Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas

Kompas.com - 23/04/2026, 19:34 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kota Semarang bersiap menyulap jalan-jalan protokol menjadi panggung catwalk budaya internasional. 

Gelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang kembali hadir dengan menampilkan delegasi sedikitnya dari 15 negara pada Sabtu (2/5/2026).

Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng menyatakan, jumlah negara peserta masih sangat mungkin bertambah, mengingat proses konfirmasi dari sejumlah delegasi negara lain masih terus berjalan.

Per Kamis (23/4/2026), negara yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, Ghana, Sierra Leone, Libya, dan lainnya.

“Kami melihat animo yang sangat luar biasa tahun ini sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah negara peserta akan terus bertambah hingga mendekati hari pelaksanaan,” ujar Agustina.

Baca juga: Semarang Borong 6 Warisan Budaya Tak Benda Nasional, Wingko Babat hingga Barongsai Masuk Daftar

Adapun gelaran SNC 2026 akan menampilkan parade kostum spektakuler yang merepresentasikan identitas internasional di sepanjang rute protokol.

Para peserta mancanegara yang mayoritas merupakan pelajar program pertukaran budaya akan berparade dalam satu defile khusus.

 

Mereka dijadwalkan mengenakan kostum nasional masing-masing negara sambil membawa bendera kebangsaan sebagai simbol identitas.

Agustina menjelaskan, keterlibatan anak muda dari berbagai belahan dunia ini memberikan warna baru yang memperkuat semangat keberagaman di Kota Semarang.

“Sebanyak 55 peserta internasional akan bergabung dengan ratusan peserta lokal lainnya sebagai bagian dari misi diplomasi budaya yang kuat,” katanya.

Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Melalui SNC, lanjut Agustina, pemerintah menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan persaudaraan tanpa memandang batas negara.

Libatkan 650 peserta

Secara keseluruhan, SNC 2026 akan melibatkan sekitar 650 peserta yang mencakup defile komunitas SNC, barisan Akademi Kepolisian (Akpol), delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, hingga defile luar negeri. 

Agustina menekankan, kualitas penyelenggaraan kali ini semakin meningkat, seiring dengan terpilihnya SNC dalam jajaran 125 acara unggulan nasional.

Dia menjelaskan, SNC resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI. 

“Status ini menjadi jaminan bahwa suguhan yang kami hadirkan memiliki standar kualitas nasional. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan harmoni kreativitas ini di sepanjang jalan protokol,” ujarnya.

Baca juga: Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Agustina berharap kemeriahan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang.

Dia pun mengajak semua pihak menjadikan SNC 2026 sebagai panggung kebanggaan warga Kota Semarang.

“Kita tunjukkan keramahan sebagai tuan rumah yang inklusif, sehingga para tamu dari berbagai negara membawa kesan positif tentang keindahan toleransi di kota ini saat kembali ke negara asalnya,” jelas Agustina.

Adapun pawai yang mengusung tema Miracle of Recycle tersebut akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 18.30 WIB.

Iring-iringan akan melintasi Tugu Muda dan Jalan Pandanaran, lalu berakhir di Lapangan Pancasila, Simpang Lima.

Baca juga: Soal Tanah Gerak di Jangli: Pemkot Semarang Siapkan Huntara, Sebut Warga Pilih Bertahan

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com