Tekan Laju Inflasi, Pemkot Semarang Gandeng BI Gelar GNPPI

Kompas.com - 12/04/2023, 20:30 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah (H), Selasa (11/4/2023).

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu optimistis sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan BI melalui GNPIP 2023 dapat menekan laju inflasi dan mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di wilayahnya.

“Nanti, pada Jumat (14/4/2023) ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan Pemkot Semarang akan menggelar pasar murah di alun-alun.” ucap wanita yang akrab disapa Mbak Ita itu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/4/2023).

“Kami akan instruksikan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk belanja di situ (pasar murah). Kami akan mendukung. Alhamdulillah ya, harga-harga bisa dikendalikan,” tambahnya.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Anjlok

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ita menjelaskan, pihaknya telah menggelar Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) sejak beberapa waktu lalu di berbagai kecamatan.

Ia mengungkapkan, kegiatan Pak Rahman selaras dengan salah satu program yang ada di GNPIP 2023.

Matur nuwun (terima kasih), (Pak Rahman) ini menjadi sebuah sistem. Jadi di 16 kecamatan Pemkot Semarang menjadi dirigen (pemimpin),” tutur (12/4/2023).

Untuk diketahui, terdapat tujuh program unggulan GNPIP 2023. Pertama, mendukung pelaksanaan kegiatan operasi pasar atau pasar murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kedua, menguatkan ketahanan strategi pangan. Ketiga, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Keempat, mendukung subsidi ongkos angkut, Kelima, meningkatkan pemanfaatan alsintan dan saprotan.

Baca juga: Contoh-contoh Penerapan TIK dalam Bidang Pendidikan

Keenam, menguatkan infrastruktur Teknologi, Informasi, Komunikasi (TIK), di antaranya neraca pangan daerah, serta menguatkan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga inflasi.

Undang berbagai pihak untuk ramaikan Pak Rahman

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ita mengatakan, jajarannya mengundang berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam Pak Rahman.

Adapun berbagai pihak yang dimaksud, yaitu Bulog, distributor daging, Badan Usaha Milik Petani (BUMP), dan Perusahaan Daerah (PD) Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

“Mereka (partisipan) senang tidak harus menjual ke mana-mana tinggal datang (terus jualan) ke Pak Rahman di kecamatan-kecamatan, selesai,” imbuhnya.

Menurut wali kota perempuan pertama di ibu kota Jateng tersebut, BUMP Kota Semarang sudah tancap gas dan berkontribusi besar dalam menyukseskan gelaran Pak Rahman meski baru resmi berdiri selama dua bulan.

Baca juga: Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

BUMP Kota Semarang, kata dia, juga telah melakukan kerja sama dengan banyak gabungan kelompok tani (gapoktan) dari berbagai kota dan kabupaten di Jateng untuk memproduksi hasil pertanian.

“Per minggu lalu BUMP kami sudah mendistribusikan 24 ton beras. Kami bekerja sama dengan gapoktan Kendal itu untuk ayam dan telur, (kemudian) Grobogan dan Demak itu beras dan bawang merah, (dan) dengan Kabupaten Semarang itu sayur-sayuran,” imbuh Mbak Ita.

Selain menggelar rangkaian Pak Rahman di 16 kecamatan, Pemkot Semarang juga akan menggelar pasar murah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro, Dinas Kesehatan (Dinkes), Balaikota Semarang, dan Kantor Kecamatan Tugu.

Mbak Ita berkomitmen, pihaknya akan terus menggelar pasar murah selama masih ada permintaan dari masyarakat.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com