KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah fokus membangun ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal dengan mendorong kerajinan lokal naik kelas agar mampu bersaing di pasar global.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa produk kerajinan lokal bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina dalam acara Coffee Morning Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Kota Semarang yang digelar di Hotel Santika Premiere, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).
Mengusung tema "Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal", acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ari Satria dan CEO 1Export Manila Anna Melissa Nava.
Baca juga: Kemendag Terima 7.887 Aduan Konsumen di 2025
"Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM), pengusaha Kota Semarang, (melakukan) ekspor," ujar Agustina.
Untuk mampu bersaing di pasar global, ia menekankan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global.
Menurut Agustina, platform e-commerce global seperti Etsy cocok bagi produk yang mengedepankan keunikan dan sentuhan personal (handmade), sementara Amazon Store menuntut kesiapan manajemen logistik serta kapasitas produksi yang lebih besar.
"Setidaknya, meski belum bisa ekspor, tetapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu," ungkap Agustina.
Baca juga: Ekspor Indonesia 2025 Naik 6,15 Persen, China Tetap Jadi Tujuan Utama
Melalui langkah strategis tersebut, Pemkot Semarang optimistis produk kreatif lokal dapat menembus pasar global dengan tetap membawa identitas daerah serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pada kesempatan itu, Agustina juga menyampaikan terima kasih kepada Dekranasda atas perhatian dan komitmennya dalam meningkatkan derajat ekonomi serta kualitas hidup pengrajin UMKM.
"Semoga Coffee Morning ini melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita," tegas Agustina.
Sebagai informasi, kegiatan Coffee Morning Dekranasda diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, Bank Indonesia (BI), serta badan usaha milik daerah (BUMD).
Baca juga: Kembangkan Produk UMKM, Rano Karno Usulkan Ada Shop Dekranasda di Monas