Semarang Agro Expo 2024 Siap Digelar, Ada Pameran Produk Agro hingga Kontes Ternak

Kompas.com - 10/11/2024, 13:25 WIB
I Jalaludin S,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pertanian (Distan) Semarang siap menggelar Semarang Agro Expo (SAE) 2024. Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap, acara tersebut dapat melibatkan masyarakat secara aktif. 

"Ada banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat. Kontes hewan ternak di lingkup Kedung Sepur akan digelar di Balai Pertanian agar semua dapat dioptimalkan," katanya dalam siaran pers, Minggu (10/11/2024). 

SAE 2024 akan menawarkan berbagai kegiatan menarik, termasuk pameran produk agro, kontes ternak se-Kedung Sepur, gerakan makan sayur dan buah nusantara, tampilan kreasi yogurt, workshop kopi, serta talkshow Kobar Tani. 

Selain itu, ada berbagai perlombaan, seperti lomba tabulampot, lomba storytelling, lomba yel-yel kecamatan se-Kota Semarang, serta pelatihan regeneratif dan buket sayur dan buah. 

Walkot yang akrab disapa Mbak Ita itu mengatakan, SAE 2024 akan memamerkan berbagai produk-produk unggulan. 

Baca juga: TPA Jatibarang Hampir Overload, Pemkot Semarang akan Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik

"Walaupun namanya Agro Expo, kami ingin bekerja sama dengan para champion dalam bidang ini,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), pihaknya melihat hasil champion yang luar biasa. 

“Kami ingin produk champion, seperti wol dari domba, minyak bawang, dan gula aren dihadirkan untuk menarik pangsa pasar," jelasnya. 

Adapun acara itu akan berlangsung pada 15-17 November 2024 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Agrobisnis/Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mijen, Jalan RM Hadisoebeno Sosro Wardoyo, Tambangan, Mijen, Kota Semarang. 

Mbak Ita menjelaskan, SAE diadakan di BPP Mijen karena untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak, seperti menanam padi, melihat sistem internet of things (IoT), dan memerah sapi. 

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Semarang Panen Bawang Merah Lokananta dan Maserati

"Kami ingin kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar diimplementasikan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka," imbuhnya. 

Mbak Ita mengatakan, lokasi BPP juga terhubung dengan Balai Benih Ikan yang merupakan pusat pengembangan riset-riset di bidang pertanian dan perikanan. 

"Dengan SAE ini, kami berharap tercipta inovasi dan pengembangan pertanian, seperti durian Wijaya dari Karangmalang Mijen dan durian-durian lain yang belum memiliki nama. Di Semarang, baru ada dua durian bersertifikat, yakni malika dan kholil," jelasnya. 

Acara itu juga akan menjadi uji coba untuk pertanian terpadu dari hulu ke hilir. Oleh karenanya, anak-anak dapat belajar menanam menggunakan transplanter, melihat langsung sistem IoT, dan belajar smart farming

"Intinya, di SAE mengangkat tentang smart farming,” ucap Mbak Ita. 

Sementara itu, Kepala Distan Kota Semarang Shotiah menjelaskan, SAE 2024 akan diikuti 32 stan yang menampilkan berbagai komoditas di bidang pertanian dan hortikultura. 

Produk yang ditampilkan, meliputi durian, kopi, alpukat dan sebagainya. 

Baca juga: Kota Semarang Hasilkan Listrik 18 MW dari Olah Sampah 1.200 Ton Per Hari

"Ada juga edukasi tentang pemanfaatan limbah organik menjadi maggot dan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Intinya, smart farming akan ditampilkan di SAE," imbuhnya.

Terkini Lainnya
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com