KOMPAS.com — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menginstruksikan jajarannya melakukan penanganan darurat menyusul banjir kiriman yang melanda sejumlah wilayah pada Sabtu (14/3/2026) malam hingga Minggu (15/3/2026) pagi.
Fokus utama penanganan banjir dilakukan di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kota Semarang, Jawa Tengah, serta beberapa titik lain di Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.
“Penyebab banjir di Dinar Indah adalah intensitas hujan yang sangat lebat di wilayah hulu, tepatnya Ungaran bagian timur. Aliran Kali Babon dari hulu ini sampai ke hilir dengan debit tinggi sehingga mengakibatkan genangan di pemukiman warga,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial (Dinsos), hingga jajaran TNI-Polri (Brimob, Polsek, Koramil) dikerahkan untuk memperkuat tanggul yang dinilai kritis.
Baca juga: Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran
Di kawasan Dinar Indah, penguatan tanggul dilakukan sepanjang 30 m pada titik yang paling rawan limpasan air.
“Selain pemasangan ribuan sandbag (karung pasir), tanggul tersebut akan kami pasang trucuk bambu untuk penguatan struktur. Ini langkah darurat paling efektif agar tanggul tidak mudah tergerus jika ada kiriman air susulan,” jelasnya.
Selain Dinar Indah, Agustina memastikan, petugas penanganan banjir juga telah diterjunkan ke wilayah terdampak lain. Utamanya, di Kelurahan Rowosari yang meliputi Perum Argo Residence, Perum Rowosari Megah Asri 2, dan Perumahan Grand Permata Tembalang, serta di wilayah Sampangan dan Mayangsari.
Agustina menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menjalin komunikasi lintas sektoral, termasuk bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada sebelum, saat, dan pasca-kejadian.
Baca juga: Daftar Titik Macet di Kota Semarang Saat Lebaran, Pemudik Harus Tahu
“Mengingat Kali Babon merupakan kewenangan pusat, koordinasi untuk solusi permanen sedang kami diskusikan secara intensif agar warga tidak terus-menerus waswas setiap hujan lebat,” tuturnya.
Hingga Minggu pagi, tim teknis masih bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh titik rawan tertangani. Pemkot Semarang juga menyiagakan tenaga operasional lapangan di titik-titik rawan genangan.
“Saat ini, kami memantau radar BMKG secara real-time karena cuaca masih sangat dinamis. Seluruh tenaga dan stok sandbag tambahan sudah disiagakan sebagai antisipasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi pada Minggu sore,” tegas Agustina.