KOMPAS.com - Jumlah peserta mancanegara yang mengikuti Semarang Night Carnival (SNC) 2026 meningkat signifikan dengan partisipasi dari 28 negara. Hal ini semakin mengukuhkan SNC sebagai ajang budaya berskala internasional.
Tak hanya dari sisi partisipasi internasional, SNC 2026 juga mencatat capaian penting dengan masuknya agenda ini ke dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan sekaligus daya tarik SNC sebagai event unggulan yang mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, komunitas kreatif, hingga masyarakat.
Baca juga: Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas
Agustina mengatakan, masuknya SNC dalam Kalender Karisma Event Nusantara dan meningkatnya partisipasi internasional menjadi bukti bahwa Semarang semakin dipercaya sebagai tuan rumah event kelas dunia.
"Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas dan berdampak,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/5/2026)
Ia menambahkan, kehadiran peserta dari 28 negara dalam SNC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperluas jejaring internasional Kota Semarang.
“Kami ingin SNC tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang kolaborasi global yang menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan pelaku UMKM, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang,” tambah Agustina.
Baca juga: Semarang Night Carnival Digelar Hari Ini, Catat Jalan yang Ditutup dan Lokasi Parkir Alternatifnya
SNC selama ini dikenal dengan parade kostum spektakuler yang mengangkat kearifan lokal dengan sentuhan modern. Dengan dukungan status sebagai bagian dari KEN, penyelenggaraan SNC 2026 diharapkan semakin berkualitas, profesional, dan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Agustina juga optimistis bahwa peningkatan jumlah peserta internasional akan memberikan efek berganda, mulai dari okupansi hotel, pergerakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga promosi kota di kancah global.
Pawai yang mengusung tema "Miracle of Recycle" tersebut digelar pada Sabtu (2/5/2026), dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 18.30 WIB.
Iring-iringan kemudian akan melintasi landmark Tugu Muda dan Jalan Pandanaran hingga mencapai garis finish di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan harmoni kreativitas ini di sepanjang jalan protokol," katanya.
Melalui SNC 2026, Semarang kembali menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi kekuatan diplomasi budaya yang membanggakan Indonesia di mata dunia.