonogiri Maju
Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut di Wonogiri, Bupati Jekek Minta Warga Tak Berspekulasi Beli Obat di warung
Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut di Wonogiri, Bupati Jekek Minta Warga Tak Berspekulasi Beli Obat di warung
Wonogiri Maju
Bupati Jekek: Lebih dari 70 Persen Desa di Wonogiri Sudah Jadi Desa Tangguh Bencana
Bupati Jekek: Lebih dari 70 Persen Desa di Wonogiri Sudah Jadi Desa Tangguh Bencana
Wonogiri Maju
Bupati Jekek Bagikan Seragam Gratis untuk 22.441 Siswa di Wonogiri
Bupati Jekek Bagikan Seragam Gratis untuk 22.441 Siswa di Wonogiri
Wonogiri Maju
Ratusan ASN Dilantik, Bupati Jekek Berharap Mereka Dapat Jalankan Amanah dengan Penuh Tanggung Jawab
Ratusan ASN Dilantik, Bupati Jekek Berharap Mereka Dapat Jalankan Amanah dengan Penuh Tanggung Jawab
Wonogiri Maju
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan
Wonogiri Maju
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022
Wonogiri Maju
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022
Wonogiri Maju
Stunting Wonogiri Turun Jadi 12,8 Persen, Bupati Jekek: Kami Rangking Tiga Se-Jateng Kasus Stunting Terendah
Stunting Wonogiri Turun Jadi 12,8 Persen, Bupati Jekek: Kami Rangking Tiga Se-Jateng Kasus Stunting Terendah
Wonogiri Maju
BBM Naik, Pemkab Wonogiri Siapkan Subsidi Rp 6-8 Miliar untuk Transportasi Umum
BBM Naik, Pemkab Wonogiri Siapkan Subsidi Rp 6-8 Miliar untuk Transportasi Umum
Wonogiri Maju