Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Kompas.com - 12/03/2026, 18:40 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comPemudik yang melintasi Kota Semarang saat Lebaran 2026 kini dapat memantau kondisi perjalanan secara langsung melalui portal Info Mudik 2026 yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Layanan informasi digital ini dapat diakses melalui laman https://infomudik.semarangkota.go.id/ dan menjadi pusat informasi terpadu untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan bahwa portal tersebut dihadirkan sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik berbasis digital sekaligus mendukung kelancaran arus mudik, khususnya bagi pemudik yang menuju maupun melintasi ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu.

“Kota Semarang merupakan simpul penting perlintasan arus mudik di jalur pantura maupun jalur tengah Pulau Jawa. Karena itu, kami menghadirkan portal Info Mudik agar masyarakat dapat mengakses informasi perjalanan secara cepat, akurat, dan mudah melalui satu platform,” ujarnya.

Melalui portal ini, pemudik dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di berbagai titik strategis di Kota Semarang.

Selain memantau arus lalu lintas, portal tersebut juga menyediakan berbagai informasi penting lainnya, seperti peta jalur mudik, lokasi pos pengamanan dan pos pelayanan, fasilitas kesehatan, SPBU, bengkel, hingga tempat ibadah yang dapat dimanfaatkan pemudik selama perjalanan.

Baca juga: Dishub Bandung Barat Petakan 15 Titik Rawan Macet dan Kecelakaan, Pemudik Diminta Hati-hati

Portal Info Mudik juga dilengkapi dengan informasi layanan darurat, termasuk akses ke call center 112, yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan bantuan cepat apabila menghadapi situasi darurat selama perjalanan.

Menurut Agustina, pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat periode mudik, yang biasanya diikuti peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Melalui portal ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses informasi yang lengkap sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. Dengan informasi yang terbuka dan terintegrasi, diharapkan potensi kemacetan maupun risiko di perjalanan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Selain informasi perjalanan, portal ini juga menampilkan berbagai rekomendasi destinasi wisata, kuliner, serta pusat oleh-oleh di Kota Semarang.

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak sekaligus menikmati suasana kota sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Estimasi Biaya Perjalanan Mudik Jakarta-Palembang Pakai Suzuki Ertiga

Pemkot Semarang pun mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memanfaatkan berbagai layanan informasi yang tersedia melalui portal tersebut.

Terkini Lainnya
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Semarang
Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Semarang
Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Semarang
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Semarang
Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com