Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Kamis, 4 Agustus 2022
Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menghadiri acara Rembuk Stunting Kota Metro Tahun 2022 di Ballroom Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro, Kamis (4/8/2022).
DOK. Humas Pemkot Metro Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menghadiri acara Rembuk Stunting Kota Metro Tahun 2022 di Ballroom Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro, Kamis (4/8/2022).

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Metro Wahdi Siradjuddin dan Wakil Wali Metro Qomaru Zaman menghadiri acara Rembuk Stunting Kota Metro Tahun 2022 yang mengangkat tema “Bersama Cegah Stunting Wujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang)”, di Ballroom Hotel Grand S'kuntum, Kota Metro, Kamis (4/8/2022).

Dengan digelarnya acara tersebut, Wahdi berharap pihaknya dapat membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di Metro.

“Saya berharap semoga upaya kami untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik dapat tercapai sesuai dengan visi Kota Metro, yaitu terwujudnya Kota Metro berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis.

Wahdi menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target penurunan prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar 14 persen pada 2024.

Baca juga: Menkes Sebut Potensi Bayi Stunting Rendah Bila Ditangani Sebelum Kelahiran

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, diperlukan kerja keras dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Adapun rata-rata penurunan prevalensi stunting 2,7 persen setiap tahun bila menggunakan dasar prevalensi stunting pada 2019 sebesar 27,7 persen.

“Tanpa dukungan semua pihak, target penurunan stunting 14 persen pada 2024 tidak akan berjalan secara maksimal,” ucap Wahdi.

Sebagai langkah lanjut, pemerintah telah menyusun Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024 yang berlandaskan pada lima pilar.

Pertama, komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah. Kedua, kampanye nasional dan perubahan perilaku. Ketiga, konvergensi program pusat, daerah dan desa atau kelurahan. Keempat, ketahanan pangan dan gizi, dan kelima pemantauan serta evaluasi.

Lebih lanjut Wahdi mengatakan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Baca juga: Menko PMK: 5 Juta Orang Ikut Program Bapak Asuh, Selesai Stunting Kita

Tujuan kegiatan “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Metro Anang Risgiyanto mengungkapkan beberapa maksud dan tujuan diadakannya kegiatan “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”.

Pertama, untuk menyampaikan hasil dan rancangan rencana kegiatan secara terintegrasi. Kedua, mendeklarasi pemerintah daerah (pemda) yang merencanakan penurunan stunting.

Ketiga, lanjut dia, menyampaikan komitmen publik dengan output yang ditandatangani oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Metro, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Metro, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Metro.

Sebagai informasi, acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting Kota Metro serta paparan materi.

Baca juga: Pemerintah Minta Perusahaan Sisihkan CSR untuk Penanganan Stunting

Pada kesempatan itu juga hadir, Tim Turut Percepatan Penurunan Stunting Metro, Ketua DPRD Metro, Forkopimda Metro, Sekretaris Daerah (Sekda) Metro, para narasumber dari Bappeda Lampung dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung,

Kemudian, hadir pula Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Metro, pejabat instansi dan lembaga vertikal, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Metro, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Metro.

Serta dihadiri Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah, perwakilan organisasi profesi, perwakilan organisasi masyarakat, serta tamu undangan baik offline maupun online.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari