Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Semarang Panen Bawang Merah Lokananta dan Maserati

Kompas.com - 08/11/2024, 19:46 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanen bawang merah di lahan demplot Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Jumat (8/11/2024).DOK. Humas Pemkot Semarang Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanen bawang merah di lahan demplot Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Jumat (8/11/2024).

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) berhasil memanen bawang merah, hasil kolaborasi inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

Kegiatan pemanenan tersebut berlangsung di lahan demplot Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Jumat (8/11/2024). Sebelumnya, Pemkot Semarang juga sukses memanen padi biosalin.

Dalam panen tersebut, terdapat dua varietas bawang merah yang dipanen, yaitu Lokananta dan Maserati.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa kedua varietas tersebut memiliki keistimewaan karena ditanam menggunakan sistem semai benih, bukan dengan umbi seperti bawang pada umumnya.

Baca juga: Resep Sambal Tempe Bawang Merah, Teman Makan Nasi Hangat

Meskipun menggunakan sistem semai, ukuran bawang merah yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan bawang merah konvensional yang ada di pasaran.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Pak Wakil Kepala (Waka) BRIN Amarullah Octavian melaksanakan kegiatan yang luar biasa ini. Kolaborasi ini sudah dimulai sejak penanaman, penyemaian benih, hingga perawatan, dan sekarang kita bisa menikmati hasil panennya,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (8/11/2024).

Menurut riset BRIN, kata dia, 1 hektare (ha) lahan yang ditanami bawang merah dengan teknologi true shallot seed (TSS) dapat menghasilkan hingga 20 ton bawang, yang tentunya akan memberikan keuntungan besar bagi petani.

Selain itu, sistem TSS ini terbukti dapat menghemat biaya sebesar 5 juta per ha, dibandingkan dengan metode penanaman menggunakan umbi yang biayanya mencapai 50 juta per ha.

Baca juga: Daun atau Umbi Singkong, Mana yang Lebih Bergizi?

Komitmen kembangkan sektor pertanian

Pada kesempatan tersebut, Mbak Ita menekankan komitmen Pemkot Semarang untuk terus mengembangkan sektor pertanian, serta mendukung kesejahteraan petani di wilayahnya.

Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan program corporate social responsibility ( CSR) mereka dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kota Semarang.

“Salah satu langkah yang akan diambil Pemkot Semarang adalah mengeluarkan Peraturan Wali (Perwali) Kota yang sedang dikaji untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak petani, imbuh Mbak Ita.

Baca juga: Tanggapi Mendikti, Pimpinan MPR: Penerima Beasiswa LPDP Harus Kembali ke Indonesia

Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan dapat membuat petani lebih fokus dalam menghasilkan produk pertanian tanpa khawatir mengenai biaya pendidikan anak-anak mereka.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BRIN Amarullah Octavian menyampaikan bahwa konsep smart farming yang kini dimulai dengan sistem pengairan, akan terus diperluas ke aspek pertanian lainnya.

Dengan teknologi pertanian yang semakin canggih, kata dia, diharapkan dapat menarik generasi muda untuk bergabung dalam sektor pertanian, yang dapat membantu regenerasi petani.

Baca juga: Mentan Sebut 20.000 Pemuda Daftar Petani Milenial, Iming-iming Gaji Minimal Rp 10 Juta Per Bulan

“Kami akan terus meningkatkan hasil riset ini dalam kerja sama dengan Pemkot Semarang. Dengan teknologi yang tepat, 1 ha lahan bisa menghasilkan hasil yang setara dengan 5 ha atau 10 ha,” ujar Amarullah.

Terkini Lainnya
Apresiasi Pegiat Pendidikan Nonformal, Wali Kota Semarang Salurkan Bisyaroh kepada 6.572 Penerima
Apresiasi Pegiat Pendidikan Nonformal, Wali Kota Semarang Salurkan Bisyaroh kepada 6.572 Penerima
Semarang
Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Arus Mudik Lancar, Walkot Semarang Tinjau Sejumlah Titik
Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Arus Mudik Lancar, Walkot Semarang Tinjau Sejumlah Titik
Semarang
Sesuai Janji Kampanye, Dana Operasional Rp 25 Juta untuk RT di Kota Semarang Dicairkan Juli 2025
Sesuai Janji Kampanye, Dana Operasional Rp 25 Juta untuk RT di Kota Semarang Dicairkan Juli 2025
Semarang
Antisipasi Longsor saat Libur Lebaran, Pemkot Semarang Instruksikan Lurah Tingkatkan Kewaspadaan
Antisipasi Longsor saat Libur Lebaran, Pemkot Semarang Instruksikan Lurah Tingkatkan Kewaspadaan
Semarang
Walkot Semarang Tegaskan Alokasi APBD di Kecamatan Tak Disunat, tapi Dialihkan untuk Hal Lebih Penting
Walkot Semarang Tegaskan Alokasi APBD di Kecamatan Tak Disunat, tapi Dialihkan untuk Hal Lebih Penting
Semarang
Pemkot Semarang Alihkan Anggaran untuk Beasiswa, Walkot Agustina: Pendidikan Harus Merata
Pemkot Semarang Alihkan Anggaran untuk Beasiswa, Walkot Agustina: Pendidikan Harus Merata
Semarang
Semarang Inklusif Kian Nyata, BRT Trans Semarang Tambah Fasilitas Disabilitas
Semarang Inklusif Kian Nyata, BRT Trans Semarang Tambah Fasilitas Disabilitas
Semarang
Kota Semarang Raih Penghargaan dari Setara Institute, Walkot Agustina: Jadi Penyemangat Wujudkan Kota Inklusif
Kota Semarang Raih Penghargaan dari Setara Institute, Walkot Agustina: Jadi Penyemangat Wujudkan Kota Inklusif
Semarang
Peduli Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Mulai Pembangunan Rumah Inspirasi
Peduli Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Mulai Pembangunan Rumah Inspirasi
Semarang
Walkot Semarang Bebaskan Retribusi Ruang Publik, Warga Bisa Gunakan Kantor Kecamatan dan Kelurahan Gratis
Walkot Semarang Bebaskan Retribusi Ruang Publik, Warga Bisa Gunakan Kantor Kecamatan dan Kelurahan Gratis
Semarang
Walkot Semarang Agustina Segera Cairkan Bantuan Rp 25 Juta per RT dan Dana PKK
Walkot Semarang Agustina Segera Cairkan Bantuan Rp 25 Juta per RT dan Dana PKK
Semarang
Cek Kondisi Banjir Genuk, Walkot Agustina: Penanganan Banjir Akan Jadi Prioritas Nomor Satu
Cek Kondisi Banjir Genuk, Walkot Agustina: Penanganan Banjir Akan Jadi Prioritas Nomor Satu
Semarang
Jelang Idul Fitri, Walkot Semarang Agustina Jamin Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil
Jelang Idul Fitri, Walkot Semarang Agustina Jamin Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil
Semarang
100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan Beasiswa di SPMB 2025
100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan Beasiswa di SPMB 2025
Semarang
Agustina-Iswar Luncurkan Program 100 Hari Pertama, Ini Tiga Prioritasnya
Agustina-Iswar Luncurkan Program 100 Hari Pertama, Ini Tiga Prioritasnya
Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke