Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Kompas.com - 16/02/2026, 12:26 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak sejak dini hari untuk menangani dampak luapan Kali Babon yang merendam sejumlah titik di Kecamatan Tembalang, Senin (16/2/2026).

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kota Semarang dan daerah hulu sekitar pukul 02.00 WIB menyebabkan debit air Kali Babon meningkat tajam hingga meluap. Genangan pun muncul di sejumlah kawasan di Kelurahan Rowosari dan Meteseh.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang (BPBD) Kota Semarang langsung menerjunkan personel ke lokasi terdampak pada pukul 02.00 WIB untuk melakukan evakuasi, penilaian lapangan (assessment), serta koordinasi lintas instansi.

“Kami dari BPBD yang malam itu bertugas langsung terjun ke lapangan. Kami siaga 24 jam dalam tiga shift. Pada malam kejadian, jam 02.00 WIB kami meluncur,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto.

Berdasarkan data BPBD, sebanyak 110 kepala keluarga (KK) di Grand Permata Tembalang terdampak banjir.

Sementara itu, 18 jiwa yang terdiri dari 12 orang dewasa dan enam balita mengungsi sementara di Masjid Iktifal Al Barokah.

Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah Perumahan di Semarang, Ratusan Warga Terdampak

Riyanto menjelaskan, luapan terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, khususnya Kabupaten Semarang, sehingga debit air mengalir deras ke hilir dan melampaui kapasitas Kali Babon.

“Permasalahannya di Kali Babon. Curah hujan di Kabupaten Semarang sangat tinggi sehingga debit air meningkat deras dan menyebabkan luapan,” jelasnya.

Selain melakukan evakuasi, BPBD mendirikan dapur umum dan menyiapkan dukungan logistik bagi warga terdampak.

Riyanto menambahkan, BPBD juga terus melakukan monitoring wilayah terdampak, pembersihan pascabanjir, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk air bersih.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, dunia usaha, hingga masyarakat melalui program kelurahan siaga bencana dan kelurahan tangguh bencana.

BPBD Kota Semarang juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan.

Riyanto memastikan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ia juga menyebut kondisi genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan kesiapan dalam penanganan darurat banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dini hari. 
DOK. Humas Pemkot Semarang Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan kesiapan dalam penanganan darurat banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dini hari.

Selain BPBD, Dinas Sosial Kota Semarang turut menyalurkan bantuan logistik bagi warga di Perumahan Dinar Mas dan Rowosari.

Bantuan tersebut, meliputi selimut, kasur, makanan ringan, pakaian bayi, perlengkapan mandi, air mineral, terpal, hingga 1.200 nasi bungkus per hari.

Baca juga: Sungai Babon Meluap, Jalan Pantura Kaligawe Semarang Tergenang Banjir

Adapun wilayah terdampak antara lain Perumahan Argo Residence dan Grand Permata Tembalang di Rowosari, serta Grand Batik Semarang di Meteseh.

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Terkini Lainnya
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

Semarang
Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Semarang
Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Semarang
Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Semarang
Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Semarang
Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com