Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kompas.com - 06/11/2025, 17:56 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menunjukkan komitmennya untuk mengurangi pencemaran udara sekaligus meningkatkan pelayanan masyarakat melalui uji coba bus listrik Trans Semarang koridor 1 pada Rabu (5/11/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memulai uji coba operasional dua armada bus listrik Trans Semarang dengan rute Terminal Mangkang–Simpang Lima pulang pergi (PP).

Satu bus besar melayani rute operasional koridor 1 (Terminal Mangkang–Pemuda–Simpang Lima–Terminal Penggaron), sementara bus berukuran sedang dijalankan di koridor lain dengan mempertimbangkan medan yang tepat untuk kendaraan listrik.

Masyarakat umum dapat menikmati tarif penumpang secara gratis selama periode uji coba yang berlangsung hingga dua pekan ke depan sekaligus melihat performa kendaraan secara menyeluruh.

Baca juga: Bus Listrik Trans Semarang Lakukan Uji Coba, Masih Gratis

"Ini sebuah langkah maju yang konkret sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot Semarang dalam mendorong penurunan emisi dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti bus listrik," ujar Agustina.

Ia menyampaikan bahwa rute operasional koridor 1 hingga saat ini menjadi koneksi penting yang menghubungkan jalur barat dan timur Kota Semarang secara langsung untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

Agustina menilai, rute tersebut dapat mengoptimalkan upaya Pemkot Semarang dalam mendorong penggunaan transportasi publik oleh masyarakat.

Ia menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di koridor 1 memiliki nilai strategis dan vital dari sisi ekonomi karena menjadi jalur yang mengintegrasikan jalan-jalan utama dan sentra-sentra ekonomi di Kota Semarang.

Baca juga: Berharap Dukungan Pemerintah untuk Kendaraan Listrik Melalui Himbara

"Di samping itu, kenyamanan pengguna transportasi adalah prioritas utama dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi, lebih modern, dan berkelanjutan," ucap Agustina.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut dia, Pemkot Semarang perlu bersinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terkait pembiayaan.

Oleh karena itu, Agustina telah mengajukan persetujuan pembiayaan konversi bus diesel konvensional menjadi bus listrik atau electric vehicle di koridor 1 pada 2026 kepada DPRD Kota Semarang.

Kehadiran bus listrik Trans Semarang dinilai mampu mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, mendukung transportasi berkelanjutan di perkotaan, serta mencapai target Net Zero Emission (NZE) Kota Semarang.

Baca juga: Bus Listrik Trans Semarang Mulai Uji Coba, Warga Bisa Naik Gratis

Sebagai informasi, kini Trans Semarang telah mengoperasikan 281 unit bus diesel untuk delapan koridor dan empat feeder.

Rencananya, bus listrik koridor 1 akan beroperasi penuh pada 2026 dan semua armada Trans Semarang akan beralih dari bus konvensional menjadi bertenaga listrik secara bertahap

"Ini titik awal yang positif jika sistem electric vehicle bisa diandalkan untuk transportasi Kota Semarang yang lebih maju dan lebih hijau," kata Agustina.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com