Pemdaporv Jabar Akui Zakat bisa Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan

Kompas.com - 06/11/2019, 17:26 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat ( Jabar) Daud Achmad menuturkan bahwa zakat bisa menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan.

Zakat sebagai instrumen penting dalam kemajuan ekonomi dan kesejahteraan umat,” ucap Daud saat menerima perwakilan peserta World Zakat Forum (WZF) Internasional Conference 2019 di Gala Dinner, Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Selasa (5/11/2019) malam.

Daud yang mewakili Gubernur Ridwan Kamil menuturkan, lembaga pengelola zakat sangat membantu Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dalam menanggulangi kemiskinan.

Lagi pula lembaga zakat juga sejalan dengan urusan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Dengan begitu lembaga zakat bisa membantu Pemdaprov Jabar dalam berhadapi masalah tersebut.

Baca juga: Potensi Zakat di Indonesia Capai Rp 280 Triliun

“Pemerintah tidak bisa menyelesaikan seluruh peran tersebut tanpa adanya peran serta masyarakat individu atau lembaga kemitraan termasuk pengelola zakat,” tambahnya.

Daud berharap agar pertemuan ini membuka jalan hadirnya pemahaman sinergitas dan kerja sama untuk pecinta zakat sehingga system pengelolaan zakat bisa menjadi lebih baik.

Bandung jadi tuan rumah WZF

Perlu diketahui dalam pelaksaan World Zakat Forum (WZF) Internasional Conference, ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung jadi tuan rumah pelaksanaan WZF 2019.

Sekretaris Jenderal WZF yang juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo menyebut pemilihan kota Bandung sebagai tuan rumah WZF adalah keputusan tepat. Ini karena Baznas Jabar sudah bekerja dengan sangat baik.

“Atas nama Ketua Baznas pusat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemdaprov Jabar yang telah memberikan dukungan kepada Baznas Jabar, sehingga dalam penilaian kami (Baznas Jabar) termasuk Baznaz (tingkat) provinsi yang berkinerja baik di Indonesia,” ujar Bambang.

Adapun WZF Internasional Conference 2019 ini mengusung tema 'Optimizing Global Zakat Role Through Digital Technology'.

Baca juga: Maruf Amin Buka Konferensi Forum Zakat Dunia 2019 di Bandung

Tema itu akan dipakai setelah pimpinan dan praktisi lembaga zakat dunia sepakat membahas tantangan di era digital dan bagaimana peran zakat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Konferensi yang berlangsung dari 5 hingga 7 November 2019 itu dan dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin pada Selasa (5/11/19), dihadiri peserta diskusi dari berbagai latar belakang.

Mereka adalah pimpinan daerah dan dinas terkait, akademisi dan peneliti, Baznas se-Indonesia, Lembaga Amil Zakat, Non-Governmental Organization (NGO), hingga perwakilan institusi multinasional.

Turut hadir dalam Gala Dinner di Gedung Sate adalah Senior Minister of Special Mission Islam Affairs Cambodia Oknha Datuk Otsman Hassan, Minister of Islamic Affairs Maldives Ahmed Zahir Ali, serta perwakilan dari berbagai negara lainnya.

Baca juga: Wapres Minta Dana Zakat Dikelola dengan Manfaatkan Teknologi Informasi

Negara-negara peserta WZF tersebut di antaranya Indonesia, Malaysia, Inggris, Mesir, Amerika Serikat, Qatar, Turki, Singapura, India, Bosnia Herzegovina, serta Arab Saudi.

Semua negara itu mewadahi 33 lembaga zakat yang bertujuan untuk berkontribusi menuntaskan menuntaskan masalah ekonomi dan sosial, melalui program dan jaringan WZF.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com