KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menganugerahkan Kiai Haji (KH) Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi sekaligus mengubah nama Jalan Kiai Saleh menjadi Jalan KH Sholeh Darat, Kamis (12/2/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional serta bentuk penghormatan atas kontribusi dan warisan intelektualnya bagi bangsa Indonesia.
Dalam seremoni yang digelar di Kota Semarang, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyerahkan Surat Keputusan perubahan nama jalan sebagai simbol pengakuan atas jejak sejarah dan keteladanan sang ulama.
KH Sholeh Darat dikenal sebagai guru dari sejumlah tokoh besar yang berperan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.
“Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan ilmu dengan kelembutan, dakwah dengan kebijaksanaan, dan Islam dengan semangat moderasi,” ujar Agustina.
Selain perubahan nama jalan, Pemkot Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan Tokoh Moderasi yang diterima langsung oleh dzurriyah atau ahli waris KH Sholeh Darat.
Pada kesempatan itu turut dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto KH Sholeh Darat sebagai bentuk validasi dokumen serta memastikan kesesuaian data historis yang diajukan.
Baca juga: Tulis Surat untuk Prabowo Minta Keringanan Hukum, Ammar Zoni: Saya Warisan dan Aset
Sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali warisan intelektualnya, kitab Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya monumental KH Sholeh Darat yang menjembatani pemahaman teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.
Agustina menegaskan, penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang berjasa besar namun belum banyak dikenal generasi muda.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh bangsa.
“Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang kontribusinya melampaui zamannya. Mengangkat kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemkot Semarang berharap penganugerahan Tokoh Moderasi dan perubahan nama jalan tersebut menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah sekaligus mendorong generasi muda meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, serta komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.
Baca juga: Polemik Lagu Kebangsaan
Dengan langkah tersebut, Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk merawat memori kolektif tentang tokoh-tokoh besar daerah sebagai fondasi moral dan budaya dalam membangun kota yang berkarakter, religius, dan berkemajuan.