Pemda Jabar Dorong UMKM Manfaatkan Anggaran Belanja Rp 400 Triliun

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Sabtu, 3 April 2021
Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil saat bertemu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Republik Indonesia (RI) Teten Masduki di Kota Bandung, Jumat (2/4/2021).

DOK. Humas Pemprov Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil saat bertemu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Republik Indonesia (RI) Teten Masduki di Kota Bandung, Jumat (2/4/2021).

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 400 triliun digelontorkan untuk menggairahkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM).

Utamanya, pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal ini sekaligus untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Perlu diketahui, nilai anggaran tersebut berasal dari belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat sepanjang 2021. Dana belanja itu rencananya difokuskan untuk produk UMKM.

"Ada Rp 400 triliun per tahun belanja kementerian dan lembaga. Silakan UMKM untuk merespons peluang yang luar biasa ini," katanya, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Sabtu.

Baca juga: Bangga Buatan Indonesia, Ridwan Kamil Ajak Ibu-ibu Belanja Produk UMKM

Pernyataan tersebut disampaikan Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil usai bertemu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Republik Indonesia (RI) Teten Masduki di Kota Bandung, Jumat (2/4/2021).

Ia menjelaskan, data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar menunjukkan sekitar 37.119 UMKM terdampak pandemi Covid-19. Sebesar 14.991 di antaranya merupakan pelaku ekonomi kreatif. Terdapat pula UMKM yang berhenti produksi maupun gulung tikar.

Untuk itu, Kang Emil ingin mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan potensi pasar sebesar Rp 400 triliun.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sudah intens melahirkan berbagai inovasi untuk menggairahkan kembali roda produksi UMKM.

Baca juga: Produk UMKM Jabar Bisa Naik Kelas Masuk Hotel Berbintang, Begini Caranya

Salah satu inovasi Pemda Provinsi Jabar adalah menggagas program Inovasi Cara Penjualan (Icalan).

"Kadang-kadang UMKM bingung harus jualan ke mana karena ketidaktahuan. Maka dari itu, market Rp 400 triliun silakan dimanfaatkan oleh UMKM Jabar," ujar Kang Emil.

Tak hanya anggaran, lanjut dia, Pemda Provinsi Jabar juga telah berkomitmen menyelesaikan permasalahan yang dialami pelaku UMKM. Mulai dari pemasaran atau promosi, bantuan kredit, hingga mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli produk UMKM.

"Intinya kami berkomitmen menyelesaikan permasalahan UMKM karena sangat multidimensi, mulai dari pemasaran dan lain-lain," ucapnya.

Baca juga: Teten Masduki: Koperasi Bisa Jadi Model Bisnis Berbasis UMKM

Meski demikian, Kang Emil mengungkapkan, salah satu kendala yang dialami UMKM saat pandemi Covid-19 adalah sulit mencari bahan baku impor.

"Ada UMKM yang produknya diekspor, tetapi bahan baku harus impor lebih dulu.
Jadi impor itu terbagi dua, yakni impor yang dijual di pasar kami dan impor untuk diekspor lagi," ucapnya.

Kang Emil mengaku, pelaku UMKM mengeluh kesulitan mendapatkan bahan baku impor tersebut karena tidak bisa digantikan dengan produk lain.

Oleh karena itu, kata dia, Pemda Provinsi Jabar bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tengah mencari solusi bersama untuk menyelesaikan kendala tersebut.

Baca juga: Gratiskan Sertifikasi Halal hingga Izin Edar BPOM, Kemenkop UKM Bidik 3 Juta UMKM

"Mencari penggantinya itu susah, tetap mereka harus impor. Bahkan, yang bertahan kini tersisa 30 persen. Oleh karena itu, kami sedang cari solusinya bersama Kemenkop UKM," ujar Kang Emil.

Pada kesempatan yang sama, Menkop dan UKM RI Teten Masduki menuturkan, anggaran belanja kementerian dan lembaga senilai Rp 400 triliun merupakan hikmah dari adanya pandemi Covid-19.

Menurutnya, ketika daya beli masyarakat turun, maka pemerintah yang harus menyerap produk UMKM.

"Sekarang ini yang harus menyerap produk UMKM adalah pemerintah. Sebab, daya beli masyarakat sedang turun. Jadi, market Rp 400 triliun itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM," kata Teten.

Baca juga: Kemenkop UKM: Aktivitas Predator Menjadi Penghambat UMKM Berkembang

Supaya nilai tersebut cepat terserap, kata Teten, pihaknya menggandeng pemda untuk mendampingi pelaku UMKM yang dapat menjadi vendor pengadaan barang dan jasa.

"Kami ingin kerja sama dengan daerah," ucap Teten.

Terkait pemanfaatan belanja kementerian dan lembaga, Teten mengaku, mendapatkan informasi yang dibutuhkan UMKM dari Kang Emil. Utamanya, data mengenai produk yang dibutuhkan oleh pemerintah.

"Kang Emil tadi sudah sampaikan data apa saja yang dibutuhkan pemerintah. Saya kira, kami bisa siapkan karena market-nya sudah jelas, seperti seragam, furniture, peralatan pertanian, dan kesehatan," ucap Teten. 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAnissa Dea Widiarini
Terkini Lainnya
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang
jawa barat
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes
jawa barat
Percepat Layanan Swab Test dan Murah, Kehadiran
Percepat Layanan Swab Test dan Murah, Kehadiran "Padjadjaran K-Lab" Didukung Pemprov Jabar
jawa barat
Sekolah Tahan Ijazah, Disdik Jabar Siapkan Sistem Aduan
Sekolah Tahan Ijazah, Disdik Jabar Siapkan Sistem Aduan
jawa barat
Sektor Perikanan Dinilai Menguntungkan, Pemprov Jabar Luncurkan
Sektor Perikanan Dinilai Menguntungkan, Pemprov Jabar Luncurkan "Petani Ikan Milenial"
jawa barat
Jadi Primadona Investor, Jabar Sumbang 16,9 Persen dari Total Investasi Nasional
Jadi Primadona Investor, Jabar Sumbang 16,9 Persen dari Total Investasi Nasional
jawa barat
Ditengah Isolasi Mandiri, Atalia Praratya Lantik Ketua TP-PKK
Ditengah Isolasi Mandiri, Atalia Praratya Lantik Ketua TP-PKK
jawa barat
Ratusan Ribu Siswa Jabar Ikut Sedekah Nasi, Bukti “Rantang Siswa” Tumbuhkan Budaya Baik
Ratusan Ribu Siswa Jabar Ikut Sedekah Nasi, Bukti “Rantang Siswa” Tumbuhkan Budaya Baik
jawa barat
Turut Berdedikasi Perangi Pandemi, Dua Tenaga Non Medis Dapat Apresiasi Pemprov Jabar
Turut Berdedikasi Perangi Pandemi, Dua Tenaga Non Medis Dapat Apresiasi Pemprov Jabar
jawa barat
Selenggarakan Bubos Kelima Kalinya, Pemprov Jabar Berbagi Makanan kepada 680.000 Warga
Selenggarakan Bubos Kelima Kalinya, Pemprov Jabar Berbagi Makanan kepada 680.000 Warga
jawa barat
Dilarang Mudik, ASN Pemda Jabar Harus Jadi Contoh Baik bagi Masyarakat
Dilarang Mudik, ASN Pemda Jabar Harus Jadi Contoh Baik bagi Masyarakat
jawa barat
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"
jawa barat
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini
jawa barat
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran
jawa barat
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”
jawa barat