KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Kota Semarang siap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI yang akan digelar pada September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina menyusul hasil survei Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) yang menyatakan Kota Semarang berpotensi menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.
Menurutnya, kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kembali merupakan kehormatan sekaligus momentum penting bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menyukseskan agenda keagamaan berskala nasional.
“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Agustina.
Baca juga: Qori Asal Kaltim Jumarlin Raih Juara 2 MTQ Internasional di Kroasia
Ia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional terselenggara dengan sukses dan berkesan.
Berdasarkan pembahasan tim Kemenag RI saat melakukan survei kelayakan venue, Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis dan kesiapan teknis untuk menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an Kemenag RI Rizal Ahmad Rangkuty menyampaikan bahwa survei lokasi difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti kesiapan tata ruang, alur registrasi, ketersediaan ruang tunggu peserta, serta skema penempatan majelis lomba sebagai penopang utama kelancaran MTQ.
“Tim membahas penataan 24 majelis lomba dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ungkapnya.
Rizal menjelaskan, kedatangan peserta akan dilakukan secara bertahap. Kafilah dari Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Riau dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 11.00 WIB, dan seterusnya.
Baca juga: 3 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera
Oleh karena itu, ruang tunggu perlu disiapkan secara memadai agar alur kedatangan tetap tertib, nyaman, dan tidak terjadi penumpukan.
Terkait lokasi, Rizal menekankan bahwa aspek keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca menjadi hal krusial. Selama aspek tersebut terpenuhi, MTQ dapat diselenggarakan di ruang terbuka dengan memanfaatkan tenda besar.
“Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” ucap Rizal.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Agung Priyono menilai, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang merupakan salah satu lokasi yang strategis.
Baca juga: 5 Kuliner Wajib Coba di Pasar Johar, Tempat Bersejarah di Semarang
Kedekatan lokasi dengan bandara menjadi nilai tambah karena memudahkan kafilah menuju tempat registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.
“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” jelas Agung.
Ia menambahkan, fasilitas pendukung, seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan, area antrean, layanan konsumsi, serta ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama yang akan terus disempurnakan.
Selain itu, unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa juga dinilai memberi nilai tambah secara visual.
Baca juga: Benteng Pendem Ambarawa, Arsitektur Klasik Eropa di Kabupaten Semarang
“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya terasa kuat dan fotogenik. Ini sangat mendukung kebutuhan dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” tutur salah satu anggota tim Kemenag RI.
Selain fokus pada lokasi, pembahasan tim Kemenag RI turut menyoroti efisiensi biaya dan instalasi, mengingat sebagian fasilitas gedung PRPP telah digunakan untuk berbagai kegiatan nasional maupun korporasi.
Tim Kemenag RI menilai, ruang-ruang di dalam gedung dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan MTQ.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal tersebut, Kota Semarang dinilai berpotensi kuat menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Baca juga: Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Gus Yasin: Digelar September
Pemkot Semarang diharapkan mampu menyelenggarakan MTQ secara tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi peserta maupun masyarakat.