Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Kompas.com - 28/10/2021, 14:07 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berencana mengenalkan dan mempromosikan berbagai produk khas Jabar di ajang Dubai Expo 2021.

Salah satunya adalah inovasi pelacak Covid-19 bernama Deteksi Cepat, Praktis, dan Andal (CePAD) dari Universitas Padjadjaran ( Unpad), Jabar. Produk ini bahkan dimasukkan dalam kategori unggulan Paviliun Indonesia.

Direktur Inovasi Unpad Diana mengatakan, CePAD direncanakan mengikuti pameran internasional Dubai Expo 2021 di bawah anjungan Indonesia Jawa Barat Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Indonesia (Kemenristek/BRIN).

“Sejak kemunculannya pada 2020, alat deteksi CePAD ini telah mendapatkan banyak apresiasi sebagai produk anak bangsa yang unggul,” kata Diana, dikutip dari keterangan pers resminya, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Sepekan di Luar Negeri, Ini Agenda Kunjungan Kerja Ridwan Kamil

Dia menuturkan, inovasi CePAD telah masuk tes uji coba dan mendapatkan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia siap dan mandiri dalam menghadapi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Rencananya, sebelum berangkat ke Dubai, CePAD akan diperkenalkan terlebih dahulu kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (RI) Moeldoko.

“Sekaligus kami memohon doa restu, khususnya kepada Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar CePAD bisa sukses dalam ajang bergengsi mancanegara di Dubai Expo 2021,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (RI) Moeldoko mengapresiasi produk antigen itu untuk bersaing di pasar internasional.

Baca juga: Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Ia berencana untuk segera menyampaikan kabar membanggakan tersebut kepada Presiden Jokowi.

Perlu diketahui, CePAD merupakan produk kebanggan Jabar yang siap diproduksi sebanyak tiga juta unit untuk memenuhi kebutuhan di dalam maupun luar negeri.

Produk tersebut ke depannya diharapkan dapat menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Saat ini, CePAD dipegang oleh PT Usaha Bersama Jabar (UBJ), anak usaha PT Jasa Sarana yang berperan sebagai distributor utama.

PT UBJ sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di 27 kabupaten atau kota di Jabar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah kawasan industri di Jabar.

Baca juga: Satu Kamar di Hotel Daniel Mananta Akan Diisi Barang Hasil Desain Ridwan Kamil

Beberapa perusahaan juga tertarik untuk memasukkan CePAD ke dalam e-katalog mereka.

Adapun perbedaan CePAD dengan rapid test biasa terletak pada molekul yang dideteksi. Jika rapid test Covid-19 biasa mendeteksi antibodi, CePAD mendeteksi antigen.

Inovasi CePAD yang muncul sejak tahun 2020 tersebut bahkan menjadi inspirasi penggunaan antigen di berbagai tempat kesehatan Indonesia hingga sekarang.

Sebagai informasi, Dubai Expo 2021 berlangsung sejak Jumat (1/10/2021) hingga Kamis (21/4/2022).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun berencana ikut serta dalam ajang tersebut berbarengan dengan perjalanan dinasnya ke berbagai negara mulai Jumat (29/10/2021) hingga Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Jabar Bidik Juara Umum Peparnas Papua, Pesan Ridwan Kamil ke Kontingen: Someah Hade ka Semah

Dalam dinas itu, Ridwan Kamil akan membawa rombongan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar untuk berpartisipasi mempromosikan produk-produk khas Jabar.

Berbagai produk yang dipamerkan, meliputi produk ekonomi kreatif khas Jabar, produk pesantren, serta inovasi antigen CePAD.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com