Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Kompas.com - 10/02/2026, 21:10 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut berdekatan­nya perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dan Ramadhan sebagai momentum penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan di Kota Semarang.

Dua tradisi besar dari masyarakat Tionghoa dan Muslim itu dinilai menghadirkan ruang harmoni dalam satu kota yang sama.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri kegiatan ramah-tamah lintas komunitas dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, situasi Imlek yang beriringan dengan Ramadhan menjadi cerminan Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyampaikan harapan agar Tahun Baru Imlek yang tahun ini memasuki Shio Kuda Api membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujarnya.

Cermin toleransi Kota Semarang

Lebih dari sekadar perayaan, Agustina menekankan bahwa momen ini memperlihatkan kekuatan Kota Semarang sebagai kota yang dihuni oleh beragam latar belakang agama, suku, dan komunitas.

Baca juga: Anggota Komunitas Motor Meninggal Diduga Jadi Korban Begal di Bali, Polisi Buru Pelaku

“Hari ini kita dikumpulkan dalam suasana ramah-tamah oleh beliau, Mas Kukrit (tokoh media dan sosial asal Semarang), dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Ini menjadi ruang untuk membangun persepsi yang selaras demi mewujudkan Semarang yang damai,” lanjutnya.

Agustina juga menyampaikan bahwa berdekatan­nya Imlek dan Ramadhan menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang semakin menguatkan seluruh pihak,” katanya.

Menurut Agustina, masyarakat akan menyaksikan kehadiran simbol-simbol budaya yang saling berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.

“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek yang bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” ungkapnya.

Dua tradisi besar Kota Semarang

Kota Semarang sendiri memiliki tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Februari 2026.

Sementara itu, menjelang Ramadhan, Kota Semarang juga memiliki tradisi khas Dugderan, berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh wali kota dan pembacaan suhuf halaqoh sebagai simbol pengumuman datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini dijadwalkan digelar pada Senin (16/2/2026).

Baca juga: Sejarah Genteng Dunia, dari Tradisi Kuno China hingga Revolusi Industri di Ohio

Agustina menyebut, rangkaian tradisi yang hadir secara berurutan tersebut akan menjadi momen kebahagiaan bersama bagi siapa pun yang berada di Kota Semarang.

“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh. Siapa pun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dibandingkan sebelumnya,” tuturnya.

Melalui momen berdekatan antara Imlek dan Ramadhan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kuat, sekaligus mempertegas Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.

Terkini Lainnya
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Semarang
Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Semarang
Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Semarang
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Semarang
Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Semarang
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com