Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Kompas.com - 25/03/2026, 16:47 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comArus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Kota Semarang terpantau berjalan lancar dan kondusif hingga Selasa (24/3/2026) malam.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban lalu lintas selama periode Lebaran.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kelancaran arus mudik dan balik merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang dilakukan secara intensif sejak awal periode angkutan Lebaran.

“Kami bersyukur arus mudik maupun arus balik di Kota Semarang terpantau lancar dan kondusif. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik dari kepolisian, dinas terkait, maupun masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, mobilitas kendaraan selama periode 15–24 Maret 2026 terpantau tinggi, namun tetap terkendali. Melalui Gerbang Tol Kalikangkung, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar.

Kepadatan juga terlihat di sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Siliwangi, dan Jalan Brigjen Katamso. Meski demikian, arus lalu lintas masih dapat diatur dengan baik melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan.

Baca juga: Arus Balik Mulai Padat, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Rest Area dan Tol Semarang

Selain jalur darat, pergerakan pemudik melalui berbagai moda transportasi juga berlangsung lancar. Hingga Selasa malam, tercatat 191.321 orang masuk ke Semarang dan 177.044 orang keluar melalui kereta api, pesawat, kapal laut, dan bus antarkota.

Tingginya mobilitas tersebut menegaskan peran Semarang sebagai salah satu simpul penting arus mudik dan balik di Jawa Tengah.

Untuk menjaga kelancaran, Pemkot Semarang bersama kepolisian melakukan pemantauan melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) serta pengaturan langsung di sejumlah titik strategis.

Peningkatan arus kendaraan akibat kebijakan one way nasional juga terpantau di sejumlah simpang utama, seperti Simpang Karyadi, Kaligarang, dan Sam Poo Kong. Namun, kondisi lalu lintas tetap terkendali.

Selain itu, Pemkot Semarang turut mengantisipasi kepadatan di kawasan pusat oleh-oleh dan destinasi wisata, seperti kawasan Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima, dan Kota Lama.

Pengaturan lalu lintas di titik-titik tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, terutama saat puncak kunjungan wisata.

Baca juga: Puncak Arus Balik di Limbangan JabarHari Ini, Besok Arus Wisata Sampai Akhir Pekan

Agustina menambahkan, pengamanan selama periode Lebaran juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), organisasi kemasyarakatan, hingga posko swadaya masyarakat.

Ke depan, Pemkot Semarang mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kondisi kendaraan dan kesehatan selama perjalanan.

Pemantauan arus lalu lintas melalui Posko Angkutan Lebaran akan terus dilakukan hingga periode arus balik berakhir guna memastikan kondisi tetap aman dan tertib.

Terkini Lainnya
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com