Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kompas.com - 03/02/2026, 21:21 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Kota Semarang siap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI yang akan digelar pada September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina menyusul hasil survei Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) yang menyatakan Kota Semarang berpotensi menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.

Menurutnya, kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kembali merupakan kehormatan sekaligus momentum penting bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menyukseskan agenda keagamaan berskala nasional.

“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Agustina.

Baca juga: Qori Asal Kaltim Jumarlin Raih Juara 2 MTQ Internasional di Kroasia

Ia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional terselenggara dengan sukses dan berkesan.

Hasil survei Kemenag

Berdasarkan pembahasan tim Kemenag RI saat melakukan survei kelayakan venue, Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis dan kesiapan teknis untuk menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an Kemenag RI Rizal Ahmad Rangkuty menyampaikan bahwa survei lokasi difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti kesiapan tata ruang, alur registrasi, ketersediaan ruang tunggu peserta, serta skema penempatan majelis lomba sebagai penopang utama kelancaran MTQ.

“Tim membahas penataan 24 majelis lomba dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ungkapnya.

Rizal menjelaskan, kedatangan peserta akan dilakukan secara bertahap. Kafilah dari Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Riau dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 11.00 WIB, dan seterusnya.

Baca juga: 3 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Oleh karena itu, ruang tunggu perlu disiapkan secara memadai agar alur kedatangan tetap tertib, nyaman, dan tidak terjadi penumpukan.

Terkait lokasi, Rizal menekankan bahwa aspek keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca menjadi hal krusial. Selama aspek tersebut terpenuhi, MTQ dapat diselenggarakan di ruang terbuka dengan memanfaatkan tenda besar.

“Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” ucap Rizal.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Agung Priyono menilai, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang merupakan salah satu lokasi yang strategis.

Baca juga: 5 Kuliner Wajib Coba di Pasar Johar, Tempat Bersejarah di Semarang

Kedekatan lokasi dengan bandara menjadi nilai tambah karena memudahkan kafilah menuju tempat registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.

“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” jelas Agung.

Ia menambahkan, fasilitas pendukung, seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan, area antrean, layanan konsumsi, serta ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama yang akan terus disempurnakan.

Selain itu, unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa juga dinilai memberi nilai tambah secara visual.

Baca juga: Benteng Pendem Ambarawa, Arsitektur Klasik Eropa di Kabupaten Semarang

“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya terasa kuat dan fotogenik. Ini sangat mendukung kebutuhan dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” tutur salah satu anggota tim Kemenag RI.

Selain fokus pada lokasi, pembahasan tim Kemenag RI turut menyoroti efisiensi biaya dan instalasi, mengingat sebagian fasilitas gedung PRPP telah digunakan untuk berbagai kegiatan nasional maupun korporasi.

Tim Kemenag RI menilai, ruang-ruang di dalam gedung dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan MTQ.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal tersebut, Kota Semarang dinilai berpotensi kuat menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Baca juga: Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Gus Yasin: Digelar September

Pemkot Semarang diharapkan mampu menyelenggarakan MTQ secara tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi peserta maupun masyarakat.

Terkini Lainnya

"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Semarang
Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Semarang
Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Semarang
Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Semarang
Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Semarang
Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Semarang
Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Semarang
Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Semarang
Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Semarang
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com