Cegah Kecelakaan di Tanjakan Silayur, Aksi Dishub Semarang Hadang Truk Tuai Dukungan Warga

Kompas.com - 25/04/2026, 20:31 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Upaya mencegah kecelakaan di Tanjakan Silayur, Kota Semarang, dilakukan secara intensif oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadang truk sumbu tiga di pertigaan Jerakah agar tidak melintas pada jam tertentu.

Di tengah terik matahari, petugas Dishub berjaga dan mengatur lalu lintas dengan menghentikan serta memutar balik kendaraan berat yang melanggar aturan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko kecelakaan di jalur tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Selama sepekan terakhir, pengawasan dilakukan hampir tanpa henti. Petugas Dishub secara konsisten mengarahkan truk untuk tidak melintasi jalur menuju kawasan pergudangan BSB City pada siang hari demi meminimalkan potensi kecelakaan.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga tidak hanya memahami kebijakan tersebut, tetapi juga menunjukkan dukungan secara langsung.

Salah satu warga Ngaliyan, Ahsana Nadia, menilai langkah Dishub Kota Semarang sebagai solusi nyata untuk menekan risiko kecelakaan.

Baca juga: 3 CCTV dan 6 Saksi Diperiksa Usut Dugaan Kecelakaan di Balik Tewasnya Eks Wakapolda Metro Jaya di Medan

“Program ini bagus untuk direalisasikan, apalagi (sebelumnya) banyak kecelakaan. (Harapannya) itu bisa terus konsisten diterapkan, tidak hanya di awal saja,” ujar Nadia, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Menurut Nadia, kehadiran petugas di lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya di titik rawan seperti Tanjakan Silayur.

Dukungan masyarakat juga terlihat dari kepedulian warga sekitar. Sejumlah pemilik warung dan warga setempat memberikan air minum serta makanan ringan kepada petugas yang berjaga berjam-jam di lokasi.

“Artinya masyarakat juga mendukung karena manfaatnya kembali ke mereka sendiri,” tambah Nadia.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat terus dijalankan secara konsisten agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

Baca juga: Kampanye Keselamatan Berkendara Heineken dan Grab Sabet Penghargaan MMA Smarties Awards

Di sisi lain, Nadia juga menyampaikan pesan kepada para petugas agar tetap semangat menjalankan tugas.

“Semoga tetap semangat karena yang dilakukan ini untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Dari pertigaan Jerakah, terlihat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama.

Langkah penertiban yang dilakukan Dishub Kota Semarang tidak hanya menjadi upaya pengaturan lalu lintas, tetapi juga bagian dari pencegahan agar Tanjakan Silayur tidak lagi menjadi lokasi kecelakaan.

Terkini Lainnya
Cegah Kecelakaan di Tanjakan Silayur, Aksi Dishub Semarang Hadang Truk Tuai Dukungan Warga

Cegah Kecelakaan di Tanjakan Silayur, Aksi Dishub Semarang Hadang Truk Tuai Dukungan Warga

Semarang
Wali Kota Agustina Dukung Piala U-13 Semarang, Dorong Talenta Muda Menuju Level Profesional

Wali Kota Agustina Dukung Piala U-13 Semarang, Dorong Talenta Muda Menuju Level Profesional

Semarang
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Semarang
800 Atlet Ikuti Sirnas Padel 2026 di Semarang, Terbesar Sepanjang Sejarah

800 Atlet Ikuti Sirnas Padel 2026 di Semarang, Terbesar Sepanjang Sejarah

Semarang
Peremajaan Transportasi Digeber, Agustina Wilujeng Tambah 10 Armada Baru Trans Semarang

Peremajaan Transportasi Digeber, Agustina Wilujeng Tambah 10 Armada Baru Trans Semarang

Semarang
Respons Cepat Aduan Warga, Agustina Wilujeng Perintahkan DPU Keruk Drainase Gajah Raya

Respons Cepat Aduan Warga, Agustina Wilujeng Perintahkan DPU Keruk Drainase Gajah Raya

Semarang
Pawai Ogoh-ogoh Siap Semarakkan Semarang, Catat Info Rekayasa dan Kantung Parkir Resmi

Pawai Ogoh-ogoh Siap Semarakkan Semarang, Catat Info Rekayasa dan Kantung Parkir Resmi

Semarang
Wali Kota Agustina Bawa Semarang Masuk 3 Besar Kota Toleran Nasional

Wali Kota Agustina Bawa Semarang Masuk 3 Besar Kota Toleran Nasional

Semarang
Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas

Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas

Semarang
Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Semarang
6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

Semarang
Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Wali Kota Semarang Agustina Gaungkan Pengelolaan Sampah

Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Wali Kota Semarang Agustina Gaungkan Pengelolaan Sampah

Semarang
Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Semarang
Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Semarang
Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com