Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kompas.com - 30/04/2026, 16:41 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan relokasi bagi pedagang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Kanjengan Johar, guna menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Kebakaran terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam hingga Kamis (30/4/2026) dini hari. Api dengan cepat menjalar di kawasan padat perdagangan, meliputi area pedagang kaki lima (PKL) Blok C dan deretan ruko di Blok F, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas gabungan.

Data sementara mencatat sekitar 468 unit lapak dan ruko terdampak, terdiri dari ratusan lapak PKL serta puluhan ruko di Blok F. Meski menimbulkan kerugian material, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara intensif sejak awal kejadian.

“Penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan sejak api mulai menyebar dari Blok C ke Blok F. Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan hingga dipastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujarnya.

Baca juga: Lahan 7 Hektar di Pulau Sebatik Nunukan Hangus Terbakar, Damkar Duga Sengaja Dibakar

Proses pemadaman melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya dengan total sekitar 90 personel gabungan.

Puluhan armada pemadam dikerahkan, dengan suplai air berasal dari hidran kota, tangki PDAM, serta sumber air di sekitar kawasan Kota Lama.

Kepala Damkar Kota Semarang Sih Rianung menegaskan bahwa proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih lima jam hingga api berhasil dikendalikan.

“Setelah pendinginan menyeluruh, tidak ditemukan lagi titik api aktif di seluruh area terdampak,” katanya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait. Pemkot Semarang juga melakukan pendataan internal guna mendukung proses tersebut.

Baca juga: Sudah Jual Murah, tapi Untung Tipis: Dilema Pedagang Es Teh di Manggarai Jaksel

Di tengah proses penanganan, Pemkot Semarang memprioritaskan pemulihan aktivitas ekonomi pedagang melalui skema relokasi. Lokasi relokasi sementara disiapkan di area pasar yang mampu menampung sekitar 100 hingga 150 pedagang, serta opsi tambahan di gedung pasar baru.

Relokasi pedagang kami siapkan agar mereka tetap bisa berjualan. Ini menjadi prioritas agar roda ekonomi masyarakat tidak terhenti,” ujar Aniceto.

Evakuasi pedagang dan penghuni kios sebelumnya telah dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan warga saat api mulai membesar. Sempat terjadi kepanikan akibat cepatnya penyebaran api, namun situasi berhasil dikendalikan.

Kerugian material masih dalam proses pendataan. Estimasi sementara mencapai sekitar Rp 3,5 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com