Bersama BI, Disperindag Jabar Targetkan 270 Pasar Digital pada 2023

Kompas.com - 17/11/2021, 11:40 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menargetkan digitalisasi 270 pasar yang ada di Jabar.

Kepala Disperindag Jabar Moh Arifin Soedjayana mengatakan, saat ini total ada 1.315 pasar di Jabar. Namun, dari jumlah ini, masih banyak yang belum masuk digitalisasi.

"Pasar milik Pemda dan desa akan diupayakan jadi pasar digital. Minimal pasar pemerintah daerah (pemda) dulu yang ada di 27 kabupaten atau kota,” kata Arifin, dikutip dari keterangan persnya, Rabu (17/11/2021).

Untuk itu, kata dia, Disperindag Jabar menargetkan setidaknya ada sepuluh pasar di 27 kabupaten atau kota untuk dijadikan pasar digital.

Baca juga: Korupsi Dana BOS Senilai Rp 8 Miliar untuk Madrasah di Jabar, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

“Totalnya ada 270 pasar yang dicanangkan untuk jadi pasar digital pada 2023,” tuturnya.

Arifin menjelaskan, pihaknya saat ini terus mendorong semua pasar milik pemda agar bisa berekspansi ke digital.

"Di 27 kota atau kabupaten belum semua ada pasar digital. Karena baru di dua daerah, yakni Purwakarta dan Cimahi yang sudah ada pasar digitalnya," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan program unggulan untuk sektor industri dan perdagangan. Beberapa di antaranya adalah pasar juar, logistik juara, dan industri juara.

Dalam mewujudkan pasar juara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah melaksanakan berbagai kegiatan prioritas, salah satunya pengembangan keahlian untuk para pengelola dan pedagang pasar.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 November 2021

Kemudian, ada revitalisasi pasar rakyat di kabupaten atau kota, sertifikasi pasar rakyat dengan standar nasional Indonesia (SNI), pengelola Organisasi Standarisasi Internasional (ISO), pembangunan pusat distribusi provinsi, serta integrasi unggulan Jawa Barat.

“Berbagai upaya yang dilakukan ini diharapkan pada tahun 2023 tercapainya program pasar juara dan logistik juara,” kata Arifin.

Dengan adanya pasar digital, diharapkan aka nada peningkatan pelayanan pemanfaatan inovasi dan teknologi di seluruh pasar rakyat di Jabar.

“Sekaligus menjadi bukti nyata sinergitas pemerintah, perbankan, dan masyarakat agar tercipta ekosistem ketahanan ekonomi pasar rakyat Jabar,” harap Arifin.

Baca juga: Ini Alasan Polda Jabar Tetapkan Valencya Jadi Tersangka KDRT, Usai Dilaporkan Omeli Suami Mabuk

Sebagai informasi, pasar juara merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan pasar yang berstandar nasional indonesia (SNI) 8152:2021, yaitu pasar rakyat yang mengutamakan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pedagang maupun konsumen.

Sampai dengan tahun 2020, di Jawa Barat telah terdapat tiga pasar yang dengan SNI, yaitu Pasar Atas Kota Cimahi, Pasar Cipanas Kabupaten Cianjur dan Pasar Gunung Sari Kota Cirebon.

Adapun tahun ini, terdapat pendampingan menuju pasar rakyat dengan SNI 8152:2021, yakni Pasar Cisalak Kota Depok dan Pasar Gunung Batu Kota Bogor.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com