Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kompas.com - 03/05/2026, 09:46 WIB
Aditya Mulyawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Salah satu peserta Semarang Night Carnival (SNC) 2026, Heri Pari, tak bisa menyembunyikan rasa haru saat mengikuti parade budaya tersebut.

Meski sempat basah kuyup akibat hujan, pria asal Bondowoso, Jawa Timur, itu tetap berupaya menuntaskan penampilannya.

Heri yang mengenakan defile foniks sempat tampil di bawah guyuran hujan saat pembukaan SNC 2026. Meski cuaca dingin, ia tetap menunjukkan semangat.

“Tadi, saya sempat tampil karena saya masuk bagian nomor urut pertama. Saat opening, kami tampil, meski di bawah guyuran hujan,” ujar Heri.

Bagi Heri, tampil di tengah hujan menjadi pengalaman pertamanya. Meski demikian, ia tetap ingin menyelesaikan seluruh rangkaian acara.

Heri bersama sejumlah peserta lain kemudian diangkut menggunakan mobil terbuka dari Balai Kota Semarang menuju titik akhir di kawasan Simpang Lima.

Di lokasi tersebut, para peserta tetap diberi kesempatan untuk tampil di hadapan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan masyarakat yang telah menunggu.

“Karena hujan, beban kostum jadi lebih berat. Bagaimanapun caranya, kami harus tetap menjaga keseimbangan,” kata dia.

Baca juga: Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Untuk mengikuti SNC 2026, Heri telah mempersiapkan diri sekitar tiga bulan, termasuk merancang kostum yang akan dikenakan. Oleh karena itu, ia merasa kurang puas apabila tidak dapat menuntaskan seluruh rangkaian acara.

Ia sendiri sudah dua kali mengikuti SNC dan selalu terkesan dengan suasana Kota Semarang serta antusiasme para peserta dalam memeriahkan parade budaya tahunan tersebut.

“Mengikuti Semarang Night Carnival ini kebanggaan bagi saya. Di sini, saya bisa melebarkan sayap, mengingat saya berasal dari Bondowoso, Jawa Timur. Saya daftar acara ini secara pribadi,” ujarnya.

Agustina mengaku sempat khawatir karena para peserta sempat membubarkan diri akibat hujan deras. Usai reda, acara kembali dilanjutkan dan peserta tetap antusias untuk tampil. Ia pun merasa lega, akhirnya rangkaian SNC 2026 tuntas diselenggarakan.

Agustina memahami persiapan panjang yang dilakukan para peserta. Ia bahkan menyaksikan sejumlah peserta sudah bersiap sejak pagi, mulai dari mengenakan kostum hingga merias wajah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada peserta Semarang Night Carnival yang berjuang tetap perform dalam kondisi apa pun. Kami tunggu partisipasi mereka di tahun depan,” ujar Agustina.

Baca juga: Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Agustina mengakui sebagian peserta SNC 2026, termasuk dari luar negeri, tidak dapat menuntaskan penampilan hingga titik akhir di Simpang Lima.

Ia memahami kondisi tersebut karena setelah hujan deras, sejumlah titik di kawasan Simpang Lima tergenang air.

 

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com