KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengambil langkah tegas untuk menekan kecelakaan lalu lintas di kawasan turunan Silayur, Kecamatan Ngaliyan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memasang portal pembatas kendaraan berat berbasis sistem katrol di ujung Jalan Mochamad Ichsan, Kelurahan Wates, Minggu (26/4/2026) malam.
Agustina menegaskan, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan rawan kecelakaan tersebut.
Dia menjelaskan, pemasangan portal bertujuan membatasi kendaraan bertonase besar yang kerap melanggar aturan dengan melintas di luar jam operasional.
Kebijakan itu diberlakukan menyusul dua kecelakaan sepanjang April 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Semarang.
“Kami ingin menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof Hamka, atau seringnya terjadi di turunan Silayur,” ujar Agustina.
Baca juga: Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional
Agustina kemudian menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk memasang portal katrol pembatas kendaraan berat. Pemasangan dilakukan pada Minggu pukul 20.00 WIB di lokasi tersebut.
Portal itu diatur berdasarkan waktu operasional. Pada pukul 06.00–22.59 WIB, saat truk bertonase besar dilarang melintas, portal diturunkan hingga ketinggian 3,4 meter (m).
Sebaliknya, pada pukul 23.00–05.00 WIB, portal dinaikkan hingga 4,2 m sehingga kendaraan berat, termasuk truk sumbu tiga, dapat melintas.
Agustina menyebut, pemasangan portal tidak hanya dilakukan di satu titik. Pemkot Semarang melaui Dishub juga akan menambah portal di kawasan Jrakah untuk mengantisipasi kendaraan dari arah dalam kota.
Baca juga: Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan
"Yang di Jrakah (pemasangan portal) nanti menyusul dalam waktu dekat. Paling tidak, sementara ini kendaraan yang arah turun bisa ditekan," jelasnya.
Selain itu, Pemkot Semarang menyiapkan pembangunan pos pengawasan permanen guna memastikan pengendalian lalu lintas berjalan optimal dan berkelanjutan.
Agustina berharap, penerapan sistem itu dapat menekan risiko kecelakaan secara signifikan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan di kawasan Silayur.