"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Kompas.com - 03/02/2026, 21:34 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjaga kebersihan Kota Semarang kini tidak lagi menjadi tanggung jawab tunggal Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Di jantung kota, tepatnya di Kecamatan Semarang Tengah, kolaborasi lintas sektor diwujudkan melalui kehadiran “ Tim Oren”, sebuah unit taktis yang menjadi solusi nyata dalam menangani tumpukan sampah liar di jalan-jalan protokol.

Camat Semarang Tengah Aniceto Magno Da Silva mengatakan, Tim Oren dibentuk sejak 2022 dan hadir di setiap kelurahan untuk menangani penumpukan sampah liar yang kerap muncul di tepi jalan protokol.

Pembentukan Tim Oren berawal dari keprihatinan Aniceto melihat masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga merusak estetika kota.

“Itu sejak saya masuk (menjadi camat) Semarang Tengah, lalu bentuk Tim Oren. Saya lihat banyak sampah dibuang hampir di jalan protokol,” katanya.

Baca juga: Dinkes Semarang Peringatkan Masyarakat, Buah yang Digigit Kelelawar Bisa Tularkan Virus Nipah

Camat yang akrab disapa Pak Moy itu menjelaskan, kehadiran Tim Oren bertujuan membantu tugas DLH, terutama dalam penanganan sampah yang tidak harus menunggu jadwal pengangkutan dari dinas terkait.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, pihak kecamatan menggandeng kelurahan serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) sebagai relawan sekaligus anggota Tim Oren.

“Mereka bertugas mengambil sampah di jalan protokol, jalan kampung yang tidak terjangkau DLH. Mereka cukup ambil lalu buang ke tempat pembuangan sampah (TPS) di Semarang Tengah, lalu dari TPS diangkut DLH sampai ke tempat pemrosesan akhir (TPA),” bebernya.

Tak hanya memungut sampah liar, Tim Oren juga melakukan pemotongan rumput liar serta membantu membersihkan saluran air dari sampah.

“Mereka dari jam 04.00 WIB sudah bergerak pungut sampah, mereka juga potong rumput liar seperti di Jalan Pemuda, Gajahmada, Simpang Lima,” katanya.

Baca juga: Warga Semarang Terisolasi karena Jembatan Putus, Ombudsman: Pemerintah Abai

Lebih dari itu, Pak Moy mengatakan, Tim Oren juga membuka layanan pengaduan bagi warga Semarang Tengah yang membutuhkan bantuan membersihkan sampah. 

“Kalau warga mau minta tolong ada sampah di saluran atau rumput liar tinggi bisa kontak kami,” ujarnya.

Saat ini, Tim Oren Kecamatan Semarang Tengah beranggotakan 32 orang yang berasal dari 15 kelurahan dan 1 kecamatan.

Tim tersebut secara rutin mulai beroperasi sejak dini hari untuk menjaga kebersihan dan estetika kawasan pusat Kota Semarang.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com