Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Kompas.com - 17/02/2026, 20:53 WIB
I Jalaludin S,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Menghadapi dinamika ekonomi menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperketat pengawasan rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, meskipun indikator inflasi saat ini masih dalam kategori terkendali, pihaknya telah menyiapkan skema intervensi pasar yang terukur guna meredam potensi lonjakan harga.

Dia mengungkapkan, Pemkot Semarang akan mengedepankan efektivitas melalui operasi pasar skala kecil yang masif di berbagai titik perdagangan strategis.

Operasi pasar itu dilaksanakan Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi.

“Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tetapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Di sisi lain, Agustina menegaskan, Pemkot Semarang memiliki alat pemantauan harga dan memastikan harga makanan pokok menjelang Ramadhan.

Namun, dia berpesan kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga. 

Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi memicu inflasi berkepanjangan yang justru merugikan semua pihak.

“Jualan ya boleh saja jualan. Namun, kita harus memahami bahwa kenaikan harga terlalu tinggi akan menimbulkan inflasi,” terangnya. 

Agustina menegaskan, inflasi yang berlangsung dalam kurun waktu panjang akan membuat ekonomi rontok.

Baca juga: Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

“Kalau ekonomi rontok, enggak ada orang punya uang, yang jualan juga enggak laku,” tegasnya.

Menjaga inflasi dan daya beli

Lebih lanjut, Agustina mengatakan, pihaknya turut membuka opsi pemberian insentif pada layanan publik untuk menekan inflasi.

Hal itu seperti usulan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penggratisan layanan transportasi bus rapid transit (BRT) dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM).

Menurutnya, kebijakan tersebut bisa diterapkan jika inflasi sudah menyentuh angka tertentu.

“Saya kira (harus) seperti tahun lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu, (penerapan kebijakan) memang akan dilakukan. Namun, sekarang kan masih kami pantau,” katanya.

Baca juga: Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Selain inflasi, Agustina juga menyinggung alokasi anggaran penanganan banjir dan lingkungan. 

Dia menyebutkan, total anggaran untuk sektor lingkungan dan banjir mencapai Rp 500 miliar, sedangkan anggaran infrastruktur secara keseluruhan sebesar Rp 1,6 triliun. 

“Yang lingkungan dan banjir itu Rp 500 miliar. Infrastrukturnya Rp 1,6 triliun,” tandasnya.

Pemkot Semarang berharap, dengan langkah antisipatif tersebut, stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadhan.

Agustina menegaskan, berbagai langkah tersebut juga untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir berjalan optimal.

 

Terkini Lainnya
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com