Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Kompas.com - 11/02/2026, 20:20 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang untuk menyebarkan pesan persatuan secara kreatif melalui media sosial.

“Saya minta mereka (DPPI) agar menjadi simbol. Setiap keputusan, kalimat yang keluar (diucapkan), dan gerak-geriknya itu melambangkan dirinya sebagai seorang yang pancasilais,” ujar Agustina saat melantik 42 anggota Purna Paskibraka menjadi DPPI di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sekaligus membentuk karakter pemimpin muda yang berintegritas dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Agustina menekankan, para Duta Pancasila merupakan pemuda pilihan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi benteng ideologi di tengah arus globalisasi.

Oleh karena itu, mereka tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi agar pengabdiannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang digital seperti media sosial.

Baca juga: Pesan Persatuan dari BIP Lewat Satu Nusa Satu Bangsa

“Pancasila itu kalau diperas menjadi satu kata itu adalah gotong royong. Kalau kita sudah terbiasa untuk hidup dengan berpikir dengan cara gotong royong, kita akan cenderung untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Artinya, kondusivitas itu menjadi nomor satu,” tegas Agustina.

Ia berharap para Duta Pancasila terus menggaungkan pesan persatuan di media sosial agar lebih mudah diterima oleh sesama generasi muda.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun menyatakan kesiapan mendukung penuh seluruh program DPPI guna memastikan pembinaan karakter pemuda berjalan berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi kemajuan kota.

Baca juga: Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

DPPI Pusat apresiasi Purna Paskibraka

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPPI Pusat Yuslihayanti mengapresiasi kompetensi para purna Paskibraka.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Duta Pancasila dilakukan hingga tingkat kabupaten/kota karena para anggotanya telah melalui proses seleksi ketat sebagai Paskibraka.

Yuslihayanti mengatakan, kompetensi diri yang diberikan kepada para Purna Paskibraka Duta Pancasila dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Walaupun jumlah kami mungkin tidak banyak, hanya 30.000 orang saat ini, kami memang dipersiapkan untuk menjadi teladan, role model,” ungkap Yuslihayanti.

Baca juga: Gibran Apresiasi Aksi Bersih-bersih Pantai Bali, Harap Jadi Teladan Daerah Lain

Terkini Lainnya
Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Semarang
Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Semarang
Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Semarang
Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Semarang
Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Semarang
Lebih dari Sekadar Pasar Rakyat, Pemkot Semarang Perjuangkan Tradisi Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional

Lebih dari Sekadar Pasar Rakyat, Pemkot Semarang Perjuangkan Tradisi Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional

Semarang
Lantik Pejabat Hasil Seleksi Tim Talenta, Wali Kota Agustina Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng

Lantik Pejabat Hasil Seleksi Tim Talenta, Wali Kota Agustina Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng

Semarang
Resmikan TPS Bugen, Wali Kota Agustina Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Resmikan TPS Bugen, Wali Kota Agustina Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Semarang
Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Semarang

"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Semarang
Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Semarang
Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Semarang
Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Semarang
Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Semarang
Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com