KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, kelurahan memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik.
"Kelurahan merupakan ruang di mana pemerintah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Agustina, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Hal tersebut dikatakan Agustina Wilujeng saat mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menghadiri acara penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Jaksa Garda Desa/Kelurahan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2026).
Penghargaan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap desa/kelurahan yang telah tertib dalam pengelolaan keuangan.
Selain Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang, Sekretaris Daerah Kota Semarang serta beberapa perwakilan instansi dari pihak terkait.
Baca juga: Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI
Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan merupakan inisiatif Kejaksaan Republik Indonesia yang bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri dan menjadi bagian dari Program Jaga Desa sebagai upaya dalam pengawalan pembangunan desa.
Melalui program ini, Pemkot Semarang berharap seluruh kelurahan semakin berkomitmen menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap perencanaan dan penggunaan anggaran, hingga meminimalisir kesalahan kecil. Hal ini demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik berkualitas.
“Karena ada lomba, sehingga prosesnya itu didampingi oleh teman-teman dari kejaksaan. Ini saya ucapkan terima kasih kepada pak Kajari yang menginisiasi, agenda program ini dan di tahun depan akan ditambah slotnya menjadi dua kali di tiap semester sehingga terjaga, teman-teman lurah ini kemungkinan untuk melakukan kesalahan itu lebih menjadi kecil.”, ujar Agustina.
Penghargaan lomba dibagi dalam tiga kategori, diantaranya Lomba Entry Data Aplikasi Jaga Desa/Kelurahan, Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan Kelurahan, serta Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa/Kelurahan.
Baca juga: Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global
Ketiga kategori tersebut tidak hanya dinilai dari aspek administratif dan keuangan, melainkan juga dari dorongan pemanfaatan sistem digital serta peran edukasi kepada masyarakat.
Kajari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto mengatakan, pihaknya ingin membantu Pemkot Semarang khususnya untuk kelurahan-kelurahan dalam hal administrasi maupun terkait keuangan.
"Karena dalam prosesnya, kadang-kadang temen-temen di Kelurahan ini kan kesulitan waktu karena jumlah personil dan SDM (sumber daya manusia) sehingga pihak kejaksaan Kota Semarang membantu personilnya,” kata
Penilaian dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota untuk memilih kandidat terbaik, dilanjutkan tingkat provinsi oleh Kejaksaan Tinggi, hingga tingkat nasional oleh tim pusat Kejaksaan RI untuk menetapkan tiga pemenang nasional.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh desa/kelurahan di Kota Semarang. Hal ini penging untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kota Semarang yang semakin hebat, semakin bermartabat, dan semakin sejahtera.