Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Kompas.com - 04/02/2026, 21:05 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah fokus membangun ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal dengan mendorong kerajinan lokal naik kelas agar mampu bersaing di pasar global.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa produk kerajinan lokal bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina dalam acara Coffee Morning Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Kota Semarang yang digelar di Hotel Santika Premiere, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).

Mengusung tema "Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal", acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ari Satria dan CEO 1Export Manila Anna Melissa Nava.

Baca juga: Kemendag Terima 7.887 Aduan Konsumen di 2025

"Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM), pengusaha Kota Semarang, (melakukan) ekspor," ujar Agustina.

Untuk mampu bersaing di pasar global, ia menekankan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global.

Menurut Agustina, platform e-commerce global seperti Etsy cocok bagi produk yang mengedepankan keunikan dan sentuhan personal (handmade), sementara Amazon Store menuntut kesiapan manajemen logistik serta kapasitas produksi yang lebih besar.

"Setidaknya, meski belum bisa ekspor, tetapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu," ungkap Agustina.

Baca juga: Ekspor Indonesia 2025 Naik 6,15 Persen, China Tetap Jadi Tujuan Utama

Melalui langkah strategis tersebut, Pemkot Semarang optimistis produk kreatif lokal dapat menembus pasar global dengan tetap membawa identitas daerah serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pada kesempatan itu, Agustina juga menyampaikan terima kasih kepada Dekranasda atas perhatian dan komitmennya dalam meningkatkan derajat ekonomi serta kualitas hidup pengrajin UMKM.

"Semoga Coffee Morning ini melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita," tegas Agustina.

Sebagai informasi, kegiatan Coffee Morning Dekranasda diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, Bank Indonesia (BI), serta badan usaha milik daerah (BUMD).

Baca juga: Kembangkan Produk UMKM, Rano Karno Usulkan Ada Shop Dekranasda di Monas

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Semarang

"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Semarang
Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Semarang
Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Semarang
Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Semarang
Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Semarang
Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Semarang
Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Semarang
Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Semarang
Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Semarang
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com