KOMPAS.com — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan perbaikan rutin di Jalan Citarum sambil menyiapkan betonisasi permanen pada pertengahan 2026.
Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga terkait kerusakan Jalan Citarum.
Jalan Citarum sendiri merupakan salah satu urat nadi transportasi menuju pusat kota dan area perdagangan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Wali Kota Agustina menjelaskan, berdasarkan evaluasi teknis, kerusakan di Jalan Citarum dipicu oleh elevasi jalan yang rendah sehingga sering terjadi genangan air saat hujan tinggi.
“Selain itu, beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau over-dimension over-load (ODOL) mempercepat kerusakan aspal di beberapa titik kritis,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Sebagai langkah nyata agar jalan tetap aman dilalui, Agustina memastikan bahwa perbaikan parsial tidak akan menunggu hingga proses lelang selesai. Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus melakukan pemeliharaan harian di lapangan.
“Sambil menunggu peningkatan jalan secara menyeluruh, perbaikan paving dan tambal sulam rutin tetap kami lakukan. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi warga terganggu sehingga pemeliharaan terus berjalan agar fungsi jalan tetap terjaga,” jelasnya.
Terkait solusi permanen, Pemkot Semarang telah menganggarkan proyek betonisasi Jalan Citarum yang direncanakan masuk tahap lelang pada Mei 2026.
Pengerjaan fisik jalan sepanjang 510 m dengan lebar 14 m itu akan dimulai pada Agustus 2026 yang mencakup ruas dari simpang Jalan Dr Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara.
Baca juga: Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran
Agustina menjelaskan, peningkatan jalan menjadi tipe rigid (beton) itu adalah solusi jangka panjang. Sampai saat ini, Pemkot Semarang terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga preservasi jalan tersebut.
“Kami akan menempatkan rambu batas beban melalui Dishub untuk mengatur lalu lintas kendaraan berat yang dibarengi dengan dukungan penindakan dari jajaran Satlantas,” katanya.
Hal tersebut, imbuh Agustina, menjadi kunci utama agar kualitas infrastruktur tidak cepat rusak kembali akibat beban berlebih sehingga umur jalan bisa bertahan lebih lama.
Selain perbaikan fisik jalan, Pemkot Semarang juga akan melakukan pembersihan sedimen pada saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan secara berkala.
Hal ini dilakukan untuk memastikan aliran air menuju pompa berjalan lancar dan meminimalkan genangan di badan jalan.
Baca juga: Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota
Wali Kota Agustina pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada saat melintasi area yang sedang dalam masa pemeliharaan.
“Warga kami imbau tetap berhati-hati saat melintasi Jalan Citarum. Kami berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan ini agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat kembali optimal,” tuturnya.